ARON

ARON
Petugas keamanan



Aron menunjuk kearah puncak gunung : “Rumah yang ada diatas gunung itu rumahku…”


“Yang diatas gunung?”


Billy tercengang danlangsung tertawa : “Aron, kamu benar-benar sangat lucu, apa kamu tahu berapa harga vila yang ada diatas gunung itu? Menjual seluruh keluargamu pun tidak akan cukup untuk membelinya, membualmu keterlaluan, tidak masuk akal….”


“Aron, apa kamu bisa sedikit lebih realistis? Hari ini kamu menerobos masuk kemari, bisa jadi ini adalah kali pertama dan kali terakhirnya kamu masuk kemari, kamu berani mengaku kalau vila diatas gunung itu adalah milikmu? Saya rasa kamu saja belum pernah menginjakkan kaki keatas gunung itu?”


Ivanna tertawa terbahak-bahak!


Mona juga memutar matanya malas, menurutnya Aron hanyalah seorang pecundang yang tidak bisa apa-apa!


“Pak, apa anda tahu berapa harga vila yang ada diatas gunung itu? Kamu berani membual disini?”


Staf pemasaran itu pun tertawa!


“Atas dasar apa kamu mengataiku membual?” Aron bertanya dengan sinis.


“Saya yang memasarkan vila itu, pemilik vila itu bermarga Utomo, bukan King, kenapa Anda mengaku itu milikmu?”


Satf pemasaran itu tersenyum mengejek pada Aron, dan menunggu penjelasan Aron.


“Vila itu mereka hadiahi padaku, apa tidak boleh?” Aron tersenyum!


“Dihadiahi padamu?” Staf pemasaran itu mulai tertawa keras : “Boleh, boleh, kamu juga boleh mengatakan kalau seluruh rumah di Perumahan Bumi Sejuk ini dihadiahi kepadamu, tidak melanggar hukum,hanya saja kamu menerobos masuk kedalam sini dan itu melanggar aturan kami, saya harus mengusirmu dari sini…”


Staf pemasaran itu baru selesai berkata, dan seorang petugas keamanan yang memegang tongkat dan terlihat kasar, kebetulan lewat didepan mereka.


“Eh Fitri, tumben sekali kamu jalan-jalan didalam area perumahan?”


Petugas keamanan yang melihat staf pemasaran menyapanya dengan sanjungan!


Staf pemasaran yang melihat petugas keamanan itu langsung melaporkan Aron!


Petugas keamanan itu melihat Aron sekilas, lalu melihat accord tua disamping Aron yang sudah hancur, dan berkata dengan marah : “Sialan, beraninya menerobos masuk kedalam area perumahan, bosan hidup ya? Saya adalah ketua keamanan disini, kamu tidak mencari tahu dulu….”


“Pak satpam, Aron tadi menabrak sebuah mobil mewah didepan gerbang, dan mereka ingin memukulinya, mungkin dia takut dipukuli dan langsung menerobos masuk kedalam, kalau kamu berhasil menangkapnya, pasti imbalannya besar…


Billy berkata kepada ketua keamanan itu! “Benar, benar, tadi kami semua juga melihatnya, dia menabrak sebuah Maserati…”


Ivanna juga menganggukkan kepalanya!


Mona tidak mengatakan apapun, namun raut wajahnya tidak kelihatan bagus, dia tidak ingin memperdulikan Aron lagi, anak ini hanya bisa membual, dan itu membuatnya sangat kesal!


“Wah, hebat sekali kamu, sudah menabrak orang malah berani menerobos masuk, tapi anggap saja kamu sedang sial karena bertemu denganku.”


Ketua keamanan itu berkata lalu langsung menyergap Aron!


Baru mengulurkan tangannya saja, Aron sudah mencengkram pergelangan tangannya, dan memutarnya dengan pelan, dalam sekejap ketua keamanan itu berada dibawah kendalinya, dan mulai berteriak kesakitan!


“Sialan, cepat lepaskan, sakit sekali, kamu tidak tahu siapa saya? Saya adalah adik iparnya manajer developer disini, saya jamin kamu tidak akan bisa keluar dari sini.”


Ketua keamanan itu berteriak marah! “Kamu tidak mendengar penjelasan orang, dan langsung mau bertindak, ketua keamanan sepertimu sembrono sekali, saya sudah bilang kan, saya penghuni disini, apakah ini cara kalian memperlakukan penghuni?


Aron bertanya balik pada ketua keamanan


“Kamu….cepat lepaskan tanganmu, saya akan tahu setelah menanyakannya…


Ketua keamanan yang melihat Aron punya keahlian, merasa kalau dirinya tidak bisa menandingi Aron, dia hanya bisa meminta Aron untuk melepaskannya dulu.


Mendengar itu, Aron melepaskan cengkramannya, sedangkan ketua keamanan itu memijat-mijat pergelangan tangannya, dan menatap Aron dengan galak, kemudian mengeluarkan walkie-talkienya.