ARON

ARON
Menyelamatkan Nuri



Di depan pintu pabrik bekas yang berada di bagian barat Kota Sanur!


Berhenti sebuah mobil SUV berwarna putih, Aron berjalan turun dengan membawa hawa nafsu membunuh yang sangat kental!


“Sudah datang!”


Melihat Aron datang sendiri untuk memenuhi janji, perasaan Ronal campur aduk antara senang dan gelisah, lalu dia berkata kepada Erick: “Tuan Muda Erick, kemampuan Aron sangat hebat, apakah Anda yakin dua orang pengawalmu ini dapat mengalahkannya?”


Dua orang pengawal mendengar ada orang yang meragukan kemampuan mereka, wajah mereka berubah menjadi dingin, salah satu dari mereka menghampiri sebuah bongkahan batu bata yang besar dan mmenghantamnya


Brak…….


Bongkahan batu bata itu langsung hancur berkeping keping, batangan baja di dalamnya juga menonjol keluar!


Ronal yang melihatnya, seketika terperanjat!


Melihat tampang Ronal yang terkejut, Erick berkata dengan penuh penghinaan: “Dua orang ini adalah ahli dalam ilmu tenaga dalam, dengan satu tinju dapat mematikan seekor sapi dengan mudah, coba katakan apakah dapat membunuh orang?”


“Dapat, dapat…….” Ronal sekuat tenaga menganggukkan kepalanya!


“Walaupun mereka tidak sanggup menghadapi Aron, bukankah masih ada saya!


Sambil berkata Erick mengeluarkan sebuah pistol dari kantong bajunya.


Klik…….


Dia peragakan pistolnya di hadapan Ronal, lalu berkata dengan tertawa: “Walaupun Aron sangat hebat, apakah dia dapat menghindari peluru saya?”


“Ha Ha Ha, tamatlah riwayat Aron hari ini, siapapun tidak akan bisa menolongnya!”


Melihat pistol di dalam genggaman tangan Erick, dia sudah merasa lega, karena bagaimanapun tingginya ilmu seseorang juga takut terhadap senjata, apalagi sekarang yang ada dalam genggaman tangan Erick adalah pistol!


Nuri yang berada di dalam juga mendengar percakapan mereka, setelah mengetahui di tangan Erick ada pistol, hatinya sangat cemas dan gelisah, dia tidak boleh membiarkan Aron menempuh bahaya demi menyelamatkan dirinya, terlebih lagi dia tidak bisa melihat Aron mati, tetapi dia tidak bisa memberitahu Aron karena dirinya sekarang terkurung dalam kamar!


Pada saat ini, sambil memandang bangunan pabrik bekas di depannya, Aron melangkah masuk dengan hati hati, energi spiritual memancar keluar dari tubuhnya, seketika dia dapat merasakan benda benda dalam radius 10m!


Ketika Aron berjalan masuk ke dalam pabrik, dia melihat dua orang pengawal berwajah dingin berdiri di kiri kanan, keduanya bertubuh kekar dan tegap, sekilas pandang sudah tahu mereka adalah orang orang berilmu tinggi!


Sedangkan Ronal duduk di sebuah kursi sambil menyilangkan kakinya, dengan muka tersenyum memandang Aron, pandangan matanya mengandung penghinaan dan melecehkan!


Saat ini dia memandang Aron seperti memandang orang yang sudah mati!


Ronal bangkit dan berkata.


“Tidak usah banyak ngomong, dimana Nuri?”


Aron berkata dengan ekspresi datar!


“Aron, saya berada disini, kamu cepat pergi, mereka mempunyai pistol…….”


Nuri mendengar suara Aron datang, dia menggedor pintu kamar dengan sekuat tenaga!


“Nuri……”


Aron mengerutkan keningnya dan menuju kearah kamar!


Begitu Aron bergerak, dua orang pengawal itu langsung menghadangnya dengan memasang ancang ancang!


Pada saat ini, pintu kamar terbuka, tangan Erick menggenggam pistol sambil mendorong Nuri keluar!


Rambut Nuri terurai dan di wajahnya membekas kotoran hitam, penampilannya kelihatan sangat menyedihkan.


Begitu melihat Aron, Nuri berteriak sekuat tenaga: “Aron, jangan hiraukan saya, mereka tidak akan berani membunuhku, kamu cepat pergi, cepat pergi….”


“Tutup mulutmu!” Erick sangat marah, dia menampar Nuri dengan sekuat tenaga!


BANG……


Aron melihatnya, seketika hawa membunuh yang memancar dari tubuhnya beralih ke tubuh Erick!


Tubuh Erick juga gemetar merasakan hawa pembunuhan yang memancar dari tubuh Aron, dia mengarahkan pistolnya ke kepala Nuri!


​Jika kamu berani bergerak, saya akan menembak mati dirinya…..”


Pandangan mata Erick mengandung ketakutan menatap ke arah Aron!


“Aron, hari ini jangan harap bisa meninggalkan tempat ini, disini akan menjadi kuburanmu, apakah kamu mengira dirimu sangat hebat karena mengenal Tuan Jekson Herlambang dan Kurniawan? Berani- beraninya memamerkan diri di hadapanku, sekarang tidak ada satu orangpun yang bisa menolongmu!”


Ronal sangat marah mengingat sebelumnya dia merendahkan diri di hadapan Aron, dia melangkah maju sampai didepannya, dan mengarahkan sebuah tamparan ke wajah Aron!