
“Aron, sekarang kamu sudah tidak bersama Nuri si wanita ****** itu lagi, kamu kira kamu siapa? Masih berani berbicara seperti itu pada Kak Ronal….”
Santi menegur Aron!
Aron menyipitkan matanya dan seberkas cahaya dingin terbesit di matanya : “Kamu tidak gosok gigi ya? Mulutmu bau sekali….”
Berkata sampai disitu, Aron tiba-tiba melangkah maju, dan menampari Santi dengan keras!
Belum ada orang yang sempat merespon, dan pipi Santi sudah membengkak dan memerah!
Melihat Aron berani turun tangan memukuli Santi, Martin yang berdiri disamping juga tercengang!
Santi adalah pacarnya Ronal, Aron yang terlihat seperti orang bias aini malah berani turun tangan memukuli pacarnya Tuan Muda Keluarga Jhonson, ini adalah aksi cari mati!
“Sialan, beraninya kamu memukuli orang di perusahaan kami, bosan hidup!” Martin berteriak marah : “Petugas keamanan, tangkap bajingan itu….”
Segera, dua orang petugas keamanan menyerang kearah Aron!
Tapi Martin tidak menyadari, setelah Santi dipukuli oleh Aron, Ronal bahkan tidak berani bersuara, dia yang hanya seorang manajer kecil berani turun tangan menangkap Aron!
Aron berbalik dan dengan gampangnya menghindari dua orang petugas keamanan itu, lalu berkata pada Martin : “Saya dari PT Damai Kimia mau mendiskusikan kontrak!”
“Hm, Laurents Cosmetic tidak akan bekerja sama dengan orang yang tidak punya sopan santun, kami akan segera menanda tangani kontrak dengan Keluarga Jhonson, enyahlah dari sini…..”
Martin mendengus!
Aron mengernyitkan keningnya : “Apa kamu direktur Laurents Cosmetic?”
“Bukan, saya adalah manajer disini, saya yang berwewenang mengenai kontrak kerja sama,
enyahlah….”
Martin berkata dengan sinis!
“Aron, kamu kira dengan sedikit keahlianmu itu tidak ada orang yang bisa mengalahkanmu? Sekarang Nuri tidak menghiraukanmu lagi, lihat bagaimana saya akan menghabisimu….”
Ronal berkata dengan tatapan ingin membunuh!
Meskipun yang ditampar oleh Aron adalah Santi, tapi itu sama saja dengan menamparinya sendiri, tidak memberi muka padanya!
“Jangan langsung dibunuh, harus disiksa dulu, lebih baik lagi kalau dia mati bersama ayahnya dan ibunya yang buta itu….”
Santi yang ditampar oleh Aron merasa sangat kesal, dia berkata sambil menggertakkan giginya dan menatap Aron!
Aron yang mendengar Santi menghujat kedua orang tuanya seketika menunjukkan raut wajah dingin, aura pembunuh yang kuat terasa menyelimuti Santi!
Santi seketika merasa kedinginan, keterkejutannya membuatnya gemetar dan melangkah mundur, lalu bersembunyi dibelakang Ronal!
Ronal yang merasakan aura pembunuh dari Aron, juga tidak berani bersuara lagi!
Sedangkan Martin berteriak marah : “Petugas keamanan, usir dia dari sini, usir….”
Segera, lima enam orang petugas keamanan mengepungnya!
“Kamu yang hanya seorang manajer kecil berani mengambil keputusan untuk perusahaan?”
Setelah berkata, Aron langsung melangkah masuk kedalam perusahaan.
Petugas keamanan yang melihat situasi itu langsung bergegas menahan Aron!
Disisi lain, diruangan direktur di lantai teratas gedung Laurents Cosmetic, Chester, direktur Laurents Company seperti cacing kepanasan yang mondar mandir!
Dia sangat gugup, setelah menerima panggilan dari Jekson yang mengatakan Aron
akan datang untuk menegosiasikan kerja sama, Chester tidak bisa duduk tenang!
Chester juga menghadiri perjamuan yang diadakan oleh Kurniawan, dia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Jekson dan Kurniawan memperlakukan Aron dengan penuh hormat, dan tendangan Aron yang menghabisi Roney juga meninggalkan kesan mendalam bagi Chester.
Pada saat itu, semua orang yang hadir sangat ingin menjilat dan menyanjung Aron, Chester juga adalah salah satu diantara mereka, hanya saja dia tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Aron, saat mendengar Aron akan datang ke perusahaannya untuk bernegosiasi, Chester sangat gugup sampai berkeringat dingin, dia takut kalau sambutannya kurang bagus, dan menyinggung Aron, maka dia akan kehilangan kesempatan untuk bekerja sama dengan Aron, oleh karena itu Chester harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik..!
Chester melirik jam dan bertanya pada sekretarisnya!
“Saya tidak tahu, akan saya periksa dulu!” Jenny menjawab!
“Ingat, kalau perwakilan PT Damai Kimia datang, segera undang dia keatas….”
Chester berpesan pada Jenny!
“Baik!” Jenny bergegas kebawah!
Dan baru sampai di lobi, dia melihat ada kerumunan didepan pintu, beberapa petugas keamanan sepertinya sedang bersiap menindak seseorang!
“Berhenti, sedang apa kalian? Berani membuat keributan didepan pintu masuk, lihat lah sudah seperti apa perusahaan kita?”
Jenny bergegas menghampiri dengan marah!
Martin yang melihat Jenny berjalan menghampiri segera melambaikan tangannya dan membubarkan para petugas keamanan, lalu memasang senyuman di wajah nya : “Bu Jenny, orang ini datang membuat keributan dan berani memukuli orang, jadi saya meminta petugas keamanan untuk mengurusnya….”
“Memukuli orang?” Jenny melirik Aron dan berkata pada Martin : “Kalau ada yang membuat onar ya segera usir, sebentar lagi akan ada tamu yang datang untuk membahas kerja sama, kalau sampai terlihat oleh tamu bagaimana!”
“Baik baik, saya akan segera mengusirnya….” Martin mengangguk, dan kembali memanggil para petugas keamanan, seketika petugas keamanan itu kembali mengerumuni!
“Bu Jenny…..” Ronal tersenyum dan menyapa Jenny!
Kalau ingin bekerja sama dengan Laurents Cosmetic, harus bisa memperlakukan semua orang yang mengelolanya dengan baik!
Jenny yang melihat Ronal hanya mengangguk kecil, lalu bertanya pada Martin : “Apa perwakilan dari PT Damai Kimia sudah sampai? Ingat, kalau dia sudah sampai, segera beritahu Pak Chester….”
Setelah mendengar ucapan Jenny, Martin tercengang lalu menunjuk Aron : “Dia….dia orangnya….”
Seketika mendengar jawaban itu, raut wajah Jenny langsung berubah!
Dia sudah memperhatikan sejak tadi pagi Chester sudah merasa sangat kalut, dan tidak tenang, meskipun dia tidak tahu orang penting apa yang diutus oleh PT Damai Kimia, tapi melihat gerak gerik Chester dia langsung menyimpulkan kalau orang itu tidak boleh disinggung!
Sekarang Martin mengatakan kalau orang yang mau diusir olehnya adalah perwakilan dari PT Damai Kimia, jantung Jenny seolah terlepas!
“Minggir, minggir kalian semua….”
Jenny yang melihat situasi itu bergegas mengusir para petugas keamanan, lalu tersenyum pada Aron dan berkata : “Halo, Pak, saya adalah sekretarisnya Pak Chester, Pak Chester sedang menunggu Anda di ruangannya, silahkan ikut dengan saya…”
Aron mengangguk dan berlalu dengan Jenny menuju ruangan Chester!
Dan saat melewati Ronal, Aron menyeringai, tatapan matanya terlihat menghina!
Melihat punggung Aron bergerak menjauh, Martin dan Ronal kebingungan, mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi!
“Pak Martin, bukankah kamu mengatakan kalau Laurents akan menanda tangani kontrak kerja-sama dengan Keluarga Jhonson? Kenapa Chester malah memanggil Aron ke ruangannya?”
Ronal bertanya pada Martin!
“Benar, saya sudah berpesan pada Pak Chester, saat itu Pak Chester juga memutuskan untuk memilih Keluarga Jhonson sebagai rekan kerja sama, tapi sekarang apa yang terjadi di sini, saya juga tidak paham!”
Martin juga tampak kebingungan, dia sendiri tidak mengerti situasi yang sedang terjadi!
“Saya akan memeriksanya, sudah banyak karyawan Laurents Cosmetic yang menerima sogokan dari Keluarga Jhonson, kalau berani tidak bekerja sama dengan Keluarga Jhonson, saya akan membuat kalian menanggung konsekuensi atas perbuatan kalian….”
Setelah berkata, Ronal mengajak Santi untuk keatas, dan tidak ada orang yang menghalangi mereka!
Martin terpatung dalam kebingungan, dia sudah banyak menerima sogokan dari Keluarga Jhonson, dia juga orang yang paling berusaha keras agar kontrak kerja sama itu diserahkan kepada Keluarga Jhonson, kalau sampai gagal bekerja sama dengan Keluarga Jhonson, maka habislah dia!
Memikirkan sampai disitu, Martin juga diam-diam ikut menyusul, mesikipun dia yang hanya manajer belum punya kewenangan untuk ikut dalam tanda tangan kontrak, tapi dia bisa menguping dari luar
Seketika itu, pintu ruangan terbuka, Jenny mempersilahkan Aron untuk masuk kedalam, dan pada saat Chester berjumpa dengan Aron, dia segera memasang raut wajah penuh senyuman, dan menyambutnya dengan penuh hormat...!