ARON

ARON
Semua Palsu



“Wah, berlagak sekali, saya belum pernah dengar ada yang batuk kalau minum anggur yang jelek….”


“Hanya seorang pria miskin, mau berlagak apa? Sepertinya kamu belum pernah minum Chateau Palmer ya!”


“Saya tidak sanggup mendengarnya, membuat telingaku panas….”


Semua orang yang mendengar ucapan Aron menjadi kesal dan mulai memakinya!


Aileen juga tersenyum meremehkan, lalu berkata pada Yenni : “Yenni, lihatlah pacarmu itu, aneh sekali kan? Sudah miskin, masih berlagak kaya!”


Yenni tidak memperdulikan Aileen, tapi dia sendiri juga tidak mengerti apa yang terjadi pada Aron hari ini!


“Aron, kalau saya tidak salah lihat, tadi kamu datang dengan accord tua kan? Kamu tahu tidak, sebotol anggur ini bisa membeli mobilmu itu, untuk apa kamu berlagak?”


Verhaag bertanya dengan nada penghinaan.


Perkataan Verhaag membuat semua orang menyadari kalau di saku Aron tergantung sebuah kunci mobil accord tua!


“Saya hanya menghargai pemberian orang, ada Bentley juga, tapi saya tidak terlalu menyukainya….”


Aron berkata dengan tenang.


Kalau Aron mau, Bentley milik Jekson boleh dipakai sesuka hatinya, seluruh Geng Sanur adalah miliknya, apalagi hanya sebuah mobil seperti itu!


Cuih…….


Verhaag yang sedang minum air langsung menyemburkannya setelah mendengar ucapan Aron!


“Hahaha, bicaranya besar sekali, saya tidak pernah melihat orang yang setenang ini saat membual, kamu ini termasuk berbakat ya, kamu punya Bentley? Saya rasa Bentley itu seperti apa saja kamu belum pernah melihatnya.”


Verhaag tertawa terbahak-bahak, hingga hampir kehabisan nafas!


Yang lainnya juga ikut tertawa, mereka tertawa begitu keras hingga ada yang sampai mengeluarkan air mata!


“Saya masih kalah kalau dibandingkan denganmu, setidaknya saya tidak pernah menipu uang wanita, dan bisa setenang ini berlagak sambil mentraktir orang makan!”


Aron tersenyum sinis!


Senyuman Verhaag seketika hilang saat mendengar ucapan Aron, dia terlihat muram.


“Apa katamu, saya tidak mengerti!”


Verhaag menyipitkan matanya dan menatap kearah Aron!


“Apa maksudku? Kamu sendiri yang paling mengerti, menipu uang orang atau tidak, juga hanya kamu yang tahu….”


Aron juga tidak mau kalah dan menatap kearah Verhaag!


Tatapan keduanya seolah sedang beradu, suasana di ruangan seketika menjadi serius “Bicara apa kamu? Kak Verhaag itu orang kaya, jam tangannya saja puluhan juta, untuk apa menipu uang orang….”


Aileen berteriak pada Aron!


Didalam hati Aileen, Verhaag adalah sosok pria yang kaya dan ideal, orang sekaya itu tidak mungkin menipu uang orang lain!


“Benar, jam tangannya Kak Verhaag tidak akan sanggup kamu beli walau menjual seluruh tubuhmu, jangan memfitnah sembarangan!”


Vanessa berkata pada Aron!


Tidak ada yang mempercayai ucapan Aron, mereka tidak percaya kalau Verhaag bisa menipu uang orang!


“Hanya sebuah jam palsu, apa pantas dipamerkan?”


Aron tersenyum sinis!


Saat masuk saja Wa ron sudah menyadari kalau jam tangan Verhaag itu palsu, sekarang Aron hanya perlu mengirim sedikit energi spiritual untuk memeriksanya saja!. Palsu?


Saat ini tatapan semua orang tertuju pada Verhaag, bahkan Christine yang sejak tadi dihibur oleh Yenni pun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melirik jam tangan emas yang melingkar di pergelangan tangan Verhaag!


Kepanikan terlihat dalam mata Verhaag, lalu dia segera mengamuk : “Bicara sembarangan, jam tangan emasku ini dibeli di Swiss, apa kamu pernah melihat jam tangan emas? Kenapa berani mengatakan ini palsu?”


“Aron, katakan saja kalau kamu cemburu pada Kak Verhaag, untuk apa mengatakan jamnya palsu? Hanya jam tangan puluhan juta saja, Kak Verhaag bukannya tidak punya uang, untuk apa membeli yang palsu? Kak Verhaag itu mengendarai Mercedes Benz S class yang harganya 1 miliar lebih, kamu mau mengatakan itu mobil palsu juga?”


Aileen bertanya balik pada Aron!


“Saat sekolah saja saya sudah mendengar kalau Kak Verhaag itu sangat kaya, mana mungkin jam tangannya palsu.”


“Dasar manusia tidak berguna, dia tidak sanggup memiliki jadi dia mengatakan milik orang itu palsu, jahat sekali!”


Setelah mendengar pertanyaan Aileen, semua orang mulai mencaci Aron!


Vanessa juga menatap Aron : “Kamu saja belum melihat jam itu, sudah berani mengatakan jam itu palsu, kamu ini sedang cemburu karena mantan pacarnya pacarmu lebih hebat dibandingkan kamu ya? Di dalam hatimu merasa tidak senang kan?”


“Saya hanya mengatakan yang sebenarnya saja!”


Aron tersenyum.


“Cih!” Vanessa berdecak : “Kamu itu hanya iri, kalau memang hebat, buktikanlah!”


“Aron, kita juga baru kenal hari ini, apa maksudmu terus menargetkanku?” Melihat begitu banyak orang membelanya, dan mempercayainya, Verhaag memasang wajah dingin dan berkata : “Kalau kamu tidak bisa membuktikannya, saya akan menghabisimu, percaya?”


“Baik!” Aron mencibir : “Asli atau palsu kamu sendiri sangat jelas, sekarang kamu minta dipermalukan, maka jangan salahkan saya!”


Aron berkata sambil berdiri : “Sini jam tanganmu, biar kubuktikan pada kalian!”


“Bagaimana kamu akan membuktikannya?” Tangan Verhaag menyusut, dia tidak memberikan jam tangannya kepada Aron, dan bertanya dengan was-was : “Jam tanganku ini harganya puluhan juta, kalau kamu merusaknya apa kamu sanggup menggantinya?”


Verhaag tidak akan memberikan jam tangan itu kepada Aron, karena dia sendiri tahu dengan jelas kalau jamnya itu palsu, dia hanyalah orang yang berpura-pura kaya!


“Gampang, banting saja ke lantai, asli palsunya akan langsung ketahuan!” Aron berkata dengan tenang.


Kalau jam tangan emas dibanting, akan langsung ketahuan asli atau palsunya, motor gerak jam tangan emas itu terbuat dari emas, kalau palsu, motor geraknya tidak mungkin sama dengan yang aslinya!


“Kamu mau membanting jam tanganku!” Verhaag yang mendengarnya merasa ciut : “Aron, jam tangan ini berharga puluhan juta, kalau kamu membantingnya, apa kamu sanggup membayarnya? Verhaag tidak akan membiarkan Aron membantingnya, karena jam tangan ini palsu, kalau dibanting akan langsung ketahuan.


“Benar, apa kamu sanggup menggantinya?”


“Kamu berani membanting jam puluhan juta? Metode identifikasi macam apa ini?”


“Kalau tidak punya kemampuan, tidak usah berlagak, saya kira kamu benar-benar tahu cara mengidentifikasi jam asli dan palsu!”


Semua orang mulai menghujat Aron dan meremehkannya.


Aron tersenyum dan berkata : “Tidak dibanting pun ada cara lain, perlu diketahui kalau emas itu berbeda dengan logam lainnya, cukup timbang dan bandingkan saja beratnya dengan berat yang tertera di alamat web yang asli, akan ketahuan!”


Semirip apapun modelnya ditiru, tapi berat tidak akan bisa berbohong, karena bagaimanapun massa emas dan logam lainnya berbeda.


Setelah mereka mendengar cara itu, tidaklah buruk, lagipula itu tidak merusak jamnya!


“Kamu kira ini bisa ditimbang sesuka hatimu?” Tatapan mata Verhaag mulai menunjukkan kegelisahan, dia tidak akan menimbangnya, karena dia tahu berat jam tidak bisa dipalsukan!


“Aron, kamu begitu iri pada Kak Verhaag sampai mengatakan jam tangannya itu palsu, bagaimana kalau jam tangannya itu asli? Kenapa Kak Verhaag harus menuruti semua perkataanmu?!”


Aileen bertanya pada Aron.


“Kalau jam ini asli, maka saya yang akan membayar makanan malam ini!” Aron berkata dengan penuh percaya diri!


Jam tangan itu palsu, dan Aron sangat yakin!


Setelah mereka mendengarnya, mereka menatap kearah Verhaag : “Kak Verhaag, biarkan saja dia timbang, karena dia berani mengajak taruhan, maka kita kabulkan saja, lumayan kita bisa makan gratis!”


Verhaag seketika panik, dia tidak berhenti mencucurkan keringat dingin!


Dia tidak menyangka kalau Aron tidak akan melepaskan persoalan tentang jam tangannya..“Jam tangan ini harus ditimbang dengan timbangan khusus, tapi kita tidak punya, lalu bagaimana? Apa ditimbang dengan tangan saja sudah bisa?”


Verhaag berbalik bertanya.


“Baiklah, karena perkataanmu ada benarnya, kita memang tidak memiliki timbangan khusus, kalau begitu, kamu perlihatkan saja padaku sebentar, hanya sebentar, berani?”


Aron tersenyum!


“Apa yang akan kamu lakukan? Membanting jamku?” Verhaag bertanya dengan waspada.


“Tidak, saya tidak akan membantingnya, kalau sampai lecet sedikit saja, saya akan menggantinya sesuai harga jam ini, baik itu asli maupun palsu!”


Aron menggelengkan kepalanya, dia tidak perlu membanting jam tangan Verhaag untuk mengetahui keasliannya, perkataannya soal membanting jam tadi hanya untuk meledek Verhaag..!