
“Apa kamu sudah melihatnya, ginseng liar sebagus ini, bahkan belum pernah ditemukan di Kota Namae!”
Pria paruh baya itu berkata dengan sinis pada Aron : “Sekarang kamu sudah kalah, mana 10 miliar yang kamu janjikan? Saya rasa kamu pasti tidak sanggup mengeluarkan uang 10 miliar!”
Aron mengabaikan pria paruh baya itu dan mengulurkan tangannya untuk meraih ginseng liar itu!
“Eh, apa yang kamu lakukan……”
Raut wajah pria paruh baya itu seketika berubah dan dia mengulurkan tangannya untuk menghentikannya namun sudah terlambat, ginseng liar itu sudah berada di tangan Aron.
Aron meraih ginseng liar itu dan mematahkannya dengan tangannya!
“Saudara Aron, apa yang sedang kamu lakukan?”
Raut wajah Tedi juga berubah drastis, karena ginseng liar hanya berharga apabila kondisinya utuh, meskipun hanya satu akar kecilnya yang patah, maka harganya juga akan turun drastis, kalau ginseng liar itu langsung dibelah dua, maka itu tidak akan berharga lagi!
Crek……
Tapi baru saja Tedi selesai bicara, ginseng yang ada di tangan Aron sudah terbelah dua!
Tedi memejamkan matanya dan kemarahan tampak jelas di wajahnya, ginseng itu bernilai 20 miliar dan sekarang hancur begitu saja!
Niri dan Yuri juga menatap Aron dengan kaget, mereka tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Aron!
Sebaliknya, pria paruh baya itu langsung memucat saat Aeon membelah ginseng itu, dia berbalik dan hendak kabur, bahkan uang pun tidak mau lagi.
“Ingin kabur? Apa kamu bisa kabur?”
Aron tiba-tiba menyeringai!
Dan saat pria paruh baya itu hendak berlari keluar, Jekson yang sedang duduk minum teh tiba-tiba bergerak dan menendang pria paruh baya itu kembali!
“Ini….apa yang sebenarnya terjadi?”
Melihat pria paruh baya itu kabur, Tedi menjadi bingung dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi!
“Kak Tedi, coba kamu lihat ginseng ini palsu atau tidak!”
Aron menyerahkan ginseng yang dia belah pada Tedi!
Tedi melangkah maju dan menendang dada pria paruh baya itu dengan keras lalu berteriak : “Penjaga, bawa dia ke bawah dan beri dia pelajaran!”
Segera, pria paruh baya itu dibawa pergi dan menyusul suara teriakan yang terdengar!
“Saudara Aron, hari ini untung ada kamu, kalau tidak saya pasti akan rugi besar, uang yang hilang bisa dicari lagi, itu tidak masalah tetapi di kemudian hari saya mana punya muka untuk berbisnis di Kota Namae lagi, memalukan sekali!”
Tedi berkata pada Aron dengan ekspresi malu.
“Semua orang bisa saja bersikap ceroboh, itu normal!”
Aron berkata sambil tersenyum.
“Saudara Aron, saya ingin tahu bagaimana caranya kamu bisa tahu ginseng itu palsu? Kamu bahkan belum melihatnya!”
“Ini sangat mudah, insting penciuman saya sudah tinggi sejak lahir, jadi saya langsung tahu ketika menciumnya!”
Aron berbohong, dia tentu saja tidak boleh memberi tahu Tedi kalau dia menggunakan energi spiritual untuk merasakannya, kalau ginseng itu benar-benar berusia ratusan tahun Aron pasti bisa merasakan energi spiritual yang dipancarkan oleh ginseng itu.
Namun kali ini Aron tidak merasakan pancaran energi spiritual dari kotak kayu itu, jadi bisa disimpulkan kalau yang di dalam kotak kayu itu bukanlah ginseng liar, atau bukan ginseng liar yang berusia ratusan tahun, itu pasti palsu!
Tedi menatap Aron dengan kaget dan berkata dengan tidak percaya : “Saya sudah hidup selama ini dan belum pernah menemukan orang yang menggunakan hidungnya untuk memeriksa ginseng liar palsu atau asli, benar-benar menambah wawasan, hari ini benar-benar menambah wawasan…..”
“Kak Nuri, pacarmu punya kemampuan seperti ini? Hidungnya lebih akurat daripada penciuman anjing!”
Yuri berkata dengan kaget.
Namun setelah selesai berkata, dia tiba-tiba merasakan ada yang salah dengan ucapannya, dan menoleh ke arah Aron sambil tersenyum dengan rasa bersalah dan menjulurkan lidahnya!
Aron tidak memperdulikannya, dia tahu Yuri tidak bermaksud jahat dan membalas senyumannya!
“Saudara Aron, hari ini kamu sudah sangat membantuku, saya akan membawamu berkeliling di pasar sekarang, nanti kalau ada bahan obat yang kamu sukai, saya bisa membantumu bernegosiasi, di seluruh Kota Namae, tidak peduli toko obat mana pun, mereka pasti akan memberi muka pada saya!”
Tedi berkata sambil menepuk pundak Aron!