ARON

ARON
Penagih hutang



“Lantas kamu tidak memberitahu Pak Junio, kalau dia itu tidak berpendidikan?” Mona terus bertanya.


“Tentu saja saya sudah memberitahunya, tapi tatapan Pak Junio saat itu sudah hampir membuatku mati terkejut, kalau saya masih terus melanjutkan perkataanku, bisa-bisa saya juga langsung dicabut dari jabatan manajer ini….”


Saat Billy mengingat kembali tatapan Junior saat itu, dia masih merasa ketakutan!


“Lantas apakah dia benar-benar mengenal Pak Junio?” Mona mengernyitkan keningnya.


“Kita lihat saja dulu situasinya, kalau dia benar-benar mengenal Pak Junio, maka kita benar-benar tidak boleh melawannya lagi, justru kita harus menjilat padanya!” Billy menasihati Mona!


“Apa perlu kamu ajari!” Mona memutar bola matanya, lalu berjalan pergi!


Saat ini belasan orang yang ada di bagian pemasaran sudah mengetahui kalau Direkut umum sudah memberikan pernyataan, dan merekrut seseorang yang berpendidikan rendah.


Gosip semacam ini tentu akan beredar dengan sangat cepat didalam perusahaan!


“Si Aron ini pasti punya hubungan dengan Pak Junio, kalau tidak, tidak mungkin dia direkrut!”


“Kita harus berhati-hati padanya, kalau dia benar-benar punya hubungan dengan Pak Junio, kecerobohan kita bisa membawa kita menuju kesialan nantinya!”


Semua karyawan di bagian pemasaran sedang mendiskusikan hal ini.


“Sedang apa kalian? Apa tidak punya kerjaan?”


Mona keluar dari ruangan, dan melihat semua orang sedang berkumpul dan berdiskusi, dia lalu berteriak dengan dingin!


Meskipun Mona juga karyawan biasa di bagian pemasaran, tapi dia selalu mempermainkan otoritas, dan bagaimanapun Billy adalah manajer dari bagian pemasaran, tidak ada orang yang berani menyinggung Mona!


Mendengar teriakan Mona mereka semua langsung bubar, hanya ada seorang wanita berambut pendek yang berjalan kearah Mona!


Wanita itu adalah Ivanna, dia sangat dekat dengan Mona!


“Mona, apakah kamu sudah dengar kalau bagian pemasaran merekrut seorang mantan narapidana? Katanya Pak Junio yang merekrutnya loh, apa mungkin dia punya hubungan dengan Pak Junio….”


Ivanna berbisik kepada Mona.


“Cih, bagaimana mungkin dia bisa punya hubungan dengan Pak Junio, kalaupun dia ternyata punya hubungan dengan Pak Junio pasti juga hanya keberuntungan semata saja…..”


Mona tidak percaya kalau Aron benar-benar punya hubungan dengan Pak Junio!


Ivanna tercengang : “Apa kamu mengenal Aron itu?. Mona menyadari dia sendiri salah berbicra, dan segera menggelengkan kepalanya : “Saya tidak mungkin mengenal seorang gelandangan, mana mungkin bisa mengenal Pak Junior, kalian jangan sembarangan menyebar rumor, nanti saya akan minta Pak Billy untuk tanyakan kepada Pak Junio langsung!”


Sekitar satu jam lebih setelahnya, Aron sudah menyelesaikan prosedur masuk , mendapatkan kartu akses dan sampai pada departemen pemasaran!


Saat Aron sampai di departemen pemasaran, mereka semua menatapnya seperti menatap seekor panda, membuat Aron sedikit heran!


“Aron, selamat bergabung dengan departemen pemasaran, kamu harus memanfaatkan kesempatan baik ini dengan benar ya!” Billy berkata dengan tenang kepada Aron!


Saat dia belum memastikan apakah Aron dan Junio mempunyai hubungan, Billy tidak berani melawan Aron.


Aron menganggukkan kepalanya.


“Rico, kemari sebentar!” Billy berteriak memanggil seorang pria muda yang memakai kacamata!


Segera, pria itu berlari menghampiri Billy dan berkata : “Pak Manajer memanggilku?”


“Mulai saat ini Aron akan ikut denganmu, kalian berdua akan satu tim, kamu harus mengajari dan membimbingnya…”


Billy berkata kepada pria itu.


Pria itu menatap Aron dan raut wajahnya terlihat berat.


“Kenapa, kamu tidak senang?” Billy melotot padanya!


Pria itu bergegas menggelengkan kepalanya : “Senang, senang….”


Mendengar jawaban pria itu, Billy tersenyum, dan berkata pada Aron : “Kamu ikutlah dengannya, meja kerjamu ada disebelahnya!”


Setelah Billy selesai berkata, dia pun kembali ke ruangannya!


Sedangkan para rekan departemen pemasaran yang lainnya menatap Aron dengan remeh, bahkan Mona juga sedang tersenyum mencibir dan kembali ke tempat duduknya sendiri!


“Kak….Kakak, nama saya Rico Han, mohon bantuannya…”


Setelah kembali ke tempat duduk, Rico mengulurkan tangannya dengan gelisah dan berkata pada Aron.


Aron bisa merasakan ketakutan Rico terhadap dirinya, dan membuat dirinya sedikit aneh.


Aron mengulurkan tangannya dan tersenyum!


“Tidak,tidak, saya juga baru mulai bekerja beberapa hari yang lalu, kita sama-sama bekerja keras ya…” Rico sibuk menjawab.


Aron sudah menyadari sejak awal kalau Rico bukanlah karyawan lama.


“Kamu sepertinya sangat takut padaku?”


Aron bertanya dengan bingung pada Rico.


“Ti….tidak takut kok!” Rico menggelengkan kepalanya, tapi dia sama sekali tidak berani menatap Aron!


“Apa kamu mengetahui sesuatu?” Aron bertanya, Rico pasti mengetahui sesuatu yang membuatnya begitu takut padanya.


Rico ragu-ragu sejenak lalu menundukkan kepalanya dan berkata : “Kak, kamu…kenapa kamu masuk ke perusahaan ini? Kamu tidak terlihat seperti orang yang berpendidikan tinggi!”


Aron yang mendengarnya langsung tertawa .


Dan setelah mengetahui alasan kenapa Rico takut kepadanya, Aron juga tidak merahasiakannya, dan menjelaskan peristiwa yang menimpanya kepada Rico!


Tidak butuh waktu lama, mereka berdua sudah menjadi sangat akrab, dan Rico juga tidak takut lagi pada Aron!


“Kak Aron, kamu juga difitnah, tapi karena kamu sudah bebas sekarang, kamu harus bekerja dengan baik, hanya saja…hanya saja…”


Rico mulai terbata bata “Hanya saja apa?” Aron bertanya.


“Kak Aron, hanya saja kamu masuk kedalam timku, takutnya diantara kita berdua siapapun tidak akan bisa lama bekerja disini….”


Rico menghela nafasnya.


“Kenapa seperti itu?” Aron terkejut!


Rico membuka sebuah folder di komputernya dan berkata pada Aron : “Kak Aron, ini adalah piutang yang harus ditagih kembali oleh tim sebelumnya, marketing sebelumnya meninggalkan piutang ini sebelum dia mengundurkan diri, dan sekarang ini menjadi tanggung jawab kita dan kalau piutang ini tidak bisa ditagih dalam bulan ini, maka kita tidak akan bisa bekerja lagi!”


Aron melihat piutang-piutang yang tertera pada komputer dan mengernyitkan keningnya : “Ternyata sebanyak ini orang yang berhutang pada istriku?”


“Kak Aron, kamu bilang apa?”


Rico tercengang!


“Oh, saya bilang ternyata ada sebanyak ini orang yang berhutang!” Aron segera memperbaiki kalimatnya!


“Benar, bisnis apapun sangat sulit berjalan saat ini, saya sudah menganalisanya sejak awal, pelanggan-pelanggan yang berhutang ini adalah pelanggan yang sulit ditagih, sepertinya kita berdua tidak akan ada yang bisa menagihnya!” Rico kembali menarik nafas dalam-dalam!


Aron akhirnya mengerti mengapa saat dirinya ditempatkan di tim Rico, semua orang diam-diam tersenyum!


“Tenang saja, kita akan segera mendapatkan kembali uang ini, tidak akan kurang satu sen pun!”


Aron menepuk-nepuk pundak Rico untuk menyemangatinya.


Perlu diketahui kalau perusahaan ini adalah milik Nuri, berhutang pada perusahaan artinya berhutang pada Nuri, yang artinya juga berhutang pada Aron, Aron tidak mungkin membiarkan orang lain berhutang uang padanya!


“Iya, ayo kita bekerja keras….”


Rico yang disemangati oleh Aron juga


menganggukkan kepalanya!


Aron mulai mengetahui tentang piutang-piutang perusahaan, dan bertekad untuk mendapatkan uang ini kembali tanpa kurang sat sen pun!


Satu hari berlalu dengan cepat, Aron merenggangkan pinggangnya dan bergumam : “Piutang-piutang ini terlalu besar, apa saja yang dikerjakan oleh manajer utama?”


“Kak Aron, kamu jangan berbicara sembarangan ya, kalau sampai didengar orang lain, dan mereka melaporkanmu, maka akan jadi repot…”


Rico yang mendengar keluhan Aron tentang Direktur terkejut dan langsung sibuk mengingatkannya!


“Separah itukah? Hanya seorang Direktur, dia juga dipekerjakan kan, malah benar-benar menganggap ini adalah rumahnya sendiri, dan menganggap dirinya raja?”


Aron tidak menyangka kalau para karyawan begitu takut kepada Pak Junio!


Perlu diketahui kalau Junio hanyalah seorang manajer yang dipekerjakan oleh keluarga Utomo dengan uang mereka, di perusahaan ini dia belum mencapai tahap dimana dia bisa menutup langit dengan satu tangannya!


Hanya saja Nuri sangat jarang datang ke perusahaan, dia juga tidak pernah mengurusi masalah perusahaan, dan itu membuat hak Junio semakin lama semakin besar!