
“Istriku, kamu….kamu benar-benar bisa melihat lagi?”
Wahyu penuh keterkejutan, dan mengibas-ngibaskan tangannya didepan Sheli.
“Bisa, bisa melihat!” Sheli mengangguk dengan keras : “Kamu jangan terus mengibaskan tanganmu didepanku, lalu janggutmu itu, saya sudah mengingatkanmu untuk mencukurnya sehari sekali, lihatlah seberapa panjangnya itu!”
Wahyu memegang janggut diwajahnya sendiri, dan raut wajahnya seketika bersemangat, dia langsung memeluk Sheli : “Istriku, baguslah, bagus sekali, kamu benar-benar bisa melihat…..”
Wahyu, pria yang tangguh ini, malah tergerak hingga matanya memerah!
Aron melihat ayah dan ibunya yang begitu bahagia juga tersenyum, sejak kecil dia tidak pernah melihat ayah dan ibunya bertengkar, meskipun ayahnya pria yang keras, dan punya pandangan sendiri dalam cara mendidik, namun Aron bisa merasakan perasaannya terhadap Sheli, Wahyu hanya tidak suka menunjukkan perasaannya saja!
“Apa yang kamu lakukan, putramu disini!”
Sheli yang sedikit malu langsung mendorong Wahyu!
“Hahaha, istriku, saya akan membawamu berjalan-jalan diluar, pemandangannya bagus sekali!”
Wahyu tertawa dan bersiap menarik Sheli keluar untuk melihat pemandangan puncak gunung.
“Ada apa, apa yang membuat kalian begitu bahagia?”
Nuri berganti gaun putih dan berjalan turun!
Sheli menoleh kearah suara itu, dan saat dia melihat Nuri, dia tertegun, dia pernah membayangkan sosok Nuri didalam benaknya berkali-kali, karena bagaimanapun dia seorang Nona Muda, cara bicaranya juga begitu indah, pasti juga sangat cantik!
Tapi, saat ini Sheli terpaku, karena dia melihat Nuri tidak hanya sangat cantik, tapi bagaikan seorang dewi.
“Nuri, kamu…..kamu cantik sekali!”
Sheli tidak bisa tidak memujinya!
Nuri yang sedang turun dan mendengar pujian Sheli juga tercengang : “Bibi, kamu….kamu sudah bisa melihat?”
“iya, saya bisa melihat, saya sudah pernah membayangkan betapa cantiknya dirimu, tapi saat melihatmu, kamu jauh lebih cantik daripada bayanganku, seperti seorang dewi!”
Sheli menghampiri Nuri dan meraih tangannya.
“Bibi tidak sekedar memuji, kamu memang sangat cantik, biarkan bibi melihat lebih jelas!”
Sheli menatap Nuri dengan seksama, dan membuat Nuri menjadi lebih malu lagi!
“Ibu, ayah ingin membawamu keluar melihat pemandangan malam, sekarang sudah tidak hujan lagi, kalian cepat pergi, pemandangannya sangat cantik!”
Aron berkata pada Sheli.
Kalau Sheli terus seperti ini, Nuri akan merasa sangat canggung!
“Benar, saya akan membawamu berjalan-jalan, dari sini kita bisa melihat pemandangan seluruh kota Sanur, sangat indah!”
Wahyu berkata sambil menarik Sheli.
Sheli yang mendengarnya seketika bersemangat, lalu berkata pada Nuri : “Nuri, sudah sangat larut, tidak usah pulang, menginap saja disini, besok pagi bibi akan membuatkanmu sarapan!”
Sheli ditarik pergi oleh Wahyu, Aron menatap Nuri dan bertanya : “Kamu benar-benar akan menginap disini?”
“Tentu saja!” Nuri mengangguk : “Saya akan keatas dan tidur, besok pagi kalau saya telat bangun, tolong bangunkan saya!”
Melihat Nuri yang menaiki tangga dan membuat paha putihnya semakin terekspos, Aron menelan ludahnya dan berjalan kembali ke kamarnya, dia tidak berani melihat lagi, dia takut dia tidak bisa mengontrol dirinya! Nuri yang melihat Aron berbalik pergi, menggerutu dengan kesal : “Dasar bodoh…..”
Keesokan paginya!
Aron masih terlarut dalam kultivasinya, setelah mendapatkan Papan Tujuh Bintang, kultivasinya Aron menjadi jauh lebih cepat!
Setelah banyak menunda kultivasinya, Aron harus bergegas mengejar ketinggalannya.
Hanya saja dengan peningkatan kekuatannya, keperluan Aron terhadap berbagai sumber daya juga semakin banyak!
Hanya dalam waktu satu malam, energi kebencian dan energi spiritual yang tersimpan didalam Papan Tujuh Bintang itu hilang separuh, dan Aron masih belum merasakan kekuatannya bertambah dengan signifikan!
Masih tidak sebanding dengan jamur Lingzhi waktu itu!