
Pak Edward berkata dengan marah : “Bocah, apa yang kamu bicarakan? Apa kamu paham tentang perjudian batu giok? Saya memiliki satu mobil Batu Hoju, kamu bilang ini bahkan tidak bernilai 30 miliar? Jelas-jelas bercanda!”
“Kevin, dari mana kamu menemukan bocah ingusan ini? Belasan batu yang saya periksa tadi diantaranya samar-samar terlihat Ice Jade, Giok Zamrud dan Giok Darah Ayam, kamu sendiri juga melihatnya tadi, sekarang malah mengatakan Batu Hoju satu mobil ini tidak lebih dari 30 miliar?” Tuan Kusman bangkit berdiri dan raut wajahnya menjadi dingin : “Saya rasa seisi mobil ini bahkan bernilai lebih dari 300 miliar, kalau kamu tidak mau, berikan padaku!”
Tuan Kusman tadi sudah mengatakan kalau batu-batu ini adalah batu-batu berkualitas, sekarang Aron mengatakan itu hanya sampah, jelas-jelas bertentangan dengan Tuan Kusman, bagaimana Tuan Kusman bisa tidak marah!
“Tuan Kusman jangan marah!” Kevin bergegas membujuk Tuan Kusman, lalu menatap Aron dengan bingung : “Tuan Aron, satu mobil Batu Hoju ini tidak buruk, dihargai 300 miliar juga tidak mahal, bagaimana kalau…”
“Kamu tidak percaya padaku?” Aron menatap Kevin dan bertanya dengan dingin.
“Bukan bukan bukan, bagaimana mungkin saya tidak percaya dengan Tuan Aron!” Kevin mengibaskan tangannya!
“Kalau percaya, maka jangan mau batu-batu ini!”
Setelah Aron berkata, dia kembali duduk di samping, dan memainkan batu spiritual yang ada di tangannya!
Kevin merasa serba salah, namun pada akhirnya dia menghampiri Pak Edward dan berkata : “Pak Edward, maaf, tapi saya tidak mau menerima satu mobil batu ini!”
Pak Edward tercengang, lalu wajahnya terlihat marah dan berkata : “Kevin, Tuan Kusman saja sudah mengatakan ini barang berkualitas, kamu malah tidak percaya pada Tuan Kusman, dan mempercayai bocah ingusan itu, benar-benar lucu, karena kamu tidak mau, saya akan mencari pembeli lain, biar orang lain yang mendapat rejeki!”
Perkataan Pak Edward membuat Kevin sangat tertekan, namun karena Aron sudah berkata, walaupun Kevin memiliki keinginan dalam hatinya, dia juga tidak berani menginginkannya.
“Pak Edward,, kalau begitu batu kasar ini saya mau, hari ini saya akan menunjukkan pada mereka, kesempatan tidak selalu datang setiap saat!”
Tuan Kusman menghampiri Pak Edward dan berkata.
“Tuan Kusman, karena kamu mau, maka saya juga akan memberikan banyak diskon, 250 miliar untukmu, namun saya mau kamu mentransfernya langsung, tidak bisa memberikan hutang!”
Karena uangnya sendiri tidak cukup, Tuan Kusman mulai menelpon untuk meminjam uang, lalu memanggil orang kemari untuk mengangkut batu kasar itu!
Sekitar satu jam kemudian, uang Tuan Kusman akhirnya terkumpul dan mentransfernya langsung kepada Pak Edward!
Melihat batu-batu kasar itu, Tuan Kusman menjadi sangat bersemangat, dia menatap Kevin dengan dingin : “Hari ini saya akan menunjukkan kepada kalian anak muda, apa itu Batu Hoju yang berkualitas, batu-batu yang sudah kuperiksa masih ada yang berani mengatakan itu sampah!”
Setelah berkata, Tuan Kusman memerintahkan seseorang untuk memotong belasan batu yang dia lihat tadi, saat batu itu dipotong, Tuan Kusman memperlihatkan wajah penuh kebanggaan, dia percaya belasan batu yang dia periksa tadi pasti akan berisi batu permata.
“Tuan Kusman, perjalananku masih panjang, saya harus segera kembali, kalian tetaplah disini dan membukanya pelan-pelan ya!”
Pak Edward yang melihat adegan itu berkata pada Tuan Kusman.
“Pak Edward, jangan pergi, ayo saksikan bersamaku, agar pengetahuan anak-anak muda ini bertambah…” Tuan Kusman berkata sambil menarik Pak Edward.
Raut wajah Pak Edward tampak canggung, hanya saja dia tidak punya pilihan selain tetap tinggal!
Kevin melihat dari samping, dan matanya sudah memerah, dia benar-benar merasa iri, sayang sekali Aron tidak mau menerimanya, jadi dia hanya bisa menonton orang lain menghasilkan uang.
Segera, belasan batu kasar itu dibuka, dan saat batu itu terbuka, semua orang tercengang.
Setelah batu-batu kasar itu dibuka, tidak ada apa pun di dalamnya, itu hanya batu biasa, yang dipenuhi dengan retakan!
Adapun warna hijau dan merah yang terlihat dari luar hanya lapisan di permukaan batu yang seolah-olah sengaja dioleskan!