ARON

ARON
Tawar Menawar



“Banyak?” mata Iman bersinar : “Hahaha, bisa dibicarakan, bisa dibicarakan, Pak Tedi mengingat Rumah Herbal, saya tentu tidak boleh membuat Pak Tedi rugi, nanti saya pasti akan memberikan komisi kepada Pak Tedi!”


Dalam berbisnis, banyak kejadian dimana mereka saling memperkenalkan pelanggan, dan pemberian komisi juga merupakan keharusan!


“Tuan Hardi terlalu sungkan, orang ini adalah saudaraku bukan orang lain, saya tidak membutuhkan komisi, cukup berikan diskon saja!”


Tedi bergegas menjelaskan.


“Baik, baik…” Iman tertawa, lalu berkata sambil menatap Aron : “Saudara, berapa banyak bahan obat berusia ratusan tahun yang kamu butuhkan?”


“Semua yang kamu punya!” Aron berkata dengan santai.


Iman yang mendengarnya seketika tertegun lalu tertawa : “Saduara, saya rasa kamu tidak tahu harga bahan obat yang berusia ratusan tahun, satu bahan obat saja sudah bernilai miliaran, kalau yang kualitasnya bagus bisa bernilai lebih dari puluhan miliar, dan apakah kamu tahu seberapa banyak bahan obat yang ada di tempatku ini? Apa kamu tahu sebanyak apa bahan obat yang ada di seluruh Kota Namae?”


Tedi juga mengecilkan suaranya dan berbisik pada Aron : “Saudara Aron, kamu boleh membeli sedikit dulu untuk dilihat, barang ini memang barang bagus tapi kalau disimpan saja juga tidak ada gunanya!”


Pada saat itu Tedi masih belum tahu kalau Aron membeli bahan obat ini untuk kultivasi dan bukan untuk dijual kembali!


Aron tidak berkata apapun, namun dia menoleh dan berkata pada Iman : “Tuan Hardi, saya dengar kalau di kamu memiliki harta karun yang berupa sebuah Lingzhi yang berusia ribuan tahun, apakah saya boleh melihatnya?”


“Kenapa? Apa kamu ingin membelinya?” Iman bertanya.


“Kalau memang benar Lingzhi berusia ribuan tahun saya pasti akan membelinya, harganya terserah padamu!”


Kalau memang asli, Aron pasti akan menggunakan segala macam cara untuk mendapatkannya, sebuah Lingzhi yang berusia ribuan tahun sudah cukup untuk meningkatkan level kekuatan Aron!


“Hahaha, anak muda zaman sekarang benar-benar tidak terduga, sepertinya saya memang sudah tua!” Iman tertawa : “Hanya saja, karena itu merupakan harta karun toko saya, dibayar berapapun saya tidak akan menjualnya, sebaiknya kita diskusikan saja bahan obat yang berusia ratusan tahun!”


“Baiklah, kalau begitu tolong Tuan Hardi keluarkan bahan obatnya dan buka harganya!”


Sepertinya Rumah Herbal yang mengaku memiliki Lingzhi ribuan tahun sebagai harta karun tokonya juga hanya membual!


Iman menganggukkan kepalanya dan menepuk tangannya tiga kali, segera seseorang menghampiri dengan membawa kotak kayu, totalnya ada lima kotak kayu dan di dalamnya berisi ginseng liar, lingzhi dan sejenis wampi yang berusia ratusan tahun.


“Saudara, di dalam ini berisi bahan obat yang berusia ratusan tahun dengan kualitas tinggi, apakah kamu mau melihatnya dulu?” Imam berkata sambil menunjuk kotak kayu itu.


“Tidak perlu, Tuan Hardi katakan saja harganya!”


Aron menggelengkan kepalanya.


Iman merasa senang dalam hatinya, dia paling suka orang tidak punya otak seperti ini, tidak mengerti apapun namun berlagak berpengetahuan tinggi, uang orang-orang seperti ini adalah yang paling gampang diperas!


“Saudaraku royal sekali, karena kamu begitu percaya padaku, dan juga saudaranya Pak Tedi, maka saya akan membuka harga sebesar dua puluh miliar per tanaman, Pak Tedi juga tahu harga pasaran untuk bahan obat berusia ratusan tahun kelas tinggi seperti ini, kami akan menjualnya pada harga dua puluh miliar saja!”


Iman memicingkan matanya dan berkata dengan tegas.


Aron tahu Iman tidak berbohong karena saat di Teras Obat, Tedi juga berencana membeli ginseng liar berusia ratusan tahun yang berkualitas tinggi dengan harga dua puluh miliar, tampaknya ini memang harga pasarannya!


“Saudara Aron, dua puluh miliar untuk bahan obat berusia ratusan tahun dengan kualitas tinggi tidaklah mahal!” Tedi berkata pada Aron.


Aron mengangguk dan tiba-tiba bertanya : “Kak Tedi, bagaimana harga pasaran untuk bahan obat berusia ratusan tahun yang berkualitas rendah?”


“Kalau yang berkualitas rendah harganya jauh lebih murah, paling mahal hanya bernilai setengah dari ini, hanya sepuluh miliar!”


Tedi menjelaskan!