
Tidak peduli selelah apapun di luar, Aron akan merasa sangat nyaman setelah tiba di rumah apalagi setelah dia memakan masakan ibunya.
Meskipun dia tahu Wahyu dan Sheli bukanlah orang tua kandungnya, tapi Aron tidak merasakan apapun, dia juga tidak merasa asing dari kedua orang tuanya!
“Ibu?”
Setelah mengganti sepatunya, Aron kembali berteriak karena tidak mendengar jawaban, namun tetap saja tidak ada yang meresponnya.
“Kemana ya? Apakah mereka pergi berkeliling?”
Aron bergumam dan berjalan menuju ruang makan, dan menemukan sebuah kertas di atas meja makan!
Aron mengambilnya, itu merupakan surat yang Sheli tulis untuk Aron.
Aron : Saya dan ayahmu akan tinggal di rumah lama untuk sementara waktu, belakangan ini kamu selalu sibuk diluar, kamu harus menjaga kesehatanmu, saya sudah menyiapkan makanan untukmu di kulkas, kalau kamu ingin makan tinggal dipanaskan saja, lalu, Nuri juga merupakan gadis yang baik kamu tidak boleh mengkhianatinya, kalau tidak saya dan ayahmu tidak akan mengampunimu! Selama kami tidak di rumah, kamu boleh mengajak Nuri untuk tinggal di rumah, dan menjagamu, dengan begitu ibu akan lega, lalu, ibumu ini juga sudah ingin menimang cucu, kamu harus segera mengurusnya!
Melihat surat yang ditinggalkan Sheli, Aron tertawa dia tahu apa tujuan mereka berdua pulang dan tinggal di rumah lama, mereka ingin dia mengajak Nuri untuk tinggal bersama, karena kalau ada mereka berdua di rumah, Nuri akan merasa tidak bebas saat kemari, lagipula mereka berdua juga tidak memiliki status, jadi akan terasa canggung!
Aron menyimpan surat itu, dan berpikir ada baiknya juga kalau kedua orang tuanya tinggal di rumah lama, saat ini dia sudah menyinggung banyak orang dan kalau orang tuanya masih tinggal di Kota Sanur mereka juga akan berada dalam bahaya!
Aron mengeluarkan beberapa makanan dari dalam kulkas dan memanasinya!
Setelah makan, Aron mengeluarkan Liontin Giok yang diperolehnya dari Keluarga Wisono, liontin giok itu berwarna hijau tua, dan permukaannya sangat halus, dilihat saja sudah tahu kalau liontin giok ini berkualitas bagus!
Setelah memainkannya dengan hati-hati untuk sesaat, Arin tiba-tiba menggigit jarinya dan meneteskan setetes darah ke liontin giok, dan setetes darah dengan cepat diserap oleh liontin giok!
Aron yang melihat itu mengangkat sudut bibirnya dan memejamkan matanya, tangannya memegang liontin giok dengan erat, dan cahaya keemasan samar-samar muncul dari tangan Aron!
Aron tiba-tiba melepaskan tangannya, dan liontin giok yang terbungkus oleh cahaya keemasan itu melayang di udara, dan di atas liontin giok itu ada sebuah gumpalan hitam yang terus berputar!
“Bam…….”
Tiba-tiba Aron membuka matanya dan seberkas cahaya juga terlihat di matanya, dan langsung menyinari liontin giok itu!
Brak……
Cahaya keemasan di liontin itu menghilang, dan membuat liontin giok itu jatuh ke lantai dan terbelah menjadi dua!
Dan setelah liontin giok itu terbelah dua, gumpalan darah berwarna merah kehitaman mengalir keluar dari dalam.
Aron mengambil dua keping liontin giok itu, dan menyeka darah yang ada di atasnya lalu bergumam sendiri : “Benar-benar barang bagus!”
Aron langsung menyuntikkan energi spiritual ke dalam dua kepingan liontin giok itu, lalu mencari sebuah benang merah untuk mengikat simpul!
“Dengan adanya liontin giok ini, kalau Nuri berada dalam bahaya saya akan langsung tahu, dan ini juga bisa menahan satu serangan untuknya!
Aeon tersenyum dan segera menelpon Nuri!
Kejadian kali ini membuat Aron sadar, tidak peduli seberapa kuat dirinya, dia tidak mampu mengkloning dirinya, dan tidak mungkin berada di sisi Nuri setiap saat untuk melindungi dirinya, dan apabila ada keadaan darurat dia juga tidak mungkin langsung tahu!
Jadi dengan adanya liontin giok yang diteteskan darahnya dan energi spiritual, sekarang dia membaginya menjadi dua bagian, selama dia dan Nuri mengenakan liontin giok ini, mereka dapat merasakan satu sama lain, dan kalau Nuri dihadapkan dengan bahaya, Aron juga akan langsung tahu.
“Ada apa, baru berpisah setengah hari saja kamu sudah merindukanku?”
Nuri yang sedang makan mengangkat telepon Aron.