
Dua hari berlalu dalam sekejap mata.
Aron yang diangkat menjadi Presiden Direktur juga tidak berarti apapun, dia ingin mencari kesempatan untuk menjelaskan masalah Nuri pada kedua orang tuanya!
Kalau kedua orang tuanya setuju untuk pindah kembali ke Perumahan Bumi Sejuk, maka itu akan lebih baik lagi, dengan begitu Aron bisa meningkatkan kecepatannya pelatihannya, karena disini sama sekali tidak ada energi spiritual yang diperlukannya untuk berlatih!
Tapi saat melihat kedua orang tuanya dan ibunya Yenni, Lissa sedang membahas hubungannya dan Yenni dengan bahagia, Arin benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa!
Namun saat Aron pulang kerja hari ini, Wahyu menelpon Aron!
Dan mengatakan kalau Yenni sekeluarga sudah pindah!
Aron yang mendengarnya kaget dan langsung
bergegas kembali ke rumah, dan menemukan pintu rumah Yenni yang sudah digembok!
Dan Wahyu sedang memegang sebuah surat di tangannya!
“Aeon, ini adalah surat dari Yenni untukmu….”
Wahyu menyerahkan surat itu kepada Aron!
Aron membukanya dan membacanya, ternyata Yenni sudah tidak ingin tinggal di kota ini lagi, jadi dia membawa ibunya untuk pergi ke kota lain dan tinggal bersama dengan kerabat mereka, karena dia juga tidak bisa menghadapi Aron setiap hari!
Dan didalam surat itu Yenni juga menjelaskan kepada orang tua Aron tentang hubungan Aron dan Nuri!
Setelah membaca surat itu, Aron mengepalkan tangannya dengan erat, dia tidak berniat menyakiti Yenni, tapi mungkin ini adalah pilihan yang terbaik, karena kalau Yenni harus menghadapinya setiap hari, dia mungkin akan lebih tersakiti lagi.
“Aduh, Yenni anak yang kasihan ini, kalian berdua ini cocok tapi tidak berjodoh...!
Sheli menghela nafas, dia seolah tahu jelas isi dari surat itu!
Wahyu berkata pada Aron.
“Benar, benar, semua ini salahku dan ayahmu yang terlalu gampang dihasut oleh orang lain, mereka meminjamkan rumah yang begitu bagus kepada kita, mana mungkin membohongimu? Kita malah salah paham terhadapnya, itu kan sangat tidak baik, kamu pasti harus memanggil Nuri untuk makan bersama ya, ibu akan meminta maaf dengan tulus pada Nuri, dia seorang putri anak orang kaya saja tidak memandang rendah kita, kita malah salah paham terhadap kebaikannya….”
Sheli juga berkata dengan wajah yang penuh rasa malu pada pada! “Baik, saya akan mengajaknya kemari malam ini…”
Aron mengangguk!
Malam harinya, Nuri pergi kerumah Aron dengan bahagia, dia juga membawa banyak hadiah, Wahyu dan Sheli menyiapkan hidangan mewah yang memenuhi meja!
“Paman, bibi, kalian juga sudah tua, saya rasa lebih baik kalian tinggal saja di Perumahan Bumi Sejuk, karena udara disana sangat segar, lingkungannya juga sangat baik….”
Dimeja makan, Nuri berkata kepada Wahyu dan Sheli!
Wahyu tidak mengatakan apapun, Sheli membuka mulut : “Nuri, kami akan menuruti apapun perkataanmu, mulai saat ini saya dan pamanmu ini hanya akan mendengarkanmu, kami tidak akan mempercayai omongan orang lain lagi…”
Sheli masih merasa bersalah karena lebih mempercayai omongan orang asing, dan salah paham terhadap Nuri!
“Baik, kalau begitu besok sudah bisa pindah kesana ya…” Nuri berkata dengan wajah bahagia!
Aron melihat ayah dan ibunya yang setuju untuk pindah ke Perumahan Bumi Sejuk juga akhirnya merasa lega, dia akhirnya bisa berlatih setelah menghabiskan cukup banyak waktu!
Keesokan paginya, Aron membawa serta kedua orang tuanya pindah kembali ke Perumahan Bumi Sejuk, merasakan energi spiritual yang ada di puncak gunung Perumahan Bumi Sejuk, Aron rasanya ingin bergegas latihan!
Siang harinya, Nuri menelpon Aron dan mengatakan kalau Kurniawan mencari Aron, sepertinya mengenai masalah Kuas Spiritual.
Aron yang menerima panggilan itu langsung bersemangat, asalkan dia bisa menemukan Kuas Spiritual maka dia bisa menyembuhkan mata ibunya.
Aron bergegas menuju ke rumah Keluarga Utomo, kebetulan Jekson juga mencarinya, jadi mereka berdua berangkat bersama menuju kediaman Keluarga Utomo..