
Di kediaman Willy!
Willy yang sedang tidur siang tiba-tiba membuka matanya!
Tidak ada jejak cahaya di matanya, dan dia hanya menatap lurus ke langit-langit atap!
Segera, Willy bangkit berdiri dan mengenakan jaketnya, lalu berjalan keluar!
Sedangkan Tiara yang sedang beres-beres melihat Willy yang bangun, bertanya padanya : “Willy, apa terjadi sesuatu? Kenapa tidak tidur siang!”
Willy tidak menjawab, dia membuka pintu rumah dan berjalan keluar!
“Orang ini, apa dia sudah bisu ya!”
Tiara menggerutu lalu tidak mempedulikannya dan kembali berberes-beres rumah!
Willy berjalan keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil lalu melaju pergi!
“Tuan Aron, sudah keluar, sudah keluar…….”
Jekson melihat Willy yang keluar segera membangunkan Aron.
Aron kembali duduk tegak, dan melihat sikap Willy dia langsung mengerti apa yang terjadi dan berkata pada Jekson : “Ikuti!”
Jekson menyetir dan mengikuti di belakangnya.
Mobil berbelok-belok di Kota Sanur lalu pada akhirnya sampai di depan sebuah hotel yang sangat terpencil!
“Untuk apa Willy datang kemari?”
Jekson bertanya dengan heran.
Aron melihat hotel bobrok itu dan tidak menjawab Jekson, dia turun dari mobil dan melihat Willy berjalan masuk kedalam hotel!
“Perintahkan bawahanmu untuk mengepung hotel, jangan sampai ada 1 orangpun yang kabur!”
Adon memerintahkan Jekson.
Jekson mengangguk, dia menatap belasan bawahannya dan berkata dengan dingin : “Perintah dari Tuan Aron, kepung area hotel ini dan jangan biarkan satu orangpun keluar masuk, kalau ada satu orang yang lolos, nyawa kalian akan menjadi gantinya!”
“Baik!” Belasan orang dari Geng Sanir menjawab dengan serempak dan segera mengepung area hotel dan memperhatikan dengan serius!
“Ayo, kamu ikut saya kedalam!”
Aron membawa Jekson masuk kedalam hotel!
Pada saat itu, di salah satu kamar hotel di lantai dua, Willy sedang berdiri mematung disana, tatapan matanya kosong!
“Hahaha, orang nomor satu di Kota Sanur sekarang mendengarkan perintah kita dengan patuh!”
Investor dari Futuwa yang agak gemuk itu tertawa dan menepuk wajah Willy dengan tangannya!
“Siapa yang menyangka, orang nomor satu di Kota Sanur sekarang menjadi boneka kita, kedepannya, seluruh Kota Sanur akan menjadi milik kita…..”
Investor yang berbadan kurus juga berteriak bersemangat!
“Cepat keluarkan surat perjanjian dan suruh dia tanda-tangani!”
Guru Yura mmendesa
Selama kontrak ditanda-tangani, walaupun ada kesalahan yang terjadi, 50 miliar itu harus ditransfer ke rekeningnya!
Investor kurus yang mendengarnya segera mengeluarkan kontrak yang sudah disiapkan, dan memberikan kepada Willy : “Cepat tanda tangani!”
Willy mengambil pulpen lalu mengambil surat perjanjian dan menanda-tanganinya tanpa ragu.
Dia juga mengeluarkan segel dari tas kerjanya dan mengecapnya diatas kontrak!
“Sudah selesai, hahahaha……..”
Dua orang investor itu mengambil kontrak dan tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.
Guru Yura juga menyeringai : “Kalian berdua, sekarang masalahnya sudah selesai, uangku juga sudah harus dibayarkan kan?”
“Tentu, tentu…..”
Investor gemuk itu bergegas mengeluarkan ponselnya dan setelah menekan-nekan, 50 miliar itu ditransfer ke rekening atas nama Guru Yura!
Setelah mendapatkan notifikasi uang masuk, Guru Yura tertawa bahagia!
Bam………….
Dan saat mereka bertiga tertawa bahagia, pintu kamar dibanting oleh seseorang!
Jekson menyerbu masuk dengan wajah sangar, dan Aron mengikuti di belakangnya!
“Jongkok semuanya, jangan ada yang bergerak!”
Jekson memegang sebuah parang besar yang bersinar ditangannya!
Melihat wajah sangar Jekson yang memegang pisau, dua orang investor itu menganggap Jekson adalah perampok!