ARON

ARON
Pengumuman Presdir Baru



Melihat Aron berani duduk, Billy langsung berteriak marah : “Aron, kamu tidak tahu malu, sudah dipecat masih tidak mau pergi?”


“Saya baru pertama kali melihat karyawan yang dipecat dan tidak mau pergi, tidak tahu malu sekali!”


Ivanna tersenyum mengejek.


“Benar, cepat pergi, jangan merusak suasana di departemen kami!”


“Pria sepertimu sangat memalukan, sudah dipecat malah tidak mau pergi, apa kamu tidak bisa menemukan pekerjaan lainnya?”


“Hidup itu memang terus belajar ya, saya baru pertama kali bertemu dengan orang tidak tahu malu seperti ini!”


Para karyawan departemen pemasaran mulai menghina Aron, mereka sedang mencoba mengambil hati Billy!


”Tenang saja, saya tidak akan berlama-lama disini…”


Aron membereskan barang-barangnya dan bersiap berjalan keluar!


“Kak Aron…..”


Yenni melihat Aron yang hendak keluar segera mengejarnya.


Meskipun dua hari ini Yenni sedang marah pada Aron, tapi kalau Aron benar-benar dipecat, dia pasti merasa tidak tega!


“Kak Aron, kalau kamu benar-benar pergi, maka saya juga akan berhenti, perusahaan seperti ini apa bagusnya!”


Yenni juga ingin berhenti!


“Jangan bodoh, saya tidak mengatakan mau berhenti kan, saya hanya akan meninggalkan departemen pemasaran, kamu tetaplah bekerja, perusahaan ini adalah perusahaan yang baik hanya saja Billy sudah keterlaluan!”


Aron berkata sambil tersenyum!


“Kalau begitu, kamu akan pindah ke departemen lain?” Yenni tercengang!


“Anggap saja begitu!” Aron mengangguk.


​Yenni mengetahui Aron yang hanya akan berpindah departemen juga tidak mengatakan apapun lagi!


“Aron, apa perlu saya carikan pekerjaan baru untukmu?”


Mona menghampiri dan bertanya.


“Tidak perlu, terima kasih ya!” Aron berkata dan langsung beranjak pergi!


Melihat Aron akhirnya pergi, Billy menarik nafas, saat ini di departemennya tidak akan ada orang yang berani membantahnya lagi, hanya Aron yang berani melawannya sejak hari pertama, dia juga pembangkang, Billy sudah ingin memecatnya sejak awal!


“Ayo semuanya kembali bekerja, jangan diskusikan masalah direktur baru lagi, siapapun yang ditunjuk sebagai direktur baru, departemen pemasaran harus sepemikiran, dengan begitu tidak akan ada masalah!”


Setelah Aron pergi, Billy kembali berkata kepada seluruh bawahannya!


“Pak Billy, Presiden Utomo sudah datang, dan dia ingin mengumpulkan semuanya untuk rapat, katanya ada pengumuman penting….”


Sekretaris berkata pada Billy.


“Bu Nelly, apa ini mengenai penunjukkan direktur?” Billy bertanya dengan senyuman diwajahnya.


“Seharusnya!” Nelly mengangguk.


“Kalau begitu apakah Bu Nelly tahu siapa orang yang dibawa Presiden Utomo? Wanita atau laki-laki? Statusnya apa?”


Billy ingin mencari informasi terlebih dulu!


“Tidak membawa orang, Presiden Utomo datang sendirian!” Nelly berkata!


“Tidak membawa orang?” Billy tercengang lalu kembali bertanya : “Bukankah dia datang untuk penunjukkan? Bukankah seharusnya ada yang diutus dari pusat?”


“Bukan, akan ada promosi internal, Presiden tidak membawa orang dari pusat, Pak Billy, segera bersiap dan bawa bawahanmu juga!”


Nelly segera pergi!


​Billy tercengang, dia mengernyitkan keningnya dan keluar dari ruangannya lalu memberitahukan : “Semuanya, ayo berhenti bekerja, kita akan berkumpul untuk rapat di aula…”


“Pak Billy, apakah mengenai penunjukkan direktur baru?” ada yang bertanya.


“Benar, presiden datang langsung, seharusnya karena hal ini!”


Billy mengangguk.


“Kalau begitu apakah Pak Billy tahu siapa yang ditunjuk? Pria? Wanita?”


Ivanna bergegas bertanya.


“Bukan utusan dari pusat, akan dipilih secara internal…”


Billy berkata!


Satu kalimat itu membuat mereka semua tercengang dan mulai memilah : “Di perusahaan ini siapa yang memiliki persyaratan untuk menjadi direktur?”


“Saya rasa Pak Billy, kita juga baru berhasil menandatangani kontrak kerja sama yang


besar, pusat tidak mungkin tidak tahu!”


“Saya rasa juga Pak Billy yang paling pantas, Direktur itu harus memiliki pengetahuan tentang produk, dan pemasaran, dan sekarang tidak ada yang lebih pantas daripada Pak Billy!”


“Pak Billy, kalau Pak Billy terpilih menjadi direktur, jangan lupakan kami ya….”


Sekelompok orang itu mulai menyanjung Billy, seolah Billy akan segera menjadi direktur!