ARON

ARON
Pil Penambah Energi



“Bangunlah, matahari sudah bersinar terang, dasar malas!”


Nuri memukul pintu kamar Aron dengan kuat!


Aron menghembuskan nafasnya dan membuka matanya!


Saat melihat cahaya di Papan Tujuh Bintang yang meredup, Aron menghela nafasnya, awalnya dia mengira Papan Tujuh Bintang ini akan membantu meningkatkan kultivasinya, tapi sepertinya dia terlalu polos!


Sekarang, energi yang tersisa di Papan Tujuh Bintang ini sepertinya tidak akan cukup untuk mendukung kultivasinya selama satu malam!


Tampaknya dia harus kembali mengandalkan energi spiritual yang tipis ini untuk berkultivasi, tapi kalau seperti itu, peningkatan kekuatannya mungkin akan terasa saat lebaran monyet!


“Masih tidak mau bangun?”


Nuri kembali mengetuk pintu dengan keras!


Aron turun dari tempat tidur dan membuka pintu, Nuri memelototinya : “Sarapan sudah siap, cepat turun untuk makan!”


“Oh!”


Aron merespon satu kata, lalu melihat kearah ruang makan, dan terlihat sedikit tidak senang!


“Sepertinya kedepannya saya tidak bisa ke kantor setiap hari…..”


Aron harus memanfaatkan waktu untuk kultivasi, dia tidak bisa berangkat kerja setiap hari, karena sekarang dia juga sudah menjabat sebagai Presiden Direktur, juga tidak perlu berangkat kerja setiap hari.


Nuri tertegun sejenak, dia mengira dia sudah menyinggung Aron tanpa sengaja!


Setelah melihat ekspresi Nuri, Aron segera menjelaskan : “Ada satu masalah penting yang harus saya lakukan, dan sepertinya akan membutuhkan waktu lama……”


“Tidak masalah, lagipula perusahaan juga sudah berada di jalur yang benar!” Nuri tersenyum Setelah sarapan, Nuri pun pergi, dia tidak mungkin terus tinggal disana, karena dia dan Aron belum menikah!


Bahkan belum bertunangan, dan tidak memiliki hubungan resmi, keduanya hanya saling memahami perasaan satu sama lain!


Setelah Nuri pergi, ada seseorang yang mengantarkan dua kantong bahan obat untuk Aron, itu adalah bahan yang disiapkan oleh Nuri, didalamnya ada Jamur Lingzhi dan ginseng yang sudah berusia ratusan tahun, dan lain lain, dua kantong bahan obat itu saja sudah berharga setidaknya miliaran!


Saat kantong itu dibuka, Aron langsung merasakan energi spiritual yang kuat memenuhi seisi ruangan.


Satu butir Pil Penambah Energi akan lebih efektif dibandingkan dengan kultivasi Aron semalaman!


Tapi pada akhirnya, dia tetap menahan dirinya, bahan obat ini disiapkan untuk diramu menjadi pil obat untuk menyembuhkan ibunya dan Jhonatan, kalau dia meramunya menjadi Pil Penambah Energi, bagaimana dengan mereka?


Setelah menghilangkan pemikirannya untuk membuat Pil Penambah Energi, Aron mulai menyatukan ibu jarinya dan jari manisnya, lalu mulai membaca formula, energi spiritual berputar dengan gila pada Dantiannya, dan segera, kobaran api berwarna biru muncul di jari Aron!


Ini juga merupakan teknik Alkimia yang diajarkan oleh Liu padanya, teknik Alkimia seperti ini tidak memerlukan tungku elixir untuk membuat pil obat, hanya saja itu memerlukan energi spiritual dalam jumlah besar, semakin berharga pil obat yang dibuat, maka semakin banyak juga energi spiritual yang dibutuhkan!


Saat ini Aron tidak memiliki tungku elixir, jadi dia hanya bisa menggunakan teknik alkimia yang menghabiskan energi ini untuk meramu pil obat!


Setelah satu jam lebih, tiga pil obat muncul di tangan Aron! Diantaranya ada satu pil obat yang paling kecil, adalah Pil Penambah Energi yang dibuat dengan menggunakan sisa bahan, Pil Penambah Energi ini sangat biasa, tidak termasuk pil obat yang berharga tetapi setelah memakannya, itu dapat membuat orang mengumpulkan energi dan memadatkan energi mereka, dan kekuatan mereka akan meningkat banyak dalam sekejap!


Setelah berpikir sesaat, Aron menelpon Jekson dan berniat memberikan Pil Penambah Energi ini kepada Jekson!


Bagaimanapun Jekson adalah bawahannya sendiri, kalau dia selalu dipukuli oleh orang, itu juga membuatnya malu!


Setelah menerima telepon Aron, Jekson hendak segera menuju ke Perumahan Bumi Sejuk untuk menemui Aron!


“Kamu tidak perlu kemari, saya yang akan menemuimu, kamu dimana?”


Aron tidak ingin Jekson kerumahnya, karena orang tuanya juga berada di rumah, itu tidak leluasa!


“Tuan Aron, saya berada di Jalan Laksamana, Restoran Daffa ruangan VIP nomor 307!”Jekson segera menjawab.


“Baik, tunggu saya!”


Aron langsung menutup teleponnya!


Aron tahu Jalan Laksamana, itu termasuk jalanan terbesar yang menjual banyak makanan di Kota Sanur, dan disana juga banyak restoran serta kedai teh.


Setelah memberitahu Sheli dia tidak akan makan siang dirumah, Aron langsung pergi dan memesan taksi untuk pergi ke Restoran Daffa.


Selain untuk memberikan Pil Penambah Energi pada Jekson, dia juga memiliki hal yang ingin dibahas dengan Jekson..