
Aron yang melihat adegan itu mengernyitkan keningnya : “Apa itu?”
Saat ini tubuh William memancarkan aura yang lebih kuat dibandingkan dengan Timotius!
“Aron, hati-hati, itu adalah jurus Lonceng Emas……”
Lina menyadari kalau William menggunakan jurus Lonceng Emas, dia kaget dan segera memperingatkan Aron.
William tertawa terbahak-bahak : “Bocah, hari ini saya akan memberimu kesempatan untuk merasakan kehebatan Lonceng Emas, agar wawasanmu bertambah, dan berhentilah berpikir untuk melawanku!”
“Benarkah? Saya malah ingin mencobanya!”
Setelah selesai berkata, Aron langsung melayangkan tinjunya ke arah dada William!
William tidak mengelak, matanya yang menatap Aron terlihat penuh penghinaan!
Dung……..
Setelah suara nyaring seperti bel, William tidak bergerak sedikit pun, tetapi Aron samar-samar merasakan lengannya mati rasa!
“Hahaha, hahaha…….”
William tertawa terbahak-bahak seperti orang gila, tatapannya memprovokasi!
Aron yang melihat itu juga mengangkat sudut bibirnya : “Cukup menarik, kalau begitu saya akan mencoba satu pukulan lagi!”
Setelah berkata, energi spiritual dalam tubuh Aron mulai berputar dengan kuat lalu berkumpul pada tinjunya!
Saat ini tinju Aron juga terlihat mengeluarkan cahaya samar-samar, pada akhirnya, cahaya itu berubah menjadi seperti matahari kecil yang menyilaukan, membuat orang tidak berani menatapnya langsung!
Senyuman di wajah William seketika membeku, dan dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya : “Apa…….apa itu?”
Aron tidak menjawabnya dan langsung melayangkan pukulan ke arahnya!
BANG…….
Setelah suara gemuruh, cahaya yang terlihat di tinju Aron juga menghilang!
Dan saat melihat William, dia masih tetap berdiri ditempat, tidak bergerak, cahaya yang terlihat di tubuhnya juga perlahan menghilang, dan dia bagaikan boneka kayu!
“Kakak seperguruan…….”
Dua anggota Geng Baja Hitam yang datang bersama dengan William segera menghampiri dan memanggil William!
Ugh……….
Seteguk darah itu bercampur dengan serpihan organ dalam, semuanya menyembur keluar!
Pffff…….
William terjatuh ke tanah, kedua matanya melebar tapi dia sudah tidak bernafas!
Dua orang anggota Geng Baja Hitam yang melihat itu sangat kaget dan segera kabur, mereka tidak berani berlama-lama lagi disana!
Lina juga termenung cukup lama sebelum tersadar kembali, wajahnya terlihat panik : “Kenapa…..kenapa kamu membunuhnya?”
Aron tersenyum : “Bukankah kamu menyuruhku untuk membunuhnya? Kenapa sekarang kamu malah buang badan?”
“Aduh, saya mengatakannya karena terbawa emosi, kenapa kamu malah benar-benar membunuhnya!” Lina panik dan menarik Aron : “Ayo cepat pergi, takutnya anggota Geng Baja Hitam akan kembali untuk balas dendam!”
Lina menarik Aron pergi, dan mereka tidak jadi makan!
“Kita belum makan, sekarang saya sudah lapar…..”
Setelah masuk ke dalam mobil, Aron berkata pada Lina yang terlihat panik.
“Kita ke rumahku sekarang, saya akan memasakkan mi untukmu, kamu terlalu gegabah, kenapa kamu benar-benar membunuh William!:
Lina mengerang.
“Kamu yang menyuruhku membunuhnya, saya tidak peduli dengan hal lain!” Aron berkata dengan acuh tak acuh.
“Kamu………..” Lina kesal hingga wajahnya memerah, namun dia juga tidak bisa membantah.
Lina menyetir dan membawa Aron hingga ke sebuah area perumahan, lalu membawa Aron ke tempat tinggalnya!
Tempat tinggal Lina sangat kecil, hanya ada sebuah kamar dan sebuah ruang tamu, dan tempat ini juga disewa!
Meskipun tempatnya kecil, tapi barang-barangnya sangat rapi, baru memasuki pintu sudah mencium ada aroma khas para perempuan!
“Duduk lah dulu, saya akan mencari apakah ada makanan di rumah!”
Setelah sampai di rumah, Lina bersiap memasak.
Aron duduk di ruang tamu dengan bosan, dan saat melihat Lina yang sibuk di dapur Aron merasa sangat aneh, dengan status Lina, kenapa dia memilih menyewa rumah?
Walaupun dia tidak mau mengandalkan keluarganya, tapi keluarganya pasti punya rumah kan? Kalau tidak sanggup membeli sebuah rumah besar yang nyaman, paling tidak mampu untuk membeli rumah, apalagi rumah tempat Indrawan tinggal di Kota Sanur juga tidak murah, ditambah lagi barang-barang antik yang ada di dalam rumahnya, dijual salah satu saja pasti sudah cukup untuk dihabiskan oleh Lina.