ARON

ARON
Bertemu Bawahan Geng Lyla



Mendengar suara itu Edo seketika memucat, dan orang-orang yang tadinya hendak turun tangan juga kaget dan bergegas mundur!


Pelacur bernama Lily itu juga kaget dan segera kabur, bayangannya menghilang dengan cepat.


“Gawat, gawat, gawat……..”


Wajah Evan juga sangat pucat, tubuhnya gemetaran : “Kakak ipar, gawat, bar ini adalah wilayah kekuasaannya Geng Lyla, kamu membuat onar disini, Geng Lyla tidak akan mengampunimu dengan mudah.”


Tepat ketika Evan selesai berbicara, seorang pria paruh baya yang mengenakan penutup mata dan hanya menunjukkan satu matanya saja berjalan menghampiri, di belakang pria paruh baya itu ada belasan satpam yang mengikutinya!


Melihat orang ini, Evan terkejut dan langsung pingsan di atas sofa, cairan berwarna kuning terlihat mengalir dari tubuhnya!


Melihat Evan yang seperti itu, Aron terdiam, dia tidak mengerti kenapa Kurniawan bisa punya cucu seperti ini.


“Kak Paolo, Kak Paolo, dia orangnya….dia orang yang memukuliku!”


Edo menghampiri pria paruh baya itu dengan gemetar dan mengeluarkan sebatang rokok dan berkata dengan nada menyanjung.


“Tampar!”


Pria paruh baya itu bahkan tidak melirik Edo, dan berkata dengan dingin.


Segera, seorang satpam yang ada di belakangnya langsung menarik kerah baju Edo dan menamparinya bolak-balik!


Edo ditampar lebih dari sepuluh kali dan membuat wajahnya membengkak dan memerah!


“Tadi kamu yang memukulinya?”


Setelah memukuli Edo, pria paruh baya itu menatap Aron dan bertanya padanya.


“Benar!” Aron mengangguk.


​“Tampari!” pria paruh baya itu mendengus dan satpam itu berjalan menuju ke arah Aron!


Dan saat baru mengangkat tangannya, Aron sudah meraihnya terlebih dulu : “Kalian tidak menanyakan duduk perkara dan langsung memukuli orang begitu saja?”


Melihat Aron berani melawan, pria paruh baya itu mengernyitkan keningnya : “Berani membuat onar di tempat saya, Paolo si mata satu, kedua belah pihak akan mendapatkan hukuman yang sama, lalu berani bertanya alasannya, apa kamu sedang merusak aturanku?”


Aron mulai memiliki kesan buruk terhadap Geng Lyla!


Pada awalnya saat dia mendengar dari Lina, dia memiliki kesan baik terhadap Geng Lyla, apalagi Master mereka, Lyla, Aron bahkan mengaguminya, namun sekarang sepertinya itu hanya rumor belaka!


​“Hm, bagaimana cara Geng Lyla melakukannya tidak perlu dikomentari oleh bocah sepertimu, tampari dirimu sendiri sebanyak sepuluh kali, lalu saya akan mengurusi masalah kalian yang berkelahi!”


Si mata satu mendengus.


“Kalau saya tidak mau?” Aron tersenyum dingin.


"Kalau kamu tidak mau menampari dirimu sendiri, saya akan turun tangan membantumu!”


Si mata satu berkata dan melayangkan tamparannya ke arah Aron!


Kecepatan si mata satu sangat cepat, orang yang ada disekeliling juga mewakili Aron berkeringat dingin, kalau tamparan itu tepat sasaran maka semua gigi yang ada di dalam mulut Aron pasti akan lepas!


Melihat si mata satu turun tangan, Aron menyeringai dan langsung mengulurkan tangannya untuk meraih pergelangan tangan si mata satu : “Saya ini orang yang suka berbicara logika, kenapa kamu malah mau turun tangan memukuliku?”


​Si mata satu kaget, dia menggunakan tenaganya dan ingin melepaskan cengkraman Aron, tapi dia menyadari tidak peduli sekuat apa dia berusaha, dia tidak bisa melepaskan cengkraman Aron!


“Bocah, apa kamu tahu akibatnya jika berani menyentuhku?” Si mata satu berkata dengan marah!


Di hadapan banyak orang, dirinya dicengkram oleh seorang pemuda rendahan, mana mungkin dia tidak marah!


“Jelas-jelas kamu yang duluan main tangan, apa Geng Lyla masih berbicara logika?”


Aron berkata dengan sedikit tak berdaya.


“Logika bajingan…….”


Tangan Paolo yang satunya lagi seketika mengepal dan dilayangkan ke arah Aron!


Aron mengernyitkan keningnya, dan aura pembunuh terlihat pada dirinya, dia sedang menahan diri sejak tadi tapi Paolo si mata satu ini terus memaksanya!


Dan saat Paolo melayangkan tinjunya, Aron melayangkan tendangannya!