ARON

ARON
Aron Ngeprenk..



Meskipun dia tidak pernah mengatakan akan menikah dengan Aron, dan sekarang pun dia bukan istrinya Aron, tapi perkataan Aron barusan membuat Nuri tak karuan, Aron yang saat ini seperti seorang pangeran berkuda putih yang tinggi dan tampan bagi Nuri!


Kalau Aron yang sekarang mengajaknya menikah, dia akan langsung menyetujuinya tanpa ragu-ragu!


“Tidak….saya tidak boleh mati, kamu tidak boleh membunuhku, Guruku adalah Pemimpin Baka, kalau kamu membunuhku dia pasti akan mencarimu untuk balas dendam!”


Riko terlihat panik, dan bagian bawah tubuhnya terlihat basah, dia ketakutan hingga mengompol!


“Saya akan menunggunya!”


Aron tersenyum tenang dan menginjaknya dengan keras!


Brak…..


Kepala Riko seperti semangka matang yang meledak!


“Ah…..”


Nuri terkejut dan langsung masuk kedalam pelukan Aron!


Melihat pemandangan di depannya, Jhonatan memiliki perasaan campur aduk di hatinya, sementara Jekson dan Kurniawan yang ada di sampingnya memikirkan Jhonatan dan melemparkan tatapan iri!


Kalau status mereka dibandingkan, masih ada perbedaan diantara Jhonatan, Kurniawan dan Jekson, walaupun Juan berstatus sebagai orang terkaya di Kota Sanur, namun dalam zaman yang mengandalkan seni bela diri ini, hanya berstatus sebagai pebisnis saja tidak bisa dibilang memiliki status yang tinggi!


Kecuali, diantara anggota keluarganya ada seorang ahli bela diri, atau pernah memiliki anggota keluarga yang dulunya merupakan ahli bela diri, baru bisa dianggap sebagai keluarga yang memiliki status tinggi.


Sekarang, Jhonatan sudah mendapatkan seorang menantu seperti Aron, maka status Keluarga Utomo pun tidak perlu diragukan lagi, dan di kemudian hari Kurniawan maupun Jekson harus menunjukkan sikap hormat mereka kepada Jhonatan!


“Pak Jhonatan Utomo, selamat ya, selamat!”


Kurniawan berbisik menyelamati Jhonatan!


Jhonatan tersenyum tipis : “Tuan Kurniawan, masih terlalu dini, anak muda zaman sekarang sulit ditebak.”


“Karena Pak Jhon mengatakan sulit ditebak, kenapa tidak segera dijadikan saja, agar tidak banyak bermimpi di malam hari!”


Kurniawan tersenyum pada Jhonatan, dan Jhon langsung mengerti apa maksud dari Kurniawan!


Pemimpin Bu Xu menyuruh seseorang untuk membersihkan kamar, dan setelah dibersihkan, barulah Nuri keluar dari pelukan Aron!


Nuri bertanya pada Aron.


“Siapa yang mencari kesempatan darimu? Jelas-jelas kamu sendiri yang memelukku.”


Kata Aron dengan bingung.


“Saya tidak membahas itu, yang saya maksud tadi kenapa kamu mengatakan saya ini istrimu? Bukankah itu namanya mencari kesempatan?”


Nuri berpura-pura marah.


“Oh, saya kira kamu bersedia menjadi istriku, ternyata hanya angan-anganku ya, kalau begitu saya tidak akan mengatakannya lagi!”


Aron berkata dengan tenang, setelah berkata dia berbalik dan berjalan keluar dari kamar, namun saat dia berbalik, sudut bibir Aron terangkat, dia diam-diam tersenyum!


Nuri tertegun, dan sedikit bingung, dia tadi hanya sedang bercanda dengan Aron, kenapa Aron tidak menyadarinya?


Jhonatan juga seketika menjadi bingung dan langsung menjitak kepala Nuri : “Bicara apa kamu? Kalau bukan karena Aron kita semua pasti sudah mati, lihat lah kamu malah membuat Aron sedih, cepat pergi hibur dia!”


​Nuri sedikit tidak mau melepas egonya, namun pada akhirnya dia menggertakkan giginya dan berlari keluar!


“Tuan Kurniawan, saya akan segera mengambilkan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar yang diperlukan oleh Tuan Aron!”


Pemimpin Bu Xu berkata lalu berjalan menuju kamar lain yang ada disamping lalu sesaat kemudian, dia keluar dengan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar, lalu menyerahkannya kepada Kurniawan!


“Tuan Kurniawan, mohon bantuannya untuk menanyakan pada Tuan Aron, meskipun Hawa Yin dari tubuh putriku sudah habis diserap oleh Tuan Aron, namun dia mengatakan kalau tubuh putriku merupakan tubuh kristal es yang bisa menyerap Hawa Yin, kalau begitu, tidak lama lagi putriku akan kembali pada keadaannya seperti semula?”


Pemimpin Bu Xu berkata dengan wajah memelas pada Kurniawan.


“Baik, saya akan menanyakannya pada Tuan Aron!”


Kurniawan mengambil Kuas Spiritual dan Batu Sinabar, lalu menganggukkan kepalanya.


Tapi saat Kurniawan bersiap keluar untuk bertanya pada Aron, dia mendengar suara teriakan Nuri dari luar : “Aron bajingan, berani membohongiku, saya akan membunuhmu……”


Melihat Aron yang tertawa bahagia menuju ke dalam kamar, dan Nuri mengejarnya di belakang, Jhonatan segera menghalanginya!