ARON

ARON
Kembali kerumah herbal



“Tidak akan, tenang saja, pebisnis tidak memiliki teman dan musuh, hanya ada kepentingan, saya membayar untuk membeli bahan obat darinya dan dia mendapatkan keuntungan, bagaimana mungkin dia menolak peluang bisnis, apalagi pelanggan besar sepertiku juga jarang ditemukan!”


Aron berkata sambil tersenyum dan tidak tampak cemas sedikitpun!


“Kalau….kalau begitu kita masih akan pergi ke Rumah Herbal?” Tedi bertanya dengan waspada.


“Tentu saja, saya belum mendapatkan barang yang saya mau, kenapa tidak mau pergi!”


Aron mengangguk dan naik ke mobil menuju ke Rumah Herbal!


Pada saat itu di dalam Rumah Herbal, Iman sedang murka!


“Tidak masuk akal, di Kota Namae ternyata ada orang yang berani melawanku, benar-benar membuatku kesal….”


Iman membanting gelas dengan keras ke lantai!


“Tuan, bagaimana kalau saya membawa beberapa orang untuk merebut kembali Teratai Salju itu?”


Kata seorang pemuda bersetelan jas hitam yang kehilangan telinga kirinya.


Orang ini adalah orang kepercayaannya Iman, saat Iman bertarung dan membunuh di Kota Namae, pemuda ini selalu berada di sisinya, meskipun sekarang Iman sudah membersihkan diri dari hal-hal itu, dia tidak mengusir pria ini!


Iman ragu-ragu sejenak lalu berkata sambil mengerutkan keningnya : “Ingat cari tempat yang tidak ada orang dan jangan sampai hal ini diketahui oleh publik!”


Iman bersusah payah membersihkan diri, kalau sampai hal ini diketahui publik akan mempengaruhi reputasinya.


Tapi dia sangat menyukai Teratai Salju itu, bukan karena Iman ingin menjualnya kembali tapi dia ingin menggunakannya sebagai harta karun untuk tokonya, harta karun toko yang dia miliki saat ini bisa dibilang palsu, itu tidak berusia ribuan tahun, ini juga alasan kenapa Iman lebih suka membelinya dengan harga mahal!


“Tuan, tenang saja, saya sudah melakukannya selama bertahun-tahun dan saya tahu apa yang harus saya lakukan!”


Pemuda itu mengangguk dan membalikkan badannya bersiap untuk pergi!


Namun saat dia membalikkan badannya, dia melihat Aron dan Tedi yang berjalan masuk dan tidak bisa tidak kaget!


Iman yang melihat Aron berani datang kembali ke tokonya juga merasa kaget!


Aron menatap Iman yang kaget dan berkata sambil tersenyum!


“Mengandalkan integritas?” Iman mencibir : “Kamu merebut Teratai Salju berusia ribuan tahun milikku, tidak disangka kamu masih berani menginjakkan kaki di tokoku, benar-benar tidak menganggap saya serius!”


“Tuan Hardi, perkataanmu sepertinya kurang tepat? Saya menghabiskan uang untuk membeli Teratai Salju itu, kenapa kamu mengatakan saya merebut milikmu?”


Aron sengaja berlagak bodoh.


“Bocah, jangan berpura-pura, tinggalkan Teratai Salju berusia ribuan tahun itu, dan saya akan mengampuni nyawa kalian, tinggalkan Kota Namae atau nyawamu akan menjadi taruhannya!”


Pemuda bertelinga satu itu berkata pada Aron dengan raut wajah dingin.


Setelah pemuda itu berbicara, belasan orang tiba-tiba menghalangi pintu dan pintu mulai tertutup!


Saat ini, Tedi, Yuri dan yang lainnya mulai memucat, Nuri juga menarik lengan baju Aron dengan erat!


“Tuan Hardi, kalau ada masalah bisa dibicarakan baik-baik, ini…..”


“Minggir, ini bukan urusanmu!”


Tedi ingin mencoba bermusyawarah, namun tidak disangka baru saja membuka mulut dia sudah langsung dimaki oleh Iman, dan wajahnya terlihat canggung!


“Jadi kalian berencana merebutnya ya?”


Aron malah tersenyum dan tidak terlihat takut sama sekali!


“Bocah, kamu ini bukan manusia ya, sudah sampai saat seperti ini kamu masih bisa tersenyum, saya, Iman, paling kagum dengan orang sepertimu, tinggalkan Teratai salju itu dan saya akan memberimu tiga ratus miliar, dengan begitu kerugianmu juga tidak terlalu besar, bagaimana?”


Melihat Aron yang tidak takut, dan terlihat tenang, Iman merasa janggal, dia takut ada kekuatan di belakang Aron, karena seorang pemuda yang bisa mengeluarkan uang ratusan miliar begitu saja pasti bukan orang biasa!


Oleh karena itu Iman berencana mundur selangkah, dia berencana membeli Teratai Salju itu dengan uangnya, dan ini juga termasuk menyediakan langkah mundur bagi Aron!