
Aron seketika termenung, raut wajahnya berubah menjadi dingin dan sikapnya mulai berubah, seperti hantu, dia melekatkan tatapannya pada Erwin dan bertanya : “Apa katamu? Kalau bernyali coba katakan sekali lagi!”
Erwin yang melihat tatapan mata Aron seketika terkejut, namun dia segera tersadar lalu berteriak dengan marah dan malu : “Anak haram sialan, kalau bukan karena keluarga Collin…….”
Piang………..
“Erwin, tutup mulutmu!”
Wahyu tiba-tiba melemparkan gelas, wajahnya memerah dan dia menatap Erwin dengan marah, sekujur tubuhnya gemetar dan berkata : “Kalau kamu berani mengatakan satu patah kata lagi, satu patah kata lagi……..”
Melihat Wahyu yang marah, Erwin terkejut dan segera duduk kembali dan menutup mulutnya rapat-rapat!
Meskipun dia memandang remeh Wahyu sekeluarga, tapi kemarahan Wahyu masih memiliki aura seorang kakak sulung yang hebat!
Seketika, tidak ada seorang pun yang berani membuka mulut didalam ruangan itu, sekujur tubuh Aron memancarkan aura pembunuh yang memenuhi seisi ruangan!
Kalau lawannya bukanlah paman keduanya, dia pasti sudah menjadi mayat!
“Aron, paman keduamu sudah tua dan berbicara ngelantur, cepat duduk…….”
Sheli segera menarik Aron agar dia duduk kembali di kursinya!
Wahyu menarik nafas dalam, dan kembali menyalakan sebatang rokok untuk dirinya sendiri, sebatang demi sebatang!
Tidak lama setelah itu, hidangan yang mereka pesan memenuhi satu meja penuh, lalu dua botol Moutai edisi terbatas juga diantarkan
Seketika, semua orang tercengang dan wajah mereka terlihat bingung, karena mereka tidak memesan arak kenapa ada arak yang dihidangkan?
“Pelayan, sepertinya kami tidak memesan arak ini?”
Darrel memanggil pelayan dan bertanya.
“Benar, tapi ini adalah pesan dari Tuan Jekson, agar dua botol arak ini diantarkan ke ruangan ini!”
Jawab pelayan tersebut.
“Ini pasti karena Tuan mudaku, bahkan Tuan Jekson sampai berpesan sendiri untuk mengantarkan dua botol arak sebagus ini!”
Dora tiba-tiba berkata.
Perkataan Dora membuat semua orang menatap Charles, karena diantara mereka semua hanya Charles-lah yang paling mungkin memiliki hubungan dengan Jekson!
Karena bagaimanapun ayah Charles adalah seorang kepala dewan, dan kalau dia kenal dengan Jekson juga sangat normal!
“Charles, tidak disangka kamu kenal dengan Jekson, dua botol arak ini tidak murah, sepertinya Tuan Jekson sangat memberi muka padamu ya!”
Erwin berkata dengan kaget!
“Hehe…..” Charles tertawa pahit : “Ayah, ibu, saya dan Jekson hanya pernah makan bersama beberapa kali, tidak disangka dia tahu saya datang kemari dan mengantarkan dua botol arak ini untuk memberi muka padaku!”
“Kakak ipar, kamu sangat hebat! Kamu bisa kenal dengan orang seperti Jekson, kalau begitu di Kota Sanur ini nantinya tidak ada orang yang berani bersikap tidak hormat kepadaku!”
Darrel terlihat sangat bersemangat dan senang, kalau kakak iparnya kenal dengan Jekson, maka di Kota Sanur ini tidak ada lagi yang berani mengganggu dirinya!
Wahyu dan Sheli yang melihat mereka juga hanya tersenyum namun didalam tatapan mereka terlihat cemburu!
Hanya Aron yang tetap duduk dan tidak menunjukkan ekspresi apapun, karena dia tahu arak itu bukan diberikan Jekson untuk Charles, hanya saja dia tidak ingin membeberkan rahasianya, dia masih sedang memikirkan perkataan Erwin tadi!
Aron tidak mempercayai kalau dirinya benar-benar dipungut?
Pada saat itu dirinya segera memikirkan kembali saat dia di buang Ronal Ke Jurang, dan suatu kali saat Liu meraih tangannya dan mendengarkan denyut nadinya!
Saat itu Liu mengatakan kalau dirinya memiliki darah naga didalam tubuhnya, dan bukan anak dari orang biasa.
Namun Aron tahu kalau orang tuanya adalah orang yang sangat biasa, dan tidak memperdulikan perkataan Liu!
Namun saat ini, Aron mulai mencurigai statusnya karena Erwin tidak mungkin beromong kosong tanpa alasan, dan hati Aron mulai kacau.