ARON

ARON
Adu Orang



Pada saat ini, mata Shella masih terbuka lebar dan dia menatap Nuri dengan tidak percaya!


“Nona Besar Nuri…..” Yudas bergegas menghampiri!


Tapi Nuri mengabaikannya, lalu Yudas langsung menggandeng lengan Aron : “Kakak sepupu, tadi itu hanya salah paham, kita semua sudah sekeluarga sekarang, saya mana mungkin melihat saudaraku sendiri diganggu, lihatlah sekarang si Wendy itu sudah dibereskan, kamu hanya perlu satu kata dan saya akan memanggil orang untuk memenggalnya!”


Yudas sangat jago melempar batu sembunyi tangan, dan langsung melimpahkan semua tanggung jawab kepada Manajer Wendy!


Aron menatap Yudas dengan dingin dan mengabaikannya, lalu kembali ke ruangan VIP nomor 2!


Yudas juga tidak keberatan dan mengikutinya dari belakang.


Setelah masuk ke ruangan VIP, Yudas segera menarik kursi : “Kakak sepupu, silahkan duduk!”


Melihat Yudas begitu sopan pada Aron, baik bibi kedua maupun Sheli sedikit bingung!


Aron duduk lalu berkata dengan dingin pada Yudas : “Yudas, kamu memaksa adik sepupuku untuk menikah denganmu, bagaimana masalah ini harus diperhitungkan?”


Yudas tercengang, lalu menjilat bibirnya dan berkata : “Kakak sepupu, apa yang sedang kamu bicarakan, saya dan Shella ini saling jatuh cinta, saya tidak memaksanya!”


“Tidak usah banyak omong kosong, pernikahanmu dan Shella sudah berakhir, Shella tidak akan menikah denganmu!”


Aron berkata dengan dingin.


“Kakak sepupu, ini……”


“Kenapa? Tidak bersedia?” Aron mengernyitkan keningnya!


Yudas menggertakkan giginya, dan melirik Shella lalu mengangguk : “Baik, pernikahannya batal, tidak jadi menikah!”


Setelah berkata, Yudas bangkit berdiri dan ingin pergi!


“Apa saya menyuruhmu pergi?” Aron bertanya.


“Apa lagi maumu?” raut wajah Yudas juga menjadi jelek kali ini!


“Patahkan sendiri satu tanganmu, lalu saya tidak akan memperhitungkan masalah ini lagi!”


Aron berkata dengan tenang.


“Aron, sudahlah, sudahlah, lagipula dia sudah berjanji akan membatalkan pernikahannya, jangan perhitungan lagi!”


Bibi kedua Aron yang mendengarnya seketika membujuk Aron!


“Kak Aron, sudahlah, bisa membatalkan pernikahan saja saya sudah sangat puas!” Shella juga membujuk Aron!


Karena kalau sampai membuat Yudas tercekat, dia bisa melakukan apa saja!


“Kalian tidak perlu ikut campur!” Aron berkata lalu menatap Yudas : “Saya keterlaluan, lalu kamu bisa apa? Patahkan tanganmu sendiri, masih bisa mempertahankan nyawamu, kalau saya yang turun tangan, nyawamu pasti akan hilang!”


Yudas membanting meja dengan keras : “Aron, kamu kira bisa bersama dengan seorang nona muda dari keluarga konglomerat kamu sudah sangat hebat ya? Ini adalah Kota Tuba, saya bisa membunuhmu hanya dengan satu panggilan telepon, bahkan Keluarga Utomo tidak akan bisa apa-apa, saya adalah orangnya Tuan Jekson Herlambang di Kota Sanur, saya percaya kamu pasti pernah mendengar nama Tuan Jekson!”


“Pernah, ketua mafia di Kota Sanut kan?” Aron mengangguk.


“Bisa dibilang kamu masih punya sedikit pengetahuan, oleh karena itu jangan memaksaku, atau siapapun tidak akan bisa menyelamatkanmu!” Yudas tersenyum dingin!


“Saya tidak perlu orang lain menyelamatkanku, saya bisa melindungi diriku sendiri, tinggalkan satu tanganmu di sini, lalu enyah, atau tidak nyawamu juga akan melayang!”


Aron berkata dengan tenang!


“Sialan, saya sudah terlalu memberi muka padamu!” Yudas memaki dan hendak meraih botol arak itu untuk menghantam Aron!


Tapi sebelum bisa bergerak, Aron mengulurkan tangannya lebih dulu dan meraih botol arak itu lalu menghantamkannya dengan keras ke kepala Yudas!


Kepala Yudas berdarah, dan dia terjatuh ke lantai dan berteriak!


Kali ini, semua orang kaget, hanya Nuri yang tersenyum dan tidak khawatir!


“Sialan, tunggu saja kamu!” Yudas mengamuk dan mengeluarkan ponselnya untuk memanggil orang!


“Kamu memanggil orang, saya juga akan memanggil orang, bukankah kamu kenal dengan Jekson? Saya akan bertanya padanya apakah dia mengenalmu!”


Aron berkata lalu mengeluarkan ponselnya!