
Aron bertindak demi dirinya, Yenni juga berencana mengorbankan nyawanya, dia tidak boleh berdiam diri dan melihat Aron dibunuh begitu saja dihadapannya!
Angin kencang bertiup kearah Yenni, Yenni yang ketakutan menutup matanya, sedangkan tangannya menarik Aron dengan erat kebelakang tubuhnya!
“Yenni….”
Mona juga tidak dapat menahan dirinya dan berteriak!
Meskipun dia baru mengenal Yenni, tapi Mona merasa Yenni adalah orang yang baik, berpengetahuan luas, sangat disukai oleh orang-orang, kalau dia mati karena Aron akan sangat disayangkan, maka dia tidak bisa menahan dirinya dan berteriak!
Dia melihat tinju Raffi menuju kearah Yenni, Yenni merasakan kematian yang mendekat, tapi setelah tiupan angin kencang itu, tidak ada lagi pergerakan, dia perlahan membuka matanya, dan menemukan tinju Raffi hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya, sedangkan tangan Aron mencengkram tinju Raffi dan membuat dia tidak bisa menggerakkannya!
Saat itu, semua orang membelalakan matanya, mereka tidak habis pikir, sedangkan wajah Raffi juga langsung berubah, tatapannya terlihat terkejut, karena dia dapat merasakan ada aliran kekuatan besar yang terus keluar dari dalam tubuh Aron, tidak peduli sekuat apapun dia mencoba semuanya berakhir sia-sia!
“Kalau kalian bukan bawahannya Jekson, kalian pasti sudah menjadi mayat sekarang…”
Aron menyeringai, membuat Raffi tiba-tiba mundur dan terduduk dilantai!
Melihat Raffi seperti itu, Dexter semakin marah lagi!
“Bajingan, dasar sampah, hanya seorang bocah saja tidak bisa kamu urus?”
Dexter menendang Raffi dengan kuat!
Raffi bergegas berdiri, dan menundukkan kepalanya dengan canggung, meskipun dia terjatuh, tapi Raffi tidak terluka, Aron sedang berbelas kasihan karena bagaimanapun bisa
dibilang mereka adalah bawahannya!
“Biarkan kami pergi, maka masalah hari ini dianggap selesai, kalau tidak, kamu akan menyesal…”
Aron berkata pada Dexter!
“Menyesal?” Dexter mencibir : “Saya tidak pernah tahu apa itu menyesal…”
Selesai berkata, tiba-tiba pintu ruangan terbuka, belasan orang yang memegang parang menerobos masuk, dan langsung mengepung Aron dan yang lainnya!
Tadi saat dikepung belasan orang dengan tangan kosong, Billy dan yang lainnya masih bisa mengendalikan diri walaupun wajah mereka terlihat sangat sangar!
Tapi sekarang saat dikepung belasan orang yang memegang parang, Billy dan yang lainnya terkejut, seolah mereka merasakan dinginnya parang itu, beberapa diantara mereka hampir pingsan, ada yang mengompol, dan bahkan Billy sendiri juga tidak luput, celananya basah!
“Bajingan, percaya tidak saya pasti akan membuatmu menjadi daging cincang hari ini?”
Dexter berkata dengan muram.
“Seingatku, Jekson tidak mengizinkan kalian untuk bertarung dan membunuh lagi, menyuruh kalian untuk berbisnis sesuai aturan, tapi hari ini kamu malah mau membuat kehebohan, apa kamu tidak mau meminta petunjuk Jekson dulu?”
Aron berkata dengan tenang.
Dexter tercengang, dia menatap Aron sekilas, setelah ragu-ragu dia kemudia berpesan pada bawahannya : “Perhatikan mereka, jangan sampai ada satu pun yang kabur, saya akan menelpon Tuan Jekson.”
Selesai berkata, Dexter mengeluarkan ponselnya dan keluar dari ruangan!
Melihat Dexter yang meminta petunjuk dari Jekson membuat Billy dan yang lainnya menjadi lebih pucat lagi, perlu diketahui Jekson memiliki reputasi yang buruk di Kota Sanur, dia adalah raja pembunuh berdarah dingin yang sadis!
Kalau benar-benar menyinggung Jekson, maka mereka semua tidak akan ada yana tersisa, pada saat itu, mereka pasti akan disiksa hingga mati!
“Aron, dasar tidak punya otak, sekarang kami semua akan mati bersamamu, tidak akan ada satupun yang bisa keluar dari sini hidup-hidup, bisa-bisanya kamu malah menyeret Tuan Jekson, habislah sudah…”
Billy yang melihat Dexter pergi menelpon Jekson langsung mencaci maki Aron!
Aron mengernyitkan keningnya, dia menatap Billy dengan dingin, membuat Billy seolah terjatuh kedalam gua es dan langsung terdiam!
“Saya tidak mau mati, saya tidak mau mati, ayah…ayah….”
Mona mulai menangis, dia terus bergumam seperti orang gila!
Seketika, banyak diantara mereka yang mulai menangis, seluruh ruangan itu langsung dipenuhi oleh suara tangisan.
Biasanya, Dexter akan mengambil keputusan sendiri dan menghabisi Aron dan yang lainnya, hanya segerombolan orang biasa, kalau hilangpun tidak akan menimbulkan keributan!
Tapi sekarang tidak bisa, Jekson sudah memerintahkan mereka tidak boleh bertarung dan membunuh sembarangan, Dexter hanya bisa bertanya kepada Jekson harus bagaimana!
Pada saat itu, Jekson sudah tertidur, dan saat mendapatkan telepon dari Dexter dia menguap beberapa kali : “Dex, sudah selarut ini, apa ada masalah di KTV?”
“Tuan Jekson, ada beberapa bocah yang membuat keributan di KTV, mereka melukai Raffi, terlalu berlebihan, saya ingin bertanya kepada Tuan Jekson, apa mereka boleh dihabisi saja…”
Dexter bertanya dengan hati-hati.
“Bocah-bocah?” Jekson mengernyitkan keningnya : “Siapa mereka? Apakah anggota Geng Serigala Api?”
Dengan reputasi Jekson di Kota Sanur, belum ada orang yang berani membuat onar di wilayah kekuasaannya, kecuali anggota Geng Serigala Api, bagaimanapun Roney juga dilukai oleh Aron beberapa waktu lalu!
Sekarang Geng Serigala Api sedang mencari perkara dengan Geng Sanur, jadi tidak ada yang tidak mungkin!
“Bukan, hanya segelintir orang biasa, katanya mereka bekerja di perusahaan milik Keluarga Utono, dan ada seorang bocah yang bernama Aron, dia yang melukai Raffi…”
Dexter berkata!
Mendengar nama Aron, Jekson langsung melompat turun dari tempat tidurnya!
“Dex, saya akan segera kesana, sialan, kamu jangan berani bertindak, tunggu saya….”
Selesai berkata, Jekson langsung mematikan teleponnya dan berlari keluar!
Dexter yang mendengar Jekson begitu tergesa-gesa menjadi bingung, tapi karena itu perintah Jekson, dia tidak berani membantah!
Dia kembali ke ruangannya, udara di kantornya sudah bau sejak tadi!
“Sialan…”
Dexter menutup hidungnya : “Buka jendelanya, dasar tumpukan sampah…”
Segera, jendela terbuka dan udara segar berhembus masuk, dan menyingkirkan bau pesing yang ada didalam ruangan!
Jekson berpesan agar dia menunggu, jadi Dexter hanya melambaikan tangannya dan menyuruh bawahannya yang membawa parang untuk mundur, jangan sampai mereka terlihat oleh Jekson!
“Saya sudah menghubungi Tuan Jekson, dia akan segera kemari, kalau ada permintaan terakhir, kalian bisa menyampaikannya sekarang…”
Dexter menatap Aron dan yang lainnya dengan dingin lalu tersenyum sinis!
Mendengar Tuan Jekson akan datang, Billy dan yang lainnya kembali kehilangan kewarasan mereka!
Suasana yang mulai hening kembali diisi oleh suara tangisan!
Siapa itu Jekson?
Di Kota Sanur anak berusia tiga tahun pun tahu siapa dia, dia adalah pembunuh berdarah dingin bagaikan iblis !
“Kak Dexter, ini semua tindakan Aron, kami tidak ada kaitannya, lepaskan kami ya…”
Billy kembali berlutut pada Dexter!Yang lainnya pun ikut berlutut dan memohon ampun, mereka tidak berhenti bersujud!
Sedangkan Aron langsung menarik Mona dan Yenni, tidak membiarkan mereka berdua berlutut!
Tidak peduli betapa Mona membencinya, tapi Denny bukan orang jahat, dia selalu menjaga Aron dan keluarganya dengan baik, Dave tidak boleh mengabaikan Mona!
Melihat Aron tidak berlutut, Dexter yang ingin memakinya menahan diri dan menelan kembali kata-katanya karena teringat perintah dari Jekson!
“Hm, tunggu saat Tuan Jekson datang, habislah kamu, mari lihat pada saat itu apakah kamu masih bisa berlagak…”
Dexter berpikir dalam hatinya!