
“Seluruh petugas keamanan harap berkumpul di area A, ada orang yang menerobos masuk kedalam area perumahan dan memukuliku….”
Ketua keamanan itu menggunakan walkie-talkienya untuk memanggil anggotanya.
Tadi dia hanya menyiasati agar Aron melepaskannya, dia juga tidak bertanya apakah Aron benar penghuni atau bukan karena dia menilai kalau Aron pasti bukan penghuni!
“Tunggu saja, anggotaku akan segera datang, kamu tunggu dipukuli saja…”
Ketua keamanan itu menatap Aron dengan muram.
Saat itu, Hary yang baru merasa lega, tiba-tiba mendengar teriakan adik iparnya di walkie talkie yang mengatakan ada orang yang menerobos masuk dan memukulinya kembali panik.
Dia tidak sedang mengkhawatirkan adik iparnya, dia sedang takut dirinya akan ikut terseret, adik iparnya yang tidak bisa apa-apa itu sangat malas, dia memohon cukup lama padanya agar dia mempekerjakannya sebagai Ketua keamanan di Perumahan Bumi Sejuk.
Baru dua hari bekerja, dia sudah tidak mau mengerjakan apapun, dia selalu berkeliaran dan menggoda para staf pemasaran.
Dan saat Hary membawa serta para petugas keamanan menuju area A, dia melihat mobil Aron berhenti disana dari kejauhan, dan Aron sedang berdiri disamping mobilnya, Hary seketika berkeringat dingin.
Apa yang ditakutkannya benar-benar terjadi, adik iparnya benar-benar menyeretnya kedalam masalah!
Hary segera menghampiri, dan saat Satria melihat kakak iparnya datang dengan membawa banyak orang, dia segera menyambutnya : “Kakak ipar, bajingan ini menerobos masuk dan memukuliku, kamu harus memberi pelajaran padanya.”
Sedangkan Billy yang melihat manajer developer membawa para petugas keamanan bersamanya, langsung tersenyum sinis : “Aron, kali ini kamu mau kabur kemana lagi, meskipun membual tidak melanggar hukum, tapi membualmu keterlaluan, ada harga yang harus dibayar, berani mengaku penghuni disini, dan tinggal di vila diatas gunung, kenapa kamu tidak sekalian mengatakan kalau kamu tinggal di langit!”
Kedua orang itu menatapnya dengan tatapan mengejek, dan bersiap untuk menyaksikan dengan seru.
Mona hanya menghela nafas, dia berniat untuk meminta belas kasihan kalau nanti Aron benar-benar dipukuli, dia tidak bisa melihat Aron dipukuli dan tidak melakukan apapun.
Namun saat Billy dan Ivanna menunggu Hary dan anggotanya kemari untuk memukuli Aron, mereka malah melihat Hary menampari adik iparnya sendiri dengan keras, tamparan itu sangat kuat, dan hampir membuatnya terhempas dan tersungkur di tanah!
Seketika itu, Satria menjadi bingung, dia menatap kakak iparnya dengan tatapan tidak percaya
“Kakak ipar, kenapa kamu memukuliku? Kamu salah makan obat ya?” Satria bertanya dengan tidak puas.
“Benar, saya salah makan obat, saya tidak seharusnya mengizinkanmu bekerja disini, kerjamu tidak becus, kamu dipecat, sekarang juga enyah dari sini, segera pergi jauh dari sini, semakin jauh semakin baik, jangan sampai saya melihatmu disini lagi…”
Hary berkata sambil mengambil tongkat satpam yang ada ditangan adik iparnya.
“Kamu…” Satria menatap Hary dengan marah : “Baik, kamu berani bersikap seperti ini padaku, saya akan memberitahukannya pada kakakku…..”
Satria berkata sambil beranjak pergi!
Tindakan Hary membuat Billy dan yang lainnya tercengang, bahkan staf pemasaran itu juga menjadi bingung, hanya para petugas keamanan yang dibawa oleh Hary yang tahu kalau Hary melakukan itu untuk melindungi adik iparnya!
Kalau Satria terus berada disana, bisa jadi Aron akan menjadi marah dan mencabut nyawanya. Dan pada saat Satria pergi, Hary yang berkeringat dingin menatap Aron, dia takut kalau Aron tidak akan membiarkan Satria pergi, hanya saja melihat Aron tidak mengatakan apapun, Hary juga merasa lega dalam hati!