
Nuri juga menjatuhkan pandangannya pada Lina, karena Lina datang kemari untuk mengawasi Aron, mencegah Aron untuk kabur atau bersembunyi.
Lina merasakan tatapan Nuri dan seketika menjadi canggung, tangannya memegang kopi yang dibuatkan Aron dan menggigit bibirnya : “Saya….saat tidur saya sangat tidak sadar, saat malam hari kalau ada pergerakan saya juga tidak akan terbangun!”
Maksud perkataan Lina sangat jelas, sedang memberitahu Aron dan Nuri kalau mereka boleh menggunakan kesempatan saat dia tidur untuk kabur!
Melihat sikap Lina, Aron tiba-tiba tertawa : “Nona Lina sedang memberitahuku kalau saya boleh kabur nanti malam?”
“Saya…..saya tidak berkata demikian!” Lina memelototi Aron, dan menyalahkan Aron kenapa malah langsung mengatakannya.
“Aron, jangan sembarangan, Lina tidak berkata seperti itu!”
Nuri juga tahu Lina sedang membantu mereka, dan memelototi Aron.
“Hahaha……” Aron tiba-tiba tertawa : “Kalian berdua juga sudah lama tidak bertemu, sebaiknya menggunakan kesempatan ini untuk bernostalgia, tidak perlu mengkhawatirkan urusanku, wanita secantik ini belum kuperistri, mana boleh mati!”
Aron memegang dagu Nuri dengan satu tangan dan tiba-tiba mencium wajah Nuri!
Nuri seketika merona, Aron berani menciumnya saat Lina masih ada disana.
“Aron, dasar berandalan…….”
Lina melirik malas ke arah mereka dengan pasrah, dia lengah dan harus menyaksikan mereka memamerkan kemesraan di depannya, namun sudah sampai tahap seperti ini Aron malah masih bisa bercanda gurau, Lina sedikit mengagumi mentalitas diri Aron.
Dan pada saat ini, seseorang bergegas masuk ke dalam vila dan menghampiri Aron lalu berkata : “Tuan Aron, saya sudah mendengar kalau Detasemen Perlindungan Hukum dari Kota Taka mengutus orang untuk menangkapmu? Kamu jangan pergi, saya sudah mengumpulkan semua saudara kita, ribuan saudara sudah memblokir seluruh persimpangan, kalau orang dari Detasemen Perlindungan Hukum berani membawamu pergi, saya akan membuat mereka tidak bisa meninggalkan Kota Sanur!”
Orang yang datang adalah Jekson, karena Jekson masih cedera Aron menyuruhnya agar beristirahat jadi dia tidak memberitahukan hal ini kepadanya, dan entah siapa yang memberitahu Jekson!
Perkataan Jekson membuat Lina yang ada disamping menunjukkan raut wajah muram, bukankah ini mempermalukan Detasemen Perlindungan Hukum di depannya secara langsung?
Namun Lina juga tidak berani mengatakan apapun, karena Jekson mengatakan dia sudah mengumpulkan ribuan saudara dan itu sudah cukup membuatnya kaget, kalau pihak lawan benar-benar punya ribuan orang maka mereka Detasemen Perlindungan Hukum yang hanya beranggotakan belasan orang sepertinya benar-benar tidak akan bisa pulang.
Aron tersenyum dan menepuk pundak Jekson : “Pulanglah, saya hanya pergi sebentar ke Kota Taka, dengan begitu juga akan mengurangi orang yang terus menargetkan keluargaku!”
Jekson menatap Niri dan Lina sesaat lalu menarik Aron ke samping : “Penguasa, kalau Anda bersikeras mau pergi ke Kota Taka, Anda bisa berkeliling di beberapa gang di Kota Taka, mungkin saja di Kota Taka juga ada pintu masuk menuju Istana Naga Langit!”
“Baik, setelah saya sampai saya akan berkeliling!” Aron mengangguk : “Kamu pulang dan istirahatlah, meskipun lukamu tidak parah tapi kamu masih memerlukan banyak istirahat, dan setelah saya kembali dari Kota Taka, saya akan membuatkan sebutir pil obat lagi untukmu, dengan begitu kemampuanmu akan meningkat lagi!”
“Terima kasih penguasa!” Jekson berkata dengan bahagia : “Kalau ada masalah, jangan ragu untuk menghubungiku, saya akan langsung pergi ke Kota Taka bersama dengan para saudara!”