ARON

ARON
Mengunjungi Villa



“Ayah, kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak!”


Nuri memalingkan wajahnya dan tidak mau menghiraukan Jhonatan!


Sebenarnya dalam hati Nuri, dia juga memiliki kesan yang sangat baik terhadap Aron, apalagi saat menghadapi Tuan Jekson tadi, Aron mendorongnya ke samping dan berjalan menghadang didepannya membuat dia merasakan rasa aman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya!


“Tuan Jhonatan, Tuan Jekson sudah membawa orang-orangnya pergi, dan Tuan Aron juga sudah meninggalkan hotel!”


Manajer hotel itu memasuki ruangan kerja dan melaporkan pada Jhonatan.


“Ya, saya sudah tahu!”


Jhonatan menganggukkan kepalanya dan berkata pada Nuri : “Nuri, daftar bahan obat yang dibutuhkan oleh Tuan Aron, cepat kamu siapkan, lalu kamu utus orang untuk melindungi Tuan Aron diam-diam, saya yakin Keluarga Jhonson tidak akan membiarkannya begitu saja!”


“Baik!”


Nuri mengangguk dan segera mengurusnya!


Aron meninggalkan Hotel Sadewa dan menuju kerumah, sekarang hari sudah siang, ibunya pasti sedang menunggunya!


Dan saat dia sampai dirumah, dia melihat orang tuanya yang sudah duduk dimeja makan yang penuh hidangan dan menunggunya!


“Itu Aron kan?”


Mendengar suara pintu dibuka, Sheli segera menanyakan.


“Iya Bu, ini saya!”


Aron bergegas menghampiri dan memapah Sheli.


“Lihatlah anak ini, baru pulang saja sudah keluyuran entah kemana, ayahmu sudah sejak tadi menyiapkan sayur dan menunggumu untuk makan. Sheli menceramahi Aron namun hanya senyuman yang ada di wajahnya!


“Ibu, saya ada sedikit urusan tadi!” Aron menjelaskan, lalu ayahnya, Wahyu, berjalan keluar dari dapur, rambut Wahyu sudah memutih, wajahnya keriputan, perubahan jelas terlihat padanya!


“Sudah pulang ya!” Saat melihat Aron, Wahyu merasa sangat tersentuh, tapi dia menahan perasaannya dan tidak menunjukkannya, dia hanya bertanya dengan santai kepada Aron.


“Iya!” Aron mengangguk, matanya sudah memerah.


Ayahnya dulu adalah seorang karyawan yang berpenghasilan tinggi, dia juga termasuk pegawai yang terpuji, dan mengenakan setelan jas setiap harinya, semangatnya seakan tidak pernah pudar, tapi sekarang, hanya dalam jangka waktu tiga tahun, dia seperti bertambah 10 tahun, sama sekali tidak memiliki semangat yang dia miliki dulu!


“Cepat makan, nanti sayurnya dingin!”


Wahyu berkata, sambil meletakkan semangkok nasi didepan Aron.


​Perlu diketahui kalau Wahyu adalah orang yang memegang teguh prinsipnya, dia tidak pernah mengambilkan nasi untuk Aron, apalagi mengurus urusan dapur, tapi sekarang semuanya sudah berubah, situasinya membuat dia mau tidak mau harus berubah!


Saat mereka sekeluarga makan, Wahyu tidak mengatakan apapun, Aron juga tidak bersuara, dihadapan ayahnya, Aron sedikit ketakutan, tapi Sheli malah tidak berhenti mengoceh!


“Aron, kamu sudah pulang sekarang, carilah sebuah pekerjaan yang layak, lalu cari seorang pacar, meskipun keluarga kita kekurangan, tapi kalau kalian berdua bekerja dengan baik, semuanya pasti akan jadi lebih baik.”


“Ayahmu menyapu jalanan juga bisa mendapatkan sedikit uang, nanti saya akan meminta pada Bibi keenam untuk mencarikan mu pasangan, janda juga tidak masalah, nanti kalau sudah menikah dan punya anak, semuanya akan jadi lebih baik!”


“Kamu juga jangan pergi mencari Santi lagi, dia sudah menjadi Nyonya Muda di Keluarga Jhonson, kita tidak akan sanggup mengatasinya tapi kita bisa menghmenghindarinya.


​“Kali ini kamu harus ingat, jangan bertindak gegabah, kalau kamu masuk penjara lagi nyawa ibumu ini pun akan ikut lenyap!”


Sheli mengoceh panjang lebar, dan Aron hanya mengangguk!


Setelah makan, Aron berinisiatif membereskan peralatan makan, dan Wahyu mengganti seragam petugas kebersihan dan bersiap berangkat kerja.


“Ayah, kamu jangan pergi menyapu lagi, karena saya sudah pulang, urusan rumah biar saya saja yang urus!”


Aron berkata sambil mengeluarkan sebuah kunci : “Saya punya seorang teman yang memiliki rumah kosong yang tidak dipakai, dan meminjamkannya padaku, kita bereskan lalu tinggal disana!”


rumah ini sudah terlalu tua dan bobrok, lingkungannya juga tidak baik, Aron ingin ayah dan ibunya tinggal di Perumahan Bumi Sejuk, tapi dia tidak berani berkata sejujurnya, hanya berani mengatakan kalau temannya meminjamkan rumah itu kepadanya


Mengenai kartu ATM yang berisi uang 10 miliar pun Aron tidak berani memberitahu orang tuanya, dia belum menemukan cara untuk memberitahu asal usul uang ini kepada mereka.


Takutnya setelah dia berkata seperti itu, orang tuanya akan langsung mengurungnya dan menganggapnya gila.


“Rumah temanmu, ada dimana?”


Sheli bertanya dengan penasaran.


“Di Perumahan Bumi Sejuk!”


Aron sebisa mungkin berkata dengan nada tenang.


“Apa?”


Sheli dan Wahyu sama-sama kaget dan berteriak. Perlu diketahui kalau Perumahan Bumi Sejuk merupakan kompleks perumahan terkecil dan termahal di Kota Sanur, yang bisa tinggal di sana hanyalah para konglomerat, bahkan kalau Wahyu tidak kehilangan pekerjaannya pun, bekerja seratus tahnpun belum tentu sanggup membeli rumah di Perumahan Bumi Sejuk.


“Teman dari mana itu, kenapa dia bisa meminjamkan rumah semahal itu padamu?”


Wahyu menatap Aron dengan dingin dan bertanya.


“Itu….dia hanya seorang temanku!”


Aron menjawab dengan samar-samar.


“mm!” Wahyu mendengus : “Kamu kira saya dan ibumu ini bodoh ya? Membohongi kami seperti ini, kamu mana mungkin punya teman seperti itu, dan mana mungkin ada orang yang meminjamkan rumahnya di Perumahan Bumi Sejuk kepadamu, sepertinya di penjara kamu belajar hal-hal buruk, kalau kamu sudah pandai bberbual, segera cari pekerjaan jangan terus mimpi di siang bolong!”


Setelah berkata Wahyu pun berangkat kerja, dia tidak mempercayai Aron dipinjami rumah di Perumahan Bumi Sejuk.


“Ayah, ayah saja belum melihatnya kenapa mengatakan ku membual? Saya sudah sebesar ini, apakah begitu susah untuk mengakui ku sekali saja? Hari ini saya pasti akan membawa kalian pindah ke sana!”


Aron berteriak, dari kecil hingga sekarang, Wahyu tidak pernah memujinya, walaupun Aron mendapatkan prestasi baik saat kuliah maupun terpilih menjadi Ketua Dewan Mahasiswa, itu semua tidak mendapatkan pengakuan dari Wahyu, mungkin ini merupakan cara Wahyu mendidik anak!


“Sudah, sudah!” Sheli membujuk mereka : “Suamiku, kamu ini juga, anakmu baru saja bebas apakah kamu tidak bisa mengatakan hal-hal yang enak didengar?”


Sheli mengoceh pada Wahyu, lalu berkata pada Aron : “Aron, ibu percaya padamu, ayo bawa ibu ke Perumahan Bumi Sejuk untuk melihat-lihat, saya belum pernah ke sana!”


“Bu, saya akan segera memanggil taksi, sekalian membereskan barang-barang dirumah, Setelah berkata Aron berjalan keluar, dan saat melewati Wahyu, dia berbisik : “Ayah, saya benar-benar tidak berbohong padamu, kalau kamu ikut denganku kamu akan percaya!”


Setelah Aron berlalu, Wahyu ragu-ragu sejenak lalu melepaskan seragamnya!


…………


Area Perumahan Bumi Sejuk!


Petugas keamanan berdiri di kedua sisi, satu dengan kepala terangkat tinggi, menjadi penjaga keamanan di sini adalah hal yang sangat terhormat, kalau tidak mempunyai koneksi, tidak akan bisa masuk kemari!


Sebuah taksi melaju lalu berhenti didepan pintu masuk Perumahan Bumi Sejuk, seorang petugas keamanan melihat ini dan merasa aneh, dia bergegas keluar dan menghentikan taksi itu.


“Kalian datang kemari untuk apa?”


Petugas keamanan itu bertanya dengan aneh.


Dia sudah bekerja disini selama 3 tahun dan belum pernah menemui orang yang datang ke Perumahan Bumi Sejuk dengan taksi,


orang yang bisa tinggal disini semuanya konglomerat, dan punya banyak mobil dirumah, bahkan supir pun lebih dari satu!


“kami penghuni disini!”


Aron turun dari kursi penumpang dan berkata dengan penuh hormat kepada petugas keamanan itu.


“Penghuni?” Petugas keamanan itu menilai Aron dari penampilannya lalu melihat kearah orang tua Aron yang ada didalam taksi lalu tersenyum sinis : “Orang sepertimu sudah banyak kutemui, kalau ingin datang melihat-lihat Perumahan Bumi Sejuk, lihat dari luar saja, orang luar tidak boleh masuk kedalam!”


Maksud petugas keamanan itu sangat jelas, dia tidak percaya kalau Aron adalah penghuni !


Tidak peduli dari penampilan Aron, atau kedua orang tuanya yang ada didalam taksi, mereka sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sanggup membeli rumah di Perumahan Bumi Sejuk !


Karena Perumahan Bumi Sejuk memiliki pemandangan yang sangat cantik, banyak orang yang berusaha masuk kedalam dengan berkata kalau mereka adalah penghuni, lalu masuk kedalam dan berkeliling, seperti sedang berwisata, dan petugas keamanan ini juga menganggap Aron adalah orang seperti itu!