ARON

ARON
Memberi Pelajaran



Victor yang mendengar Aron mengatakan bahwa Kungfu Delapan Mata Angin nya lambat seketika menjadi tidak senang, ditambah dengan kemarahan yang sudah berada dalam hatinya, dia akan segera meledak, lalu berkata pada Aron : “Bocah, kalau kamu benar-benar punya kemampuan, berani tidak bertarung denganku? Biar saya tunjukkan padamu Kungfu Delapan Mata Anginku lambat atau tidak!”


“Dasar bajingan, kenapa kamu bicara seperti itu kepada Tuan Aron!” Rey kaget Victor berani bicara seperti itu pada Aron, dan membuatnya ketakutan setengah mati, dan Rey bergegas ingin memberi pelajaran kepada Victor!


Siapa tahu Aron mengulurkan tangannya dan menghalangi Rey : “Kepala Keluarga Keluarga Filan tidak perlu marah, bukankah saya sudah bilang, wajah kalau anak muda terlalu bersemangat, saya akan bertarung kecil saja dengannya!”


Rey yang mendengar ini segera berkata dengan nada memohon : “Saya memohon belas kasihan dari Tuan Aron!”


“Tenang saja, saya tidak akan melukainya!” Aron berkata dengan enteng.


Rey akhirnya merasa lega setelah mendengar kalimat itu, ini juga kesempatan yang baik bagi Aron untuk menyembuhkan penyakit sombongnya Victor, agar dia tahu di atas langit masih ada langit, di atas manusia masih ada manusia.


Rey terkadang berpikir apakah dua anak ini benar-benar anak kandungnya, mereka semua sangat arogan dan sombong, benar-benar berbeda dengan kepribadiannya sendiri!


“Ayah, kamu seharusnya memintaku berbelas kasihan, kalau saya sampai melukai tamu kehormatan, kamu jangan marah padaku!”


Victor berkata dengan penuh penghinaan.


Rey tidak memperdulikannya, karena dia tahu sebentar lagi Victor pasti akan terdiam!


Aron melompat ringan, dan berdiri di hadapan Victor, dia berkata dengan enteng : “Silahkan pukuli saya, saya hanya akan mengelak, tidak akan membalas, agar kamu tahu apakah Kungfu Delapan Mata Anginmu itu lambat atau tidak!”


Aron berkata lalu meletakkan kedua tangannya di belakang punggungnya dan berdiri dengan tenang!


Victor tertegun sejenak lalu berkata dengan marah : “Bocah, kamu terlalu gila, kalau kamu sampai terluka, jangan mengamuk padaku…..”


“Tidak akan!” Aron menggelengkan kepalanya!


Victor tiba-tiba menghentakkan kakinya, dan kali ini tanah yang diinjak oleh kakinya mengeluarkan retakan, dan retakan ini menyebar ke mana-mana sepanjang beberapa meter!


Segera setelah itu, Victor menghembuskan nafasnya, urat biru di wajahnya menegang, dan dia mengeluarkan aura yang menakutkan, seperti seekor macan tutul, yang menatap mangsa di depannya!


Menghadapi pukulan itu, Aron masih berdiri tenang, dengan kedua tangannya yang terlipat di belakang tubuhnya, seolah tidak peduli sama sekali.


Dan saat tinju Victor tiba di hadapan Aron, Aron menoleh dengan ringan ke samping dan dengan mudah menghindari pukulan Victor!


Victor tertegun sejenak, dia menjadi geram dan memukul Aron lagi, kali ini dia tidak mengarahkan pukulannya pada kepada Aron, melainkan ke arah perut Aron!


Aron menarik tubuhnya, dan menghindari pukulan it uke samping, lalu berbalik dan berdiri di belakang Victor!


“Ah……..”


Dua pukulan yang dia layangkan berturut-turut tidak satu pun mengenai, Victor benar-benar menjadi marah, dia meraung, dan tinjunya menjadi seperti bintang jatuh yang terus menghantam ke arah Aron!


Kali ini dia benar-benar menggunakan dua tinjunya, tapi sayang sekali tidak peduli seberapa cepat tinjunya, dia tetap tidak bisa menyentuh sudut pakaian Aron!


Hanya dalam beberapa menit, Victor sudah melayangkan lebih dari 100 pukulan, tapi tidak satu pun pukulan itu mengenai sasaran!


Victor berhenti, dia terengah-engah dan keningnya sudah dipenuhi dengan keringat dingin, tubuhnya juga sudah hampir kehabisan energi!


Pada saat itu, Aron masih melipat dua tangannya di belakang, dan tidak terlihat lelah, dia tersenyum ringan dan berkata : “Sekarang apa kamu percaya kalau tinjumu itu lambat?”


“Hm, kamu hanya mengandalkan fleksibilitas mu saja, apa kamu berani beradu denganku? Dengan tubuhmu itu, satu pukulanku sudah bisa membuat semua tulangmu patah!”


Victor masih belum puas!


Aron tersenyum : “Sekarang kamu saja sudah kehabisan energi, bagaimana bisa beradu denganku?”


Setelah berkata, Aron menghentakkan kakinya dengan ringan di atas tanah!