ARON

ARON
Pelelangan



“Tuan Hardi, untuk lima bahan obat berusia ratusan tahun ini saya akan membayar sepuluh miliar per bahan obatnya, dengan begitu keuntunganmu juga tidak sedikit!”


Aron berkata pada Iman.


“Apa? Sepuluh miliar per bahan obat?” Iman tiba-tiba meninggikan suaranya : “Apa kamu menganggap bahan obatku ini bermutu rendah? Saya rasa kamu bukan datang untuk membeli bahan obat melainkan untuk membuat onar, kamu bahkan belum melihatnya sudah berani menganggap bahan obatku ini bermutu rendah?”


“Saya tidak perlu melihatnya, bermutu rendah atau tidak kamu sendiri yang paling tahu, berbisnis itu mengandalkan integritas dengan begitu baru bisa berlangsung lama, sepuluh miliar per bahan obatnya, tidak lebih satu sen pun!”


Aron menatap Iman tanpa rasa takut!


Iman juga tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya menatap Aron dan raut wajahnya sedikit jelek!


“Tuan Hardi, saudaraku ini tidak perlu melihat juga bisa tahu kualitas dari bahan obat, kalau tidak begini saja, saya saja yang melihatnya untuk menambah wawasan saudaraku!”


Tedi melihat Iman sedikit marah dan segera berkata!


Iman mengulurkan tangannya : “Tidak perlu, anggap saja saya menambah wawasan hari ini, kalangan muda memang luar biasa, saya akan menjualnya sepuluh miliar per bahan obat padamu!”


Iman tidak membiarkan Tedi melihatnya, dengan penglihatan Tedi dia tentu akan tahu kualitas dari bahan obat itu.


Aron juga tidak berbasa-basi dan segera mentransfer uangnya pada Iman, dan hal ini membuat Iman mulai mengagumi Aron!


“Saya masih punya beberapa bahan obat berusia ratusan tahun disini, saya akan menyuruh seseorang membawakannya!”


Iman berkata lalu melambaikan tangannya, dan seorang bawahan kembali membawakan bahan obat.


Beberapa orang menunggu sambil duduk dan minum teh di halaman belakang.


“Pak Tedi, belakangan ini di Kota Sanur ada orang yang menjual semacam Pil Obat, apakah kamu tahu?”


Sambil minum teh, Iman mengobrol dengan Tedi.


“Pil Obat? Tedi menggelengkan kepalanya : “Saya tidak tahu!”


“Pil obat itu memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan dan bisa memperpanjang usia, saya sendiri sudah memakan satu buah dan efeknya sangat bagus, hanya saja saya sudah mengutus bawahanku untuk mempelajari pil obat itu cukup lama tapi tetap saja tidak bisa menganalisis bahan pil obat itu, dan tidak bisa menirunya!”


“Ada orang sehebat itu di Kota Sanur?” Tedi sedikit kaget!


Kalau mengatakan obat itu tidak dapat ditiru, masih ada kemungkinan, tapi kalau tidak bisa menganalisis bahan ramuannya, ini sangat tidak mungkin!


“Saya berencana mengunjungi Kota Sanur dalam waktu dekat untuk menemui ahli ini, kalau bisa memanfaatkan orang ini maka akan sangat baik!”


Tatapan mata Iman penuh dengan antisipasi, kalau dia bisa memanfaatkan orang seperti itu untuk kepentingannya maka uang akan mengalir tanpa henti kepadanya!


Melihat Iman seperti itu, Aron hanya tersenyum, sedangkan Jekson juga hanya menatap Aron dan tersenyum tanpa mengucapkan sepatah katapun!


Ahli yang sedang mereka bicarakan ada di depan mereka, tapi mereka tidak menyadarinya!


Pada saat itu, seorang bawahan bergegas masuk dan berbisik pada Iman, seketika raut wajah Iman menjadi jelek.


“Baiklah, kamu turun dulu!” Iman melambaikan tangannya sebagai isyarat agar bawahannya segera pergi, lalu dia berkata dengan rasa bersalah pada Aron dan Tedi : “Maaf, ada urusan mendadak yang harus saya tangani, masalah bahan obat kita bicarakan lagi nanti sore, saya janji akan menyimpan nya untuk kalian!”


Melihat Iman berkata seperti itu, Aron dan yang lainnya mau tidak mau harus pergi, mereka bangkit dan berpamitan padanya!


“Iman ini, ada urusan mendadak apa yang membuatnya begitu terburu-buru hingga melepaskan bisnis besar seperti ini?”


Setelah keluar dari Rumah Herbal, Tedi berkata dengan bingung.


Baru saja selesai bicara, ponsel Tedi tiba-tiba berdering dan sebuah notifikasi pesan masuk!


Setelah Tedi membacanya dia berteriak kaget : “Sebuah Teratai salju berusia ribuan tahun muncul di pelelangan, Teratai Salju sudah lama sekali tidak ditemukan di Kota Namae, kali ini tiba-tiba muncul Teratai salju yang berusia ribuan tahun!”


“Pelelangan?” Aron seketika menjadi bingung!


Setelah dijelaskan oleh Tedi, Aron baru tahu kalau pelelangan ini dikhususkan untuk melelang beberapa bahan obat, pada awalnya biasa-biasa saja, dan sering ada bahan obat berharga yang dilelang, namun di pelelangan seperti ini sering sekali muncul bahan obat palsu dan ditambah lagi bahan obat berharga semakin hari semakin langka, jadi semakin jarang orang yang mengikuti acara lelang lagi, dan Tedi sendiri pun tidak memperhatikannya.