
Aron baru tahu, pantas saja saat dia baru masuk Jhonatan sudah bertanya padanya apa dia sedang memiliki masalah!
“Aron, kamu terlalu meremehkan Keluarga Utomo ya, lima triliun ini memang tidak sedikit, tapi saya juga tidak perlu menjual asetku, lagipula di dalam sini juga ada banyak uangmu, hasil penjualan Pil Peremajaan ada di sini, lalu karena hubunganmu dengan Nuri, hampir seluruh Kota Sanur mengetahuinya dan banyak perusahaan ingin bekerja sama dengan Keluarga Utomo, dan membuat kami menghasilkan banyak uang!”
“Lalu semua aset milik Keluarga Jhonson, kalau bukan karena kamu, bagaimana saya bisa membelinya dengan murah? Oleh karena itu, uang ini kamu pantas menerimanya, terimalah, kalau tidak cukup, kita pikirkan lagi caranya, karena kita adalah satu keluarga!”
Jhonatan membujuk Aron!
Hati Aron terasa hangat, dia menganggukkan kepalanya dan menyimpan kartu bank itu, dengan adanya uang ini, maka uang untuk Istana Raja Obat sudah terkumpul!
Melihat Aron sudah menyimpan uang itu, Jhonatan tersenyum ringan dan berkata : “Kalian baru pulang, istirahatlah dulu, malam ini ada perjamuan di Hotel Sadewa, Tuan Kurniawan, Walikota Willy tahu kamu sudah pulang, jadi ingin duduk dan mengobrol, lalu juga ada banyak orang kaya di Kota Sanur yang ingin menjalin hubungan denganmu.
Aron tersenyum tidak berdaya, sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan acara seperti ini, namun karena Kurniawan dan Willy ada di sana, kedua orang itu juga sudah banyak membantunya, diam au tidak mau harus pergi untuk memberi muka, oleh karena itu Aron mengangguk menyetujui!
Jhonatan ingin Aron beristirahat di villa Keluarga Utomo, tapi Aeon tetap berniat kembali ke Villa Perumahan Bumi Sejuk, karena di sana ada lebih banyak energi spiritual, dan Aron belum berlatih dengan benar sejak berhasil menembus fondasi!
Jhonatan meminta Nuri untuk ikut bersama Aron ke Perumahan Bumi Sejuk, bahkan dia tidak lupa mengingatkan Nuri : “Nuri, kamu harus lebih memperhatikan Aron, ayahmu juga tidak kolot, kalau kalian bisa melahirkan cucu imut untukku, saya akan membantu kalian menjaganya setiap hari…”
“Ayah, bicara apa ayah ini? Kami belum menikah, mana ada ayah yang bicara seperti itu pada putrinya?”
Nuri tersipu, dan memelototi Jhonatan.
“Kalau begitu, besok kalian pergi dan daftarkan pernikahan kalian, ayah akan mengadakan pesta pernikahan untukmu, dan ayah jamin itu akan menjadi pesta pernikahan paling mewah di Kota Sanur!”
Jhonatan tersenyum.
“Tidak mau bicara denganmu lagi…”
Nuri menarik Aron dan pergi, menyisakan Jhonatan yang masih tertawa di belakang!
Lalu Aron duduk bersila dan mulai berkultivasi, setelah memasuki tahap Pembangunan Fondasi, kebutuhan energi spiritual Aron semakin besar!
Namun, tidak lama setelah berkultivasi, tiba-tiba ponselnya berdering, itu panggilan dari Lyla!
Setelah mengangkatnya, suara cemas Lyla terdengar : “Penguasa, sesuatu terjadi, semua bawahan kita di Villa Keluarga Rangga sudah mati!”
“Kapan itu terjadi?” Aron mengernyitkan keningnya!
“Seharusnya tadi siang, ini kelalaian saya, saya tidak datang memeriksa keadaan di sini, sekarang saat menyadarinya semua orang sudah mati!”
Lyla sangat menyalahkan dirinya sendiri.
Raut wajah Aron menjadi gelap, meskipun dia sudah pulang tapi villa keluarga Rangga masih dijaga oleh orang, sekarang semuanya terbunuh!
“Tahu siapa pelakunya? Dennis Rangga? Atau orang dari Lembah Ilusi, atau orang lain?”
Tanya Aron.
“Saat ini belum diketahui, hanya saja pihak lain tidak menemukanmu di sini, pasti akan pergi ke Kota Sanut, Penguasa, kamu harus berhati-hati!”
Lyla memperingatkan Aron.
“Baik, saya sudah tahu!” setelah berkata, Aron mematikan teleponnya!
Mata Aron yang dalam penuh dengan keinginan membunuh, tidak peduli siapa yang datang, dia pasti akan melakukan pencegahan, datang satu bunuh satu!