ARON

ARON
Teman Kuliah Nuri



Sedangkan Nuri sedang menatap ponselnya, dia sedang memasak sambil mencari cara memasak, sebagai putri dari orang terkaya, Nuri tidak pernah memasak sendiri, namun demi Aron dia bersedia belajar dan melakukannya, keningnya bahkan dipenuhi dengan keringat!


Melihat sosok Nuri yang sedang sibuk di dapur, mata Aron dipenuhi dengan cinta!


Dan pada saat ini, telepon Aron tiba-tiba berdering.


Aron mengangkatnya, dan ternyata itu panggilan dari Kurniawan!


“Tuan Aron, apa Anda punya waktu sekarang? Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, Rudi ingin bertemu dengan anda!”


Kurniawan bertanya dengan hati-hati.


“Ketua Detasemen Perlindungan Hukum? Untuk apa dia mencariku?”


Aron mengernyitkan keningnya.


“Saya juga tidak terlalu jelas, saat ini dia sedang mengadakan perjamuan di Hotel Sadewa dan berharap Anda bisa hadir!”


Kurniawan tidak tahu apa yang dilakukan Aron di Kota Taka, dia hanya menyampaikan pesan dan apa alasan dibalik itu dia sendiri juga tidak tahu!


“Baiklah, saya akan segera kesana!”


Aron mengangguk lalu mematikan teleponnya!


Setelah mematikan teleponnya, Aron berjalan menuju ke dapur untuk memberitahu Nuri tidak usah memasak lagi!


Dan baru sampai di dapur, dia melihat asap hitam yang memenuhi ruangan, Aron bergegas maju dan mengangkat panci itu dari kompor.


“Ah, apa yang terjadi?”


Nuri melihat asap hitam itu dan tidak tahu apa yang salah!


Aron membukanya dan melihat nasi yang dimasak sudah gosong dan menjadi gumpalan hitam!


Nuri yang melihatnya seketika seperti seorang anak kecil yang baru melakukan kesalahan dan berkata pada Aron : “Saya, saya lupa menambahkan air!”


Aron tersenyum : “Sudahlah, tidak usah memasak lagi, ayo makan di luar, ada orang yang mau mentraktir!”


“Siapa yang mentraktir?” tanya Nuri.


Aron berkata jujur.


“Ketua Detasemen Perlindungan Hukum ingin bertemu denganmu?” Nuri mengernyitkan keningnya dan matanya tiba-tiba melebar : “Apa karena masalah kamu membakar habis Keluarga Wisono di Kota Taka?”


Setelah Nuri mengatakannya, Aron baru menyadarinya, lalu mengangguk dan berkata, "Mungkin!"


​Karena Aron tidak mengenal Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, dan dia mengatakan ingin bertemu dengannya, pasti ada masalah.


“Kalau……kalau begitu sebaiknya kita tidak usah pergi!”


Wajah Nuri seketika menjadi cemas!


“Tenang saja, tidak akan ada masalah…..”


Aron menenangkan Nuri.


Saat itu Aron sudah merusak rekaman video pengawas dan membuangnya, untuk menyelesaikan masalah yang tidak perlu di masa depan.


Setelah berganti pakaian, Aron dan Nuri pergi ke Hotel Sadewa, hanya saja yang membuat Aron terkejut ternyata perjamuan itu juga dihadiri oleh orang lain, dia tidak hanya mengundang Aron seorang, sepertinya tujuan pihak lain memanggilnya bukan karena masalah Keluarga Wisono!


Jhonatan, Willy dan beberapa bos di Kota Sanur juga terlihat disana, bagaimana pun Rudi datang dari Kota Taka, jadi beberapa orang dari Kota Sanur ini juga ingin membuat koneksi dengan dirinya!


Dan orang-orang itu juga sudah akrab dengan Aron, jadi mereka semua menyapa Aron dan Aron juga menyapa kembali mereka satu per satu!


Saat ini di sudut ruangan, Lina yang mengenakan seragamnya sedang memperhatikan gerak-gerik setiap orang, hanya saja saat Lina melihat Nuri, dia seketika tercengang!


Dia berjalan menghampiri dengan cepat dan berkata dengan kaget : “Nuri, kenapa kamu ada disini?”


“Lina, kenapa kamu ada disini?” Nuri yang melihat Lina juga kaget, lalu dia melihat seragam yang dikenakan Lina : “Wah lumayan juga kamu, sekarang sudah menjadi detektif ya, seragammu ini cocok sekali denganmu!”


“Saya menemani Ketua Detasemen kamu datang dengan siapa?!” Lina berkata lalu melihat Aron dan bertanya kepada Nuri : “Dia ini siapa?”


Nuri melihat Aron sekilas, lalu melihat liontin giok yang dikenakannya dan berkata : “Namanya Aron, dia adalah pacarku!”


​Sekarang Aron sudah memberikan tanda cinta kepadanya, dan mereka berdua akhirnya memiliki hubungan yang resmi, jadi Nuri juga sudah bisa memperkenalkannya sebagai pacarnya pada orang lain.