ARON

ARON
Tidak Perlu Mengandalkan Orang Lain



Tidak lama kemudian, Lina sudah selesai memasak mi dan dua lauk lainnya, Aron mencium aroma makanan dan nafsu makannya langsung meningkat!


“Tidak disangka walaupun keterampilan bela dirimu tidak seberapa tapi keterampilan memasakmu lumayan juga!”


Setelah makan dua suap Aron memuji Lina.


Tapi tidak disangka Lina berkata dengan dingin : “Keterampilan bela dirimu yang tidak seberapa, saya ini detektif paling hebat dalam timku!”


“Baik baik, keterampilan bela dirimu sangat luar biasa!” Aron terdiam sesaat, dua kata paling hebat, pasti dilebih-lebihkan, pasti Rudi memberi muka kepada Kurniawan dan membiarkannya.


Lina memelototi Aron, lalu tidak lama setelah itu dia bertanya dengan penasaran : “Tidak disangka kemampuan bela dirimu begitu hebat, siapa yang mengajarimu?


​“Omong kosong, kalau tidak hebat mana bisa menghabisi Keluarga Wisono?” Aron berkata dengan bangga : “Saya belajar secara otodidak, memiliki bakat bawaan lahir, gimana dong!”


“Cih!” Lina melirik malas Aron, dia tidak percaya Aron memiliki bakat bawaan lahir.


“Apakah di Kota Taka kalian para detektif selalu diremehkan oleh semua orang?” Aron bertanya dengan heran.


Perkataan Aron bagaikan sebuah jarum yang menusuk keras ke luka Lina, Lina tiba-tiba menunduk : “Kota Taka adalah kota seni bela diri, ada aula seni bela diri dimana-mana, dan ada banyak keluarga bela diri yang tidak dapat dihitung jumlahnya, dengan banyaknya keluarga bela diri, maka perselisihan juga sering terjadi, Detasemen Perlindungan Hukum tidak bisa mengurus semuanya, bahkan terkadang kami tidak bisa mengurusnya, keluarga seni bela diri ini memiliki aliansi seni bela diri, dan perselisihan yang terjadi antar keluarga bela diri juga diadili atau dimediasi oleh Aliansi Seni Bela Diri!”


Perkataan Lina membuat Aron bersemangat : “Aliansi Seni Bela Diri? Kota Taka memiliki hal semacam itu?”


Dulu Aron hanyalah orang biasa yang tidak mengerti hal-hal semacam ini, oleh karena itu dia tidak tahu kalau Aliansi Seni Bela Diri merupakan hal yang lumrah!


“Tentu saja, Aliansi Seni Bela Diri dibentuk oleh empat keluarga Bela Diri di Kota Taka, untuk menahan satu sama lain, dan untuk menghadapi tantangan ahli bela diri dari tempat lain!"


“Siapa empat keluarga bela diri?” Aron kembali bertanya.


“Keluarga Rangga, Keluarga Filan, Keluarga Tio, dan Geng Lyla!”


“Geng Lyla? Kenapa masih ada geng yang tergabung di dalamnya?” Aron semakin penasaran.


“Geng Lyla ini baru berkembang belum lama, tapi kekuatan mereka sangat kuat, terutama Master mereka, Lyla, rumornya dia sudah hampir mencapai level Master Kekuatan Batin, meskipun Lyla ini seorang wanita tapi dia sangat sadis dan kejam, dia bisa mengembangkan Geng Lyla dengan waktu yang singkat, dan mendapatkan posisi dalam Aliansi Seni Bela Diri, tapi Lyla tidak pernah melakukan hal yang ditentang langit!”


Lyla berkata dan tatapan matanya terlihat penuh kekaguman, sepertinya dia sangat mengagumi Lyla.


“Kalau begitu, Lyla adalah pahlawan bagi para wanita!”


Aron tersenyum, namun, Aron juga mengagumi wanita perkasa seperti ini dari lubuk hatinya.


"Tentu saja, di kota Taka banyak yang menyebut Lyla sebagai buddha perempuan, banyak Tuan Muda dari keluarga konglomerat yang menganiaya orang tapi kalau bertemu dengan Lyla mereka mau tidak mau harus patuh, siapa pun tidak berani memprovokasinya, bahkan Erick dari keluarga Wisono sudah berkali-kali diberi pelajaran oleh Lyla, dan oleh karena itu Geng Lyla dan Keluarga Rangga berseteru.”


Lyal berkata dan matanya tiba-tiba bersinar : “Kalau kamu bisa kenal dengan Lyla mungkin saja masih ada harapan untuk tetap hidup, asalkan Lyla membantumu, Keluarga Rangga juga harus mempertimbangkan kembali keinginan mereka untuk membunuhmu!”


“Bukankah kamu berharap saya dibunuh oleh keluarga Rangga? Bagaimana pun saya ini seorang pembunuh yang membakar habis seluruh Keluarga Wisono!”


Aron bertanya pada Lyla dengan ekspresi mempermainkan.


“Saya tentu tidak berharap seperti itu, kalau kamu mati maka Nuri akan sangat sedih, saya tidak ingin melihat teman baikku sendiri sedih, dan lagipula Keluarga Wisono memang pantas mati……”


Lina tidak keberatan dan berani mengatakan apapun di rumahnya sendiri.


“Hahaha, tidak perlu mengandalkan Lyla, Keluarga Rangga ingin membunuhku pun tidak akan semudah itu!”


Aron tertawa dan sama sekali tidak menganggap Keluarga Rangga.