ARON

ARON
Reuni Sekolah



“Sudahi omong kosongmu, berikan saja datanya padaku….”


Aron tampak tidak sabar dengan Billy yang bertele-tele, sebenarnya dalam hatinya tidak sedang merasa iri, dia hanya ingin mempermalukannya!


Billy terlihat sangat dingin, dan langsung melemparkan dokumen pada Aron!


“Hm, saya pasti akan memikirkan cara untuk memecatmu, jangan sombong dulu…”


Billy menggertakkan giginya dan bergumam dalam hatinya!


“Billy, apa maksudmu? Laurents adalah proyek yang saya kerjakan, apa kamu tahu sudah berapa lama saya mengurus proyek ini? Kenapa tiba-tiba diserahkan kepadanya?”


Seketika itu, Mona panik dan berteriak pada Billy!


Mereka semua tentu tahu kalau Laurents adalah pelanggan besar, kalau berhasil bekerja sama dengan mereka bonusnya pasti akan


sangat besar, maka Billy sejak awal sudah menyerahkan proyek Laurents kepada Mona, karena bagaimanapun Mona adalah pacarnya, karyawan lain tidak akan berani mengatakan apapun!


Dan demi pelanggan itu, Billy juga tidak jarang menemani Mona bolak-balik, Mona juga sangat berusaha keras!


Tapi tiba-tiba pelanggan itu diserahkan kepada Aron, bagaimana mungkin Mona tidak kesal!


Billy menarik Mona dan berkata padanya : “Jangan membuat onar dulu, saya akan menjelaskannya padamu…”


Setelah berkata, Billy menatap Aron : “Aron, pelanggan ini adalah pelanggan yang sangat penting bagi perusahaan, jadi kamu harus segera memutuskan waktu, kapan bisa pergi bernegosiasi dengan mereka?”


“Besok….”


Aron awalnya ingin mengatakan sore ini, tapi dia berpikir kalau dia harus menghubungi Jekson terlebih dulu, jadi dia memutuskan besok saja!


“Besok?” Billy tercengang!


Seluruh karyawan departemen pemasaran juga tercengang, mereka menatap Aron dengan tatapan tidak percaya!


“Aron, otakmu rusak ya? Itu adalah Laurents Cosmetic, kamu bilang kamu bisa menegosiasikannya dengan mereka besok?”


Ivanna tiba-tiba tertawa, nada bicaranya terdengar penuh penghinaan.


“Aron, bisa tidak jangan membual, apa kamu tahu berapa lama saya sudah membahas proyek ini dengan mereka? Sudah tiga bulan, tiga bulan, saya saja belum berhasil menegosiasikannya, kamu mengatakan kamu akan menegosiasikannya besok?”


Mona berkata dengan kesal pada Aron, ucapan Aron jelas-jelas sedang mempermalukannya!


Dia saja belum berhasil menegosiasikannya setelah tiga bulan, Aron malah mengatakan dia hanya butuh waktu sehari, bukankah itu sedang mengolok-olok ketidakmampuannya!


Billy yang melihat sikap Aron hanya bisa mencibir : “Aron, itu adalah ucapanmu sendiri, kalau kamu gagal, maka segera enyah dari sini, kami departemen pemasaran tidak membutuhkan seorang pembual!”


“Tidak masalah!” Aron menyetujuinya dengan segera!


Segera, Billy tertawa bahagia, dia yakin kalau Aron pasti tidak akan berhasil menegosiasikannya besok, kalau segampang itu, dia tidak akan bolak-balik menemani Mona selama tiga bulan, lagipula ada Keluarga Jhonson yang juga menargetkan Laurents, tidak akan semudah itu!


Billy menarik Mona keruangannya dan menjelaskan padanya, sedangkan karyawan lain menatap Aron dengan tidak senang, lalu membubarkan diri!


Aron mengambil dokumen itu dan tidak melihatnya lagi, dia langsung mengirimkannya pada Jekson, dan Yenni menjadi panik, dia mati-matian mempelajari data tentang Laurents seharian!


“Yenni, sekarang sudah hampir waktunya pulang, kamu masih harus menghadiri acara reuni, kamu bersiap-siap saja dulu, dokumen itu jangan dilihat lagi!” Aron melihat Yenni yang gelisah dan sibuk mempelajari dokumen tentang Laurents Cosmetic berkata sambil membujuknya!


“Kak Aron, tingkat kesulitan untuk proyek Laurents ini sangat tinggi, manajer utama Laurents bukanlah orang yang gampang diambil hati, bagaimana kita harus bernegosiasi dengannya besok!”


Saat ini Yenni sudah tidak memikirkan tentang reuni sekolahnya lagi, kalau besok dia gagal menegosiasikan kontrak dengan Laurents, maka Aron akan dipecat, kalau Aron dipecat, Yenni juga tidak ingin tinggal disana lagi!


“Kamu tidak percaya padaku?” Aron menatap Yenni : “Saya bilang pasti akan berhasil, tenanglah..!!


Melihat tatapan mata Aron yang penuh keyakinan, Yenni akhirnya menganggukkan kepalanya : “Saya percaya!”


Dan pada saat jam pulang kerja, Yenni mendapat panggilan dari Christine yang mendesaknya untuk cepat, karena banyak teman sekolah yang sudah sampai!


Yenni menanyakan dimana reuni diselenggarakan, dan ternyata diadakan di Hotel Sadewa!


Hal ini membuat Yenni ragu sejenak, karena acara reuni kali ini berkelas VIP, memilih tempat semewah itu sebagai lokasi pasti akan menghabiskan banyak biaya, dia tidak ingin memboroskan uangnya!


Hanya saja Aron membujuknya, jadi Yenni akhirnya menyetujui, mereka mengendarai Accord bekas menuju ke hotel Sadewa!


Saat mereka baru tiba di depan Hotel Sadewa, mereka sudah menemukan Christine yang menunggu didepan pintu dengan gelisah!


Dan saat Christine melihat Aron, dia merasa sedikit tidak percaya, dia mengira Aron yang semalam sudah menyinggung Geng Serigala Api pasti akan dibunuh, kalaupun tidak dibunuh, setidaknya pasti akan dipukuli sampai kepalanya pecah, tapi sekarang dia melihat Aron tidak lecet sedikitpun!


“Kamu tidak dipukuli semalam?” Christine bertanya dengan kebingungan.


“Saya sudah bilang padamu, Geng Serigala Api harus takut padaku, bagaimana mungkin mereka berani memukuliku….”


Aron tersenyum!


“Teruslah membual!” Christine memutar bola matanya, dia tidak percaya pada ucapan Aron, Geng Serigala Api adalah kelompok preman yang kuat, bagaimana mungkin takut pada Aron, pasti Aron menggunakan segala macam cara, atau menghabiskan uang!


“Ya sudah kalau tidak percaya!” Aron juga tidak berniat menjelaskan..


“Hari ini adalah acara reuni sekolahnya Yenni, kamu datang dengan sebuah accord tua? Kalau tidak punya mobil bagus pakai saja taksi, itu akan jauh lebih baik daripada accord tuamu ini, coba lihat diparkiran mobil ini apa ada mobil yang sebutut milikmu?”


Christine menegur Aron!


Pada saat Aron membujuk Yenni untuk menghadiri acara reuni, Christine berpikir kalau Aron akan memikirkan cara untuk membuat Yenni terlihat luar biasa di acara reuni, tapi dia malah mengendarai sebuah accord tua, itu hanya akan dijadikan bahan olokan yang lainnya!


“Kenapa kalau hanya sebuah accord? Yang penting mobil….”


Aron berkata dengan acuh tak acuh!


Yenni segera berkata : “Saya rasa mobil ini lumayan kok, setidaknya jauh lebih baik daripada angkutan umum, ayo cepat kita masuk!”


Melihat Yenni berkata seperti itu, Christine juga tidak menegur Aron lagi, mereka bertiga melangkah memasuki hotel!


Dan disebuah ruangan VIP, ada belasan pria-wanita yang sedang duduk, mereka sedang mengobrol dan bercanda dengan meriah!


Salah satu diantara mereka, seorang pria dengan rambut terbelah yang mengenakan jam tangan emas terlihat sangat menarik, seluruh perhatian mereka tampak terpusat pada pria itu, yang terus menerus membual!


Pria itu adalah Verhaag, mantan pacarnya Yenni, meskipun dia bukan teman seangkatan Yenni dan yang lainnya, tapi Verhaag datang ke acara reuni sebagai pacarnya Aileen!


“Aileen, kamu beruntung sekali bisa mendapatkan pacar sebaik ini, apa kamu tahu Kak Verhaag itu merupakan pria idaman di sekolah!”


“Benar, kamu sangat beruntung, saat saya baru bersekolah, Kak Verhaag sangat populer, dan pada saat itu saya diam-diam menyukai Kak Verhaag!”


“Lihatlah jam tangan yang dikenakan oleh Kak Verhaag, nilainya pasti puluhan juta, benar-benar orang sukses!”


“Kak Verhaag memulai bisnisnya sendiri saat


ini, luar biasa….”


Semua orang sedang memuji Verhaag dan Aileen, membuat mereka seolah berjalan diatas awan!


“Hanya demi sesuap nasi, orang sukses apanya, jam ini juga jam murah, saya meminta seorang teman untuk membawakannya dari Swiss, hanya tiga puluh jutaan saja!”


Meskipun Verhaag terlihat merendah, namun sebenarnya nada bicaranya sedang pamer!


Sebenarnya saat Verhaag mengatakan hal itu, siapa yang mendengarnya pun tahu kalau dia sedang pamer, hanya saja tidak ada yang berani mengutarakannya!


Mereka hanya membiarkan Verhaag menyombongkan diri!