ARON

ARON
Kembali Ke Kota Sanur



Delfin yang mendengarnya juga berbisik kepada Doddy, sepertinya sedang membicarakan sesuatu!


Doddy menyipitkan matanya : “Siapa yang berani menyentuh Keluarga Wisono itu artinya sedang melawan Keluarga Rangga, saya ingin lihat keluarga mana dari Kota Taka yang berani melakukannya!”


Setelah berkata aura pembunuh di tubuh Doddy meledak dan pakaian di tubuhnya bergerak sendiri tanpa ada angin, orang-orang yang ada disekitarnya gemetaran dan bergidik ngeri!


“Saya beri kamu waktu tiga hari, dalam tiga hari bawa pelaku it uke hadapanku, kalau Detasemen Perlindungan Hukum tidak bisa membawa pelaku padaku setelah tiga hari, saya akan menggunakan caraku sendiri untuk menanganinya!”


​Doddy menatap Rudi dengan dingin.


“Tiga hari?” raut wajah Rudi seketika menjadi serba salah!


“Ketua Detasemen, sekarang saya akan memberitahu satu kandidat kepadamu, kejadian ini mungkin dilakukan oleh seseorang bernama Aron Collin, dia adalah penduduk kota Sanur, mengenai hal lainnya, kamu periksa saja sendiri!”


Setelah Delfin mendapat kabar tentang Keluarga Wisono, orang pertama yang melintas di benaknya adalah Aron!


“Aron?” Rudi bergumam lalu mengangguk : “Terima kasih atas peringatannya Tuan Muda Delfin, saya akan segera memeriksanya!”


Rudi membawa bawahannya pergi, dan mengenai masalah Keluarga Wisono yang lainnya akan diurus oleh Keluarga Rangga!


“Lina, bukankah Tuan Kurniawan sedang menikmati hari tuanya di Kota Sanur, coba tanyakan kepada Tuan Kurniawan, Aron itu orang seperti apa, bisa menghabisi seluruh Keluarga Wisono pasti bukan orang biasa, kenapa saya belum pernah mendengar tentang dia?”


Dalam perjalanan, Rudi berpesan pada Lina.


“Baik!” Lina menjawab dengan asal, namun wajahnya masih terlihat tidak senang!


Tadi dia dimaki oleh Keluarga Rangga dan itu membuat Lina merasa tidak senang!


Rudi melirik Lina sekilas dan tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya menghela nafasnya.


Kota Namae, Aron sudah tidur selama seharian penuh, dan merasa tubuhnya sudah berangsur pulih lalu segera menelpon Tedi dan memintanya menyiapkan bahan obat, Aron akan menggunakan waktu di malam hari untuk membuatkan pil obat untuk Jekson agar Jekson bisa segera pulih!


Karena bahan-bahan obat itu cukup umum, sebagian besar sudah disiapkan oleh Tedi sebelumnya, setelah Aron membuat pil obat dia memberikannya kepada Jekson untuk dimakan, dan mengajarkan Seni Konsentrasi Jiwa yang biasa kepada Jekson agar Jekson bisa berlatih saat sedang senggang!


Keesokan harinya Aron dan yang lainnya berencana kembali ke Kota Sanur, kali ini mereka sudah Pergi selama beberapa hari, mereka takut Jhonatan akan khawatir, bagaimana pun Aron dan Nuri belum menikah, tunangan pun belum, kalau terus berkeliling di luar bersama, pasti akan menyebabkan gosip!


Yumi, Yuri serta Tedi mengantar mereka bersama, raut wajah tidak rela terlihat di wajah Yumi bersaudara, mereka bukan tidak rela Nuri pergi, melainkan tidak rela Aron pergi, dua kakak beradik ini sudah memiliki kesan mendalam terhadap Aron di dalam hati!


“Kak Tedi, urusan di Kota Namae saya serahkan kepadamu, mengenai bahan obat saya berharap kamu akan memperhatikannya dengan baik, tidak peduli berapapun harganya, kita harus mendapatkannya, kalau kamu merasa ragu, boleh menelponku!”


Aron berkata dan menepuk pundak Tedi


“Saudara Aron, tenang saja, sekarang semua bahan obat berusia ratusan tahun di Kota Namae harus melalui tangan Teras Obat, tidak ada orang yang berani berebut denganku!”


Tedi berkata dengan penuh percaya diri.


Keberadaan Aron beberapa hari ini membuat Teras Obat milik Tedi menjadi terkenal, karena hanya Teras Obat-lah satu-satunya distributor Pil Peremajaan, dan Rumah Herbal saja tidak berani berebut dengannya, toko obat yang lainnya pun juga tidak berani melawan Teras Obat!


Setelah mengobrol sesaat, Aron dan yang lainnya kembali ke Kota Sanur!


Setelah sampai di Kota Sanur, Nuri langsung pulang ke rumah, setelah beberapa hari tidak bertemu dengan Jhonatan, Nuri juga sedikit khawatir, dan Aron sendiri pulang ke vila perumahan Bumi Sejuk di puncak gunung!


“Ibu, saya sudah pulang, apakah ibu sudah selesai memasak?”


Setelah masuk Aron mengganti sepatunya dan berteriak.