ARON

ARON
Tidak minum Alkohol



Pada saat itu Denny juga tersenyum : “Billy, kemari, duduk disebelahku, nanti kita berdua harus minum dan bersulang, masalah perusahaanku benar-benar terbantu berkatmu…”


Sikap Denny terhadap Billy langsung berubah 180 derajat, hal ini membuat Billy langsung menggebu-gebu.


“Paman, hanya masalah kecil, jangan sungkan padaku, saya juga hanya memberitahunya saja, lagipula kita ini kan sekeluarga!”


Billy berkata sambil duduk disebelah Denny.


Meskipun bukan Billy yang melakukan hal itu, tapi karena mereka semua beranggapan bahwa dia yang melakukannya, maka dia pun mengikuti arus saja, kebetulan dia bisa menggunakan kesempatan ini untuk unjuk diri!


“Billy, saya benar-benar tidak tahu kamu mengenal Tuan Jekson, apa kamu tahu saat Direktur Perusahaan Dekorasi Surya Mentari datang mengantar uang kepadaku, dia terlihat seperti seekor peliharaan, dan hampir bersujud padaku, perasaan ini menyenangkan sekali…”


Saat Denny teringat adegan itu, dirinya menjadi bersemangat, dia sudah lama berbisnis dan selalu dianggap bagaikan peliharaan oleh orang lain, dan tidak pernah sekalipun dia menjadi majikan, perasaan ini sepertinya tidak akan dia lupakan seumur hidup!


“Paman, di kemudian hari kalau perusahaan perlu bantuan, silahkan beritahu saja saya, jangan lihat saya hanyalah seorang manajer departemen, di Kota Sanur ini tidak ada masalah yang tidak bisa saya selesaikan!”


Billy dengan beraninya membual, seolah tidak takut terekspos, karena orang-orang yang ada disini tidak ada yang mengenal Jekson, bahkan tidak pernah bertemu dengannya, siapa yang bisa mengeksposnya?


“Baik, baik…perusahaan Paman kedepannya akan bergantung padamu ya, saya hanya punya seorang putri, nantinya semua ini juga akan menjadi milik Mona dan kamu…”


Denny saat ini sudah mulai mengakui Billy!


“Paman, tenanglah, saya pasti akan bersikap baik pada Mona!”


Billy menganggukkan kepalanya dengan sungguh-sungguh, dalam hatinya sudah sangat bersemangat!


“Sudahlah, saya sudah lapar, kalau kalian melanjutkan obrolan kalian, saya akan mati kelaparan, ayo cepat makan!”


Mona menyela percakapan diantara kedua orang itu dan berkata dengan cemberut!


“Tunggu sebentar ya, tadi saya menelpon dan berpesan kepada Paman Wahyu dan sekeluarga untuk datang kemari, sepertinya mereka akan segera sampai!” Denny menahan Mona.


“Ini kan perayaan kita sekeluarga, untuk apa memanggil mereka? Menyebalkan….”


Mona yang mendengar kalau Aron dan keluarganya akan ikut bergabung langsung memasang raut wajah masam!


“Anak ini benar-benar, bagaimanapun Paman Wahyu pernah menyelamatkan nyawa ayahmu ini!” Denny memelototi Mona dan melanjutkan perkataannya : “Bagaimana dengan wawancara Aron hari ini?.. “Paman, wawancara Aron sukses, saya manajer departemen ini juga bisa menyelesaikan urusan kecil seperti ini kok!”


Billy langsung menyiratkan kalau wawancara Aron sukses itu merupakan berkat dirinya!


“Billy, benar-benar merepotkan mu ya!” Denny menatap Billy dengan tatapan bersyukur!


Pada saat itu, pintu ruangan VIP terbuka, Aron dan sekeluarga masuk kedalam!


“Maaf, kami terlambat…”


Wahyu yang melihat Denny dan yang lainnya sudah terlebih dulu sampai langsung meminta maaf.


“Kapten, tidak apa-apa, kami juga baru sampai, ayo duduk…”


Denny sibuk menyambut dan mempersilahkan Wahyu sekeluarga untuk duduk!


Dan saat Aron melihat Billy juga ada disana, dia merasa sedikit terkejut tapi dia tidak mengatakan apapun!. Billy malah menatap Aron dengan tatapan main-main, dan tersenyum sinis : “Aron, kita bertemu lagi, tadi memintamu mentraktir kami, kamu malah kabur, apa kamu tahu perbuatan mu itu membuat saya dan Mona sangat serba salah?”


Setelah Billy selesai berkata, Wahyu langsung menatap bingung kearah Aron!


Sheli langsung buka mulut dan bertanya : “Aron, ada apa sebenarnya?”


Denny juga menatap kearah Billy dengan tatapan bertanya-tanya!


“Aron ini, sudah sukses wawancara dan bergabung dengan departemen kami, di departemen kami ada aturan kalau karyawan baru itu harus mentraktir rekan-rekan untuk makan, tapi dia malah mengatakan dia tidak punya uang dan kabur, membuat saya dan Billy malu sekali….”


Mona berkata sambil menatap Aron dengan jengkel.


“Aron, apakah benar seperti itu?” Wahyu yang mendengarnya langsung bertanya dengan dingin.


“Ayah, saya…”


Wahyu berteriak marah hingga membuat Aron tidak bisa mengatakan apapun!


“Kapten, Aron juga demi menghemat uang, bukan masalah besar kok, hanya masalah traktiran, anggap saja makan malam ini sebagai acara syukuran untuk merayakan kesuksesan wawancaranya Aron!”


Denny sibuk mencairkan suasana, tidak boleh sampai membuat Wahyu dan Aron bertengkar. “Paman, sebenarnya saya dan Mona juga tidak memerlukan traktiran Aron, hanya saja kami melakukannya agar dia dan rekan-rekan lain bisa saling mengenal satu sama lain untuk mempermudah dia dalam bekerja di masa depan!”


Perkataan Billy membuat Aron terlihat lebih pelit lagi!


“Benar, semua ini salah Aron, saya akan menyuruhnya untuk menebus kesalahannya kepada kalian besok, peraturan perusahaan tidak boleh dirusak olehnya begitu saja…”


Wahyu berkata pada Billy dengan tatapan bersalah!


“Saya rasa tidak perlu menunggu sampai besok, nanti setelah selesai makan saya akan menghubungi beberapa rekan kerja dan mengumpulkan mereka untuk pergi karaoke, biar Aron yang membayar, saya juga akan menjelaskan kepada para rekan-rekan!”


Kata Billy!


“Boleh juga, boleh juga…” Wahyu sibuk menganggukkan kepalanya!


“Billy, kondisi finansial Paman Wahyu juga


​tidak terlalu baik, kamu harus lebih memperhatikannya nanti, jangan sampai menghabiskan terlalu banyak….”


Denny berpesan kepada Billy!


“Paman, tenang saja, tidak sampai 200-300 ribu saja…”


Billy berkata sambil tersenyum!


“Denny, ini pasangannya Mona ya? Benar-benar orang berbakat, dia melakukan segala sesuatu dengan sangat baik….”


Wahyu mengikuti Denny sambil memuji Billy.


“Tentu saja, piutang perusahaanku bisa ditagih kembali juga semuanya berkat dia, Billy dan Tuan Jekson yang terkenal di Kota Surau saling kenal, hanya satu kalimat dari Tuan Jekson langsung mengembalikan semua uangku!”


Denny terlihat sangat senang, saat ini dia merasa sangat puas dengan calon menantunya!


Aron yang mendengarnya langsung kebingungan, dia tidak mengerti kenapa masalah piutang perusahaan Denny malah menjadi kontribusi Billy dan membuatnya diapresiasi!


“Jekson?” Wahyu tercengang : “Ketua mafia terkuat di Kota Sanur? Orang seperti itu sebaiknya tidak usah kenal, jangan melihat dia begitu bergengsi saat ini, cepat atau lambat bisa sial…”


Wahyu dulunya merupakan seorang pegawai sipil, jadi dia memandang remeh para preman!


“Paman Wahyu, kamu sudah salah persepsi, dapat mengenal Tuan Jekson di Kota Sanur merupakan sebuah kehormatan, kenapa paman malah berkata seperti itu? Yang seperti putramu itu takutnya seumur hidup ini juga tidak akan bisa mengenal Tuan Jekson, lain kali kurangi perkataan mu yang tidak sopan itu, jangan sampai perkataan mu mendatangkan masalah…”


Billy sangat marah mendengar perkataan Wahyu, dan langsung membalas ucapannya dengan dingin.


Wahyu yang mendengarnya langsung menutup rapat mulutnya dan tidak berani mengatakan apapun lagi! “Kapten, keadaan sekarang sudah berbeda dengan masa lampau, kita juga harus membuka pikiran untuk beberapa hal seperti ini….”


Denny berkata dengan tenang!


Wahyu tidak mengatakan apapun lagi, hanya saja dalam hatinya, dia memandang rendah orang-orang seperti Jekson!


Ini juga alasan kenapa Aron tidak mau memberitahu kedua orang tuanya kalau dirinya mengenal Jekson, kalau mereka sampai tahu, bisa-bisa mereka tidak akan menganggapnya sebagai anak lagi!


Saat duduk di meja bar, Billy terus minum dengan sikap angkuhnya, dan sedang menikmati rasanya dipuji oleh orang!


Hanya saja, sejak tadi Aron tidak minum, dia juga tidak bersulang dengan Billy dan membuat Billy sedikit merasa tidak senang!


“Aron, seorang pria masa tidak minum?”


Billy bertanya kepada Aron dengan nada sarkastis.


Aron tersenyum : “Saya bukannya tidak bisa minum, hanya saja bagi saya minum teh dan minum alkohol tidak ada bedanya, lebih baik minum teh, masih bisa menghemat uang…”