
“Sialan, saya menghabiskan uang untuk kamu menemaniku minum, bukan untuk menemani orang lain minum, saya sudah mencarimu kemana-mana daritadi!
Pria gemuk itu berkata sambil mencaci maki!
Christine yang berada dalam situasi itu segera bangkit berdiri dan berkata dengan sopan : “Kak Surya, saya kebetulan bertemu dengan seorang teman, jadi mengobrol sebentar, saya akan segera ikut denganmu….”
Melihat Christine dipukuli, Yenni bangkit berdiri dan berkata dengan wajah tidak senang : “Kenapa kamu memukuli orang seenaknya saja? Kenapa kalau kamu menghabiskan sedikit uang, bukan berarti dijual padamu juga….”
Yenni pernah menjadi penari, jadi dia tahu bagaimana cara orang-orang seperti ini berpikir, mereka mengira dengan membayar sedikit uang, mereka sudah menjadi aset mereka!
Surya melihat Yenni berani berkata dengan nada seperti itu padanya, raut wajahnya seketika membeku : “Bocah, besar juga nyalimu, berani berbicara seperti itu padaku, kulihat kamu juga tidak jelek, bagaimana kalau kamu tidur dengan ku semalam? Kebetulan kalian berdua, saya bisa bermain sampai puas….”
Surya berkata dan hendak menyentuh Yenni, sama sekali tidak menganggap Aron yang duduk disampingnya!
“Kak Surya, ini temanku, dia tidak mengerti hal seperti ini, malam ini saya saja yang menemani Kak Surya sampai puas ya….”
Christine berkata dan bergegas menghalangi Surya.
Sampai pada tahap seperti ini, Christine juga sudah tidak takut kalau Yenni dan Aron akan mengetahui pekerjaan aslinya!
“Minggir, saya mau memainkan kalian berdua, kamu kalau berani menghalangiku, saya pasti akan menghabisimu….”
Surya berkata sambil mendorong Christine,
Yenni yang melihat itu segera memapah Christine, dan memelototi Surya!
Dia tahu, semakin kamu terlihat takut didepan orang seperti mereka, mereka akan semakin menindasmu, jadi Yenni tidak menunjukkan ketakutannya sama sekali!
“Bernyali juga bocah ini…..”
Surya melihat Yenni yang memelototinya , menyeringai dan hendak menarik Yenni!
Piak……
Bam…………
Namun pada saat Surya hendak meraih Yenni, Aron yang sedari tadi duduk tiba-tiba mengambil sebuah botol bir dan menghantamkannya pada kepada Surya!
Darah langsung bercucuran dari kepalanya, dan membuat Surya langsung memegangi kepalanya yang kesakitan dan terjatuh ke lantai!
Christine yang melihat Aron memukuli Surya seketika ketakutan dan memucat.
“Kak Surya, kamu….kamu tidak apa-apa kan?”
Christine bergegas memapah Surya sambil bertanya padanya!
“Minggir kau sialan….” Surya mendorong Christine, dan menatap Aron dengan marah : “Bajingan, berani memukuliku, kamu habis makan nyali beruang dan macan ya? Saya pasti akan membunuhmu….”
Aron melihat Surya yang masih berani mencaci maki dirinya, kembali mengambil sebuah botol dan membuat Surya terkejut dan kabur, dia kemudian berteriak : “Tunggu saja kamu, saya akan memanggil orang….”
Segera, Surya berlari kabur, dan Aron menatap Yenni dan Christine seolah tidak terjadi apa-apa : “Ayo duduk, kita lanjut makan!”
“Makan apalagi, cepat kabur, kamu tidak tahu siapa orang itu? Dia adalah penguasa di jalanan ini, dan memiliki belasan bawahan, kenapa kamu malah memukulinya, gawat lah sudah…”
Christine panik, dia seperti cacing kepanasan, dan tidak punya selera makan lagi!
“Tenang saja, kita makan saja, tidak perlu takut padanya….”
Aron tersenyum santai! Melihat Aron sama sekali tidak merasa takut, Christine bertanya pada Yenni dengan kebingungan : “Yenni, pacarmu ini siapa? Apa dia mempunyai dekingan?”
“Kami bekerja bersama, juga sudah menjadi tetangga sejak kecil, dia tidak memiliki dekingan…”
Yenni berkata sambil mengernyitkan keningnya!
“Tidak mungkin, kalau tidak memiliki dekingan kenapa dia tidak takut sedikitpun?”
Christine tidak percaya, kalau orang biasa mendengar status pria itu pasti sudah kabur ketakutan!
“Benar tidak ada dekingan, Kak Aron pernah mempelajari beladiri ….”
Menurut Yenni, pengalaman Aron dalam mempelajari beladiri tidak gampang merasa takut!
“Pantas saja, ternyata pernah belajar beladiri, mungkin dia sudah mengenal segelintir orang, namun Kak Surya bukan preman biasa, dia juga anggota Geng Serigala Api, jadi saya mohon kamu bawa saja Yenni pergi dari sini..”
Christine membujuk Aron!
“Geng Serigala Api?” Aron yang mendengarnya merasa hal ini sangat menarik, kenapa hari ini dia selalu bertemu dengan orang-orang Geng Serigala Api!
“Kenapa, sekarang sudah takut kan? Geng Serigala Api adalah kelompok mafia paling besar di Kota Sanur, preman-preman yang kamu kenal tidak akan bisa melindungimu, sekarang bawalah Yenni pergi, saya akan membujuk Kak Surya nanti, paling saya tidak akan mengambil pembayaran darinya malam ini….”
Christine berniat menggunakan tubuhnya untuk membujuk dan memohon pada Surya!
“Takut?” As ron tiba-tiba tertawa : “Anggota Geng Serigala Api lah yang harusnya takut padaku, mereka melihatku pasti langsung kabur!
“Takut padamu?” Christine menilai Aron sekilas dan berkata dengan malas : “Saya tidak sedang bercanda denganmu, kamu kalau mau pamer, pamerlah, tapi jangan libatkan Yenni!”
Christine berkata sambil menarik Yenni dan berkata : “Yenni, ayo kita pergi, biarkan saja dia pamer, lihatlah seperti apa pria-pria yang kamu pacari!”
Saat Aron membujuk Yenni untuk hadir di reuni, Christine masih memiliki sedikit kesan baik terhadap Aron, tapi seketika, semua kesan baik itu menghilang tak bersisa, menurutnya Aron hanyalah seorang yang suka pamer!
“Christine, kak Aron bukan orang seperti itu….”
Yenni tidak mau pergi, tapi Christine terus menariknya!
“Yenni, jangan gila, kamu tidak bekerja di jalanan jadi kamu tidak tahu sehebat apa Geng Serigala Api, di seluruh Kota Sanur tidak ada orang yang tidak takut pada Geng Serigala Api, Aron yang sudah pernah masuk penjara ini benar-benar tidak tahu batasan langit dan bumi….”
Christine menarik Yenni dan tidak merenggangkan tangannya!
Dan saat Christine menarik ulur dengan Yenni, tiba-tiba sekelompok orang sudah mengerumuni mereka, dan yang memimpin didepan adalah Surya, yang kepalanya sudah diperban!
Melihat Surya datang dengan membawa sekelompok orang, Christine terkejut dan memucat, dia melepaskan Yenni dan tidak tahu harus berbuat apa!
Yenni yang melihat orang-orang berwajah sangar itu juga seketika ketakutan!
Hanya Aron yang tetap duduk tenang!
“Sialan, bernyali juga kamu, karena kamu tidak kabur, saya juga akan memperlihatkan kehebatanku padamu hari ini….”
Surya berkata sambil meraih sebuah botol dan menerjang kearah Aron!
“Kak Surya….”
Christine yang melihatnya segera menghampiri dan menghalangi Surya : “Kak Surya, jangan marah, dia sudah menyesal perbuatannya tadi, saya memberitahunya status Kak Surya dan dia sudah ketakutan, Kak Surya, demi saya, ampunilah dia kali ini, saya tidak akan menerima pembayaran dari Kak Surya untuk beberapa malam, dan dia juga akan mengeluarkan uang untuk ganti rugi pada Kak Surya….”
Awalnya Surya tidak berniat mengampuninya dengan mudah, tapi setelah mendengar kalau dia akan membayar ganti rugi, dia langsung meletakkan botol ditangannya, dan bertanya pada Christine : “Berapa yang akan dia bayar? Kepalaku ini tidak bisa dipukuli oleh sembarangan orang.”