
Season dua kita lanjut di sini. Karena kalau di buat novel baru, kalian juga akan terus nagih Zeroun masuk ke dalam novel itu kan? Entar Author puyeng ngetik sana sini😂.
Cerita Lukas dan Lana akan di selipkan di dalam season dua. Terima kasih sebelumnya.
.
.
.
Di dalam sebuah kamar berukuran luas, ada hiasan bunga-bunga yang cukup indah dan harum. Kelopak mawar merah berserakan di atas tempat tidur dan lantai. Lampu kristal di atas langit-langit kamar menyala dengan begitu terang. Aroma ruangan itu di penuhi denan aroma terapi dari lavender yang bisa membuat hati dan pikiran menjadi tenang.
Zeroun baru saja keluar dari kamar mandi. Ada handuk kimono berwarna putih yang menutupi tubuh kekarnya. Bibirnya mengukir senyuman saat memandang wajah Emelie yang terpantul dari cermin.
Emelie duduk di depan cermin sambil membersihkan sisa make up pada wajahnya. Bibirnya juga tersenyum saat melihat Zeroun dari balik cermin, “Sudah selesai?” ucapnya pelan.
Zeroun berjalan pelan mendekati meja rias yang di duduki Emelie. Pria itu mendaratkan satu kecupan manis di pipi kanan Emelie, “I love you,” bisiknya dengan penuh kemesraan. Jemarinya menyingkirkan rambut ikal Emelie sebelum kecupannya turun di pundak Emelie.
Kecupan Zeroun berhasil membuat wajah Emelie berubah merona. Wanita itu mengukir senyuman sebelum menunduk malu, “Aku belum mandi,” ucapnya dengan suara pelan.
Zeroun berdiri tegak di belakang Emelie. Pria itu menarik jepit rambut yang menyelip indah di rambut Emelie secara perlahan. Bibirnya mengukir senyuman sambil menatap kedua bola mata istrinya dari cermin, “Apa mau aku temani mandi?”
Emelie menggeleng pelan. Wanita itu segera membersihkan make up yang masih tersisa di wajahnya. Setelah wajahnya bersih, Putri kerajaan itu segera beranjak dari kursi yang sempat di duduki, “Aku bisa mandi sendiri.” Dengan gerakan cepat dan tawa kecil, Emelie berlari ke kamar mandi.
Zeroun yang masih berdiri di depan meja rias terlihat menahan tawa sambil melipat kedua tangannya di depan dada, “Sangat menggemaskan.”
Emelie menutup pintu kamar mandi sebelum bersandar di balik pintu. Napasnya terputus-putus dengan debaran jantung yang tidak normal. Kedua tangannya ada di depan dada dengan mata terpejam, “Apa yang harus aku lakukan?” ucapnya bingung.
Emelie memandang shower dengan seksama. Wanita itu berjalan pelan untuk membersihkan dirinya dengan air hangat. Semua bayangan adegan mesra mulai menghantui pikiran Emelie. Tiba-tiba saja wanita itu bingung dan tidak percaya diri dengan apa yang akan terjadi setelah ia mandi.
Emelie meletakkan sabun yang cukup banyak di sponge. Ia sengaja melakukan hal itu agar tubuhnya terasa wangi dan tidak membuat Zeroun kecewa. Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Emelie mulai mengeringkan rambutnya hingga setengah kering di depan wastafel. Lagi-lagi ia harus mematung beberapa menit di depan cermin sambil memandang penampilannya.
“Apa yang harus aku lakukan?” ucapnya sekali lagi sambil memegang pipinya yang berubah merona.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang mengganggu lamunan singkatnya. Emelie mengikat kencang tali handuk kimono yang menutupi tubuh polosnya. Wanita itu berjalan dengan ragu-ragu ke arah pintu.
“Emelie, apa kau baik-baik saja?” ucap Zeroun sambil mengetuk pintu kamar mandi. Sudah hampir satu jam ia menunggu wanita yang ia cintai. Rasa khawatir itu muncul karena memang Emelie biasanya tidak pernah mandi terlalu lama.
Zeroun menaikan satu alisnya lalu menunduk untuk menatap wajah Emelie dari jarak yang cukup dekat. Pria itu menghirup aroma sabun mandi dan sampo yang tercium jelas dari tubuh Emelie, “Hanya saja?”
Emelie memandang penampilan Zeroun dari ujung kaki hingga ujung kepala. Lelaki itu hanya mengenakan celana pendek dengan dada bidang yang sengaja ia pemerkan. Tato Gold Dragon terlihat dengan begitu jelas dan cukup menggoda. Emelie menelan salivanya saat merasa aliran aneh yang ada di dalam tubuhnya. Hembusan napas Zeroun malam itu menyentuh pipinya.
“Zeroun, apa yang akan kita lakukan?” ucapnya pelan.
Zeroun menaikan satu alisnya saat mendengar pertanyaan istrinya. Pria itu berdiri tegab sambil menahan tawa, “Tentu saja bersenang-senang.”
Emelie menatap wajah Zeroun dengan seksama, “Sekarang?”
Kali ini Zeroun tidak lagi bisa menahan tawanya. Pria itu melepas tawanya saat mendengar kalimat-kalimat lucu yan di ucapkan oleh Emelie. Satu tangannya menarik pinggang Emelie sebelum mendaratkan satu kecupan manis di bibir wanita itu.
Emelie melebarkan kedua bola matanya saat merasakan sentuhan lembut Zeroun malam itu. Satu tangannya yang sempat ada di handle pintu terlepas. Secara perlahan Emelie mulai membalas kecupan Zeroun yang terasa cukup menggoda. Tubuhnya seperti melayang karena ciuman pria itu cukup memabukkan.
Zeroun mengangkat tubuh Emelie ke dalam gendongannya. Kecupannya belum juga terlepas. Kedua tangan Emelie melingkar di leher jenjang Zeroun. Pria itu membawa tubuh Emelie menuju ke tempat tidur.
Malam ini adalah malam pertama mereka sebagai suami istri. Sudah cukup lama Zeroun bersabar dan menunggu momen indah seperti ini tiba. Ia tidak ingin lagi menunda di lain hari. Pria itu ingin segera menyentuh dan memiliki istrinya.
Setelah tubuh Emelie berbaring di atas tempat tidur, Zeroun melepas kecupan panasnya. Sorot matanya yang tajam menatap wajah Emelie dengan seksama, “Apa kau bersedia untuk melakukannya?” ucap Zeroun dengan suara serak. Walau kini ia sudah kesulitan untuk menendalikan hasratnya. Tapi, pria itu masih berusaha meminta persetujuan dari Emelie. Ia cukup tahu, kalau ini pengalaman pertama bagi Emelie.
Emelie menyentuh pipi Zeroun dengan jemarinya. Wanita itu mengukir senyuman manis sebelum mengangguk pelan, “Ya, Zeroun.”
Zeroun mengecup pucuk kepala Emelie. Pria itu kembali mengecup bibir Emelie dengan sentuhan mesra. Satu tangannya mulai menuruni handuk kimono yang di kenakan oleh istrinya. Kecupan Zeroun turun ke leher dan menggoda dengan penuh cinta. Sesekali Zeroun menggoda telinga Emelie hingga membuat wanitanya tertawa kecil karena merasa geli.
Setelah cukup lama menggoda dan Emelie telah siap. Zeroun mulai memasukkan miliknya ke dalam tubuh Emelie. Pria itu menggertakkan giginya untuk bersabar karena tidak ingin terlalu memaksa hingga menyakiti istrinya terlalu parah. Ada bercak darah yang menetes di atas seprei berwarna putih yang menandakan kalau dirinya memang pria pertama Emelie.
Emelie mencengkram seprei yang kini ia tiduri. Wanita itu merasakan sakit yang luar biasa hingga mengigit bibir bagian bawah.
Zeroun mendaratkan ciuman di bibir Emelie untuk menetralkan tubuhnya yang sudah masuk dengan sempurna. Pria itu mengusap lembut rambut Emelie agar Emelie juga bisa menerima tubuhnya di dalam sana. Secara perlahan Zeroun menggerakkan tubuhnya. Lama kelamaan Emelie mulai larut dalam permainan Zeroun malam itu.
Hingga beberapa saat kemudian, adegan romantis Zeroun dan Emelie telah berakhir. Malam pertama itu di lakukan oleh Zeroun dengan hati-hati dan penuh cinta. Hatinya cukup puas dan bahagia karena berhasil memiliki wanita yang ia cinta seutuhnya.
“Terima kasih, Sayang. Aku sangat mencintaimu,” ucap Zeroun sambil memeluk tubuh Emelie dengan begitu erat.
“Aku juga sangat mencintaimu,” jawab Emelie sebelum memejamkan matanya. Tubuhnya yang terasa lelah memudahkan Emelie untuk terlelap dalam tidurnya. Bibirnya mengukir senyuman indah dengan hembusan napas yang lama kelamaan kembali teratur.