
Namun, setelah dia selesai berteriak, pintu ruangan tiba-tiba terbuka, Junio melangkah masuk!
Melihat Junio masuk, Billy terkejut sampai berkeringat dingin, perkataannya barusan sedikit keterlaluan, dia bahkan tidak menganggap Junio!
“Pak….Pak Junio….” Billy gemetaran hebat, dan segera berinsiatif menarikkan kursi untuk Junio : “Pak Junio, silahkan duduk…..”
Junio duduk, dan menatap Billy : “Pak Billy, sepertinya tadi saya mendengar kalau kamu mengatakan kamulah raja di departemen pemasaran?”
Otak Billy bagaikan meledak, dia bergegas menjelaskan : “Pak Junio, tadi saya berbicara asal-asalan, semua orang tahu di perusahaan ini kamu adalah rajanya, Aron tidak mengerti aturan, dan menantangku, jadi saya sedang mendidiknya….”
“Baguslah kalau kamu tahu siapa raja yang sebenarnya….”
Junio menyeringai dan melambaikan tangannya : “Semuanya duduk!”
Dengan izin dari Junio, mereka semuanya baru berani duduk, dan Aron langsung duduk disebelahnya Junio.
Karena dia tahu taktik Junio, maka dia juga akan menemani Junio memainkan permainan ini dengan baik, dia ingin lihat taktik seperti apa yang disiapkan olehnya!
Melihat Aron langsung duduk disamping Junio, Billy kembali berteriak : “Aron, kamu tidak tahu diri ya? Tidak tahu statusmu? Apa kamu rasa tempat itu pantas untukmu?”
Kesempatan seperti in sangat langka, siapa saja ingin duduk disamping Junio, untuk mendekati Junio dan mengambil hatinya!
Sekarang Aron langsung duduk disamping Junio, ini membuat Billy merasa sangat tidak puas!
Karyawan lain menatap Aron dengan marah, Aron hanyalah seorang karyawan baru di departemen pemasaran, dia tidak punya hak untuk duduk disamping Manajer umum, bahkan mereka yang sudah lama bekerja disana pun tidak berani melakukan hal seperti. Itu, dua kursi disamping Junio sudah pasti harus ditempati oleh Billy dan Mona!
“Kenapa? Duduk saja harus dinilai pantas apa tidak? Apa di kursi ini tertulis saya tidak boleh duduk?”
Aron mencibir!
“Aron kamu ini memang tidak tahu, atau sedang berpura-pura tidak tahu? Saya rasa kamu itu sengaja kan? Sengaja ingin mendekati Pak Junio? Kamu itu hanya karyawan baru, licik sekali, kursi itu sudah disediakan untuk Pak Billy!”
Ivanna berkata dengan kesal kepada Aron.
Karyawan lain pun ikut menghujat Aron dan mengatakan kalau dia ingin menjilat pada Direktur!
Tempat sebaik itu, mereka yang sudah lama bekerja saja tidak berani duduk disana, kenapa Aron malah mengambil tempat itu, mereka semua merasakan ketidak-adilan dan mulai menyalahkan Aron!
Aron menyapu seisi ruangan dan berkata dengan wajah tidak senang : “Tidak usah meluapkan kekesalan kalian padaku, kalian ingin menjilat pada siapa saya tidak peduli, tapi saya mau duduk dimana itu juga bukan urusan kalian!”
Aron langsung mendudukkan pantatnya pada kursi disamping Junio, lalu bertanya sambil tersenyum : “Pak Manajer Junio, saya duduk disini tidak membuat status Bapak terancam kan?”
Aron menatap Junio dengan tatapan memprovokasi, Junio berani mencoba mempermainkannya, Aron tentu tidak akan membiarkannya!
Mendengar nada bicara Aron terhadap Junio, Billy dan yang lainnya terkejut!
Bahkan Yenni juga berkeringat dingin!
“Aron, bagaimana caramu berbicara pada Pak Junio?”
“Kamu? Mau membandingkan diri dengan Pak Junio? Tidak tahu malu!”
“Aron, jangan mengira Pak Junio bisa didekati sesuka hati, kamu cepat enyah saja….”
Semua orang mulai mencaci maki Aron.! Sedangkan Billy yang berkeringat dingin segera menjelaskan kepada Junio dengan gugup : “Pak Junio, otak bocah ini tidak beres, Pak Junio jangan dimasukkan kedalam hati ya….”
Junio yang mendengar cacian mereka terhadap Aron menyeringai, lalu berkata dengan senyuman diwajahnya : “Tidak masalah, biarkan saja dia duduk disini!”
Junio berkata lalu menoleh pada Aron, dan menatapnya dalam : “Anak muda punya tempramen itu sudah seharusnya, tapi kalau terlalu keras, gampang dipatahkan….”
“Terima kasih atas peringatannya, Pak Junio, saya orangnya lebih baik dipatahkan daripada membungkuk…” Aron tersenyum penuh arti!
Junio hanya tersenyum, dia tidak mengatakan apapun lagi, karena setelah ini, dia akan melihat apakah Aron akan membungkuk atau tidak….
Kedua mata Mona menatap Aron dengan kebencian, kalau bukan karena Aron, pasti dia sudah duduk disebelah Junio, kalau hari ini dia bisa menyenangkan Junio, bisa jadi Billy diangkat menjadi manajer departemen pembelian, dan dia sendiri bisa menjadi manajer departemen pemasaran!
Sekarang, dalam hati Mona penuh dengan penyesalan karena sudah memasukkan Aron ke perusahaan, kalau tahu akan seperti ini, dia tidak akan pernah merekomendasikan Aron, ini sama saja dengan menambah bebannya sendiri!
“Aron, kalau bukan karena Pak Junio, apakah kamu bisa bergabung dengan perusahaan? Apa kamu bisa duduk dan makan disini? Saya beritahu, dengan kemampuanmu itu, seumur hidup pun tidak akan bisa makan di Restoran Lima, sampah…”
Billy memaki Aron dengan wajah muram.
Ini adalah saatnya untuk Billy mengangkat dan menunjukkan kesetiaannya kepada Junio, dia tidak akan melepaskan kesempatan itu!
Piak!
Baru saja Billy selesai berkata, tiba-tiba sebuah tamparan langsung melayang ke pipinya!
Tamparan itu seketika membuat semua orang terkejut!
Semua orang menatap Billy dengan wajah linglung, sedangkan Billy membelalak tidak percaya, dia tidak menyangka Aron berani menamparinya!
Sedangkan Junio yang duduk ditengah, mengernyitkan keningnya, Aron menampari Billy dihadapannya, benar-benar tidak menganggapnya ada disana!
“Tamparan ini hanyalah peringatan untukmu, saya tidak menghabisimu karena saya masih menghormati Paman Denny, kalau kamu berani tidak sopan padaku lagi, saya tidak akan segan-segan untuk memenggal kepalamu itu….”
Aron menatap Billy dengan dingin, tatapan matanya jelas menunjukkan hasrat membunuh!
Tatapan itu sudah membuat Billy sangat terkejut, sekujur tubuhnya gemetaran, dan membeku bagaikan es.
"Aron, kamu sudah gila ya? Kenapa memukuli Billy?
Mona melihat Aron yang berani memukuli Billy langsung berteriak padanya!
“Aron, kamu bahkan berani memukuli Pak Billy, saya mau lihat bagaimana kamu akan berakhir!”
“Habis, habislah sudah, seorang karyawan biasa berani menampari manajer departemen pemasaran, harus dipecat….”
Karyawan lain mulai membantu Billy bersuara, menjilat pada Billy!
“Aron, sekarang juga kamu berlutut pada Pak Billy dan minta maaf, bisa saja dia memaafkanmu dan membiarkanmu tetap bekerja, kalau tidak kamu pasti akan dipecat!”
Ivanna menginstruksikan Aron!
“Kak Aron……” Yenni menatap Aron dengan tatapan serba salah, dia juga tidak menyangka Aron berani turun tangan memukuli Billy!
“Memecatku?” Aron menyeringai : “Apa haknya? Dia belum memenuhi persyaratan untuk memecatku, Pak Junio, Direktur sedang duduk disini, dia yang hanya manajer departemen pemasaran tidak punya hak untuk berbicara!”
“Aron, persetan denganmu, saya akan menghabisimu….”
Billy yang tadinya terkejut langsung berteriak marah, dia tidak berani menunjukkan ketakutannya, dia juga harus bertindak seolah dia berani, kalau tidak, posisinya sebagai manajer departemen pemasaran akan diinjak oleh karyawan!!
Piak!
Billy baru saja selesai berkata dan segera menerjang kearah Aron, tapi Aron kembali melayangkan sebuah tamparan kepadanya!
Aron sangat cepat, membuat Billy tidak sempat menghindar
Tapi saat Aron memukul Billy, tatapan matanya tertuju pada Junio, tatapan mata itu begitu memprovokasi
Hanya saja raut wajah Junio sama sekali tidak berubah
Ditampari dua kali berturut-turut membuat Billy sangat kesal, dia langsung mengamuk dan berkata pada Aron : “Aron, saya………..”