ARON

ARON
Memukuli Naka pejabat



“Brad, apa maksudmu? Kamu jangan menyindir dan berbicara sembarangan…..”


Nuri yang mendengarnya langsung tahu kalau Brad sedang mengatai Aron, dan langsung tidak senang!


Melihat Nuri malah membela Aron, Brad seketika muram, dan berteriak pada Nuri : “Nuri, saya tanya padamu, apa yang membuat kamu tertarik pada Pria miskin ini, kenapa kamu membelanya? Saya tulus padamu, apa kamu tidak bisa merasakannya? Asalkan kita berdua bersama, Keluarga Utomo akan bertahan selamanya di Kota Sanur, apa itu tidak baik?”


“Brad, meskipun kamu adalah anak pejabat yang dikagumi semua orang, tapi saya tidak peduli, apakah kamu mengerti?"


Nuri menatap Brad denga tatapan kebencian!


“Kenapa, kenapa?” Brad meraih pundak Nuri dengan erat : “Dari segi mana saya tidak sebanding dengan pria ini? Dari segi mana saya kalah padanya?”


Brad terlihat mengerikan dan dia terus berteriak!


Nuri mengernyitkan keningnya dan raut wajahnya terlihat kesakitan : “Brad, kamu membuatku kesakitan!”


Namun Brad seperti orang gila dan terus mencengkram Nuri dan tidak berniat melepaskan cengkramannya!


“Brad…………..”


Wajah Jhonatan seketika menjadi dingin, berani sekali main tangan pada putrinya sendiri dihadapannya, keterlaluan!


“Cari mati………”


Aron menyipitkan matanya, dan aura membunuh keluar dari tubuhnya!


Dia mencengkram pergelangan tangan Brad, Brad merasa pergelangan tangannya seperti dicengkram oleh seekor harimau, dan rasa sakitnya begitu menusuk!


“Ah…………….”


​Setelah berteriak, Brad melepaskan tangannya dan Nuri langsung bersembunyi dibelakang Aron!


Sedangkan Aron sedang bersiap melayangkan tinju kearah Brad!


“Aron, jangan main tangan……”


Jhonatan segera menghentikannya!


Brad adalah putra orang nomor satu di Kota Sanur, mana bisa dipukuli begitu saja, kalau Aron tidak mengontrol tenaganya dan tinju itu sampai membunuh Brad maka masalahnya akan menjadi runyam!


Hidup selama ini Brad belum pernah sekalipun dianiaya oleh orang lain, tadi dia merasakan tinjunya Aron, itu saja sudah membuatnya ketakutan setengah mati.


“Kalau kamu berani menyentuh Nuri lagi saya akan mencabut nyawamu!”


​Aron menghempaskannya dengan ringan, dan Brad seketika terhempas lalu tersungkur di lantai!


Brad berdiri lalu menatapnya dengan kejam, dia melihat celananya sendiri yang sudah basah, dia juga tidak punya muka untuk tinggal berlama-lama lagi!


“Bajingan, kamu hanya seorang mantan narapidana, berani melawanku, saya bisa membunuhmu kapan saja, lihat saja nanti!”


Brad mengancam lalu berbalik pergi!


Setelah Brad pergi, Jhonatan menarik nafas lega : “Untunglah kamu berhenti, kalau kamu sampai memukulnya, maka masalah ini akan sulit diselesaikan, dia itu putra orang nomor satu di Kota Sanur!”


“Pergelangan tangannya sudah saya patahkan!”


Aron berkata dengan santai!


Dia sudah tahu sejak awal siapa Brad, hanya putra orang nomor satu kan? Aron tidak takut!


​“Apa?” hati Juan tersentak : “Kamu….kamu mematahkan pergelangan tangan Brad? Gawatlah sudah!”


Nuri juga terkejut : “Habislah, Brad tidak mungkin membiarkan masalah ini begitu saja!”


Jhonatan dan Nuri terlihat sangat khawatir!


“Sepertinya masalah ini harus ditanyakan kepada Tuan Kurniawan, meskipun dia sudah pensiun tapi dia masih berkomunikasi dengan beberapa orang yang mungkin dapat membantu kita!”


Jhonatan langsung teringat Kurniawan.


Meskipun Keluarga Utomo adalah orang terkaya di Kota Sanur, namun dimata para pejabat itu mereka para pebisnis ini hanyalah bidak penghasil uang, yang tidak memiliki status apapun!


“Meskipun dia putra orang nomor satu, sepertinya tidak perlu sepanik ini? Hanya mematahkan pergelangan tangannya, bukannya tidak bisa disambung lagi, selain itu, ayahnya sebagai seorang pemimpin juga tidak mungkin tidak berbicara logika kan?”


​Melihat Jhonatan yang begitu khawatir, Aron sedikit tidak mengerti!