ARON

ARON
Di Cegat Orang orang Wisono



Hotel di Kota Namae!


Nuri menatap Jekson dengan aneh dan bertanya : “Jekson, katakan dengan jujur, kemana Aron dan apa yang dia lakukan?”


“Nona Nuri, saya benar-benar tidak tahu, Tuan Aron mengatakan ada urusan mendesak dan langsung pergi!”


Jekson berkata dengan tidak berdaya.


“Dia sudah pergi semalam, dan belum kembali sampai sekarang, ditelepon juga tidak tersambung, apakah terjadi sesuatu?”


Nuri terlihat cemas!


“Saya rasa dia tidak mungkin pergi mencari kekasih kecil kan? Pria kaya dan tampan sepertinya tidak mungkin hanya memiliki seorang wanita!”


Yuri yang berada disamping tersenyum jahil!


“Yuri, jangan bicara sembarangan, saya rasa Aron bukan pria seperti itu!”


Saat itu Yumi menepuk Yuri pelan agar dia tidak berbicara sembarangan!


Saat ini sikap Yumi terhadap Aron sudah berubah 180 derajat, seorang pria yang memiliki kekuatan sehebat itu tapi terus menyembunyikannya tidak mungkin akan jatuh pada godaan wanita lain dengan mudah.


“Saya rasa saudara Aron tidak akan melakukan hal seperti itu!” Tedi juga tidak percaya.


“Saya percaya pada Aron, hanya saja saya khawatir dia berada dalam bahaya!”


Nuri tidak khawatir Aron akan pergi mencari kekasih lain, dia khawatir Aron mungkin berada dalam bahaya!


“Sudahlah, mungkin saja sebentar lagi saudara Aron akan menelpon, ayo kita pergi makan dulu!”


Tedi berkata dan beberapa orang itu berjalan keluar dari hotel, bersiap pergi ke sebuah restoran untuk makan!


Namun saat berjalan di jalan raya, Jekson mengernyitkan keningnya dan merasakan bahaya membuat jantungnya berdetak semakin cepat!


“Nona Nuri, saya rasa kita sedang dibuntuti, kalian pergi saja dulu, jangan berbalik!”


Jekson berbisik pada Nuri


Nuri seketika tercengang dan setelah mengangguk, dia segera membawa Yuri dan yang lainnya berjalan lebih cepat!


Jekson mencengkram tali pinggangnya dengan satu tangan, dan saat dia berbalik dia melihat tiga orang berjalan ke arahnya dengan seringaian di wajah mereka!


Melihat Jekson sudah menyadari keberadaan mereka, tiga orang itu tidak bergeming sedikitpun!


“Siapa kalian? Kenapa membuntuti kami?”


Jekson berkata dengan raut wajah yang gelap.


Baru saja Jekson selesai bicara, dia sudah mendengar suara teriakan Nuri!


Jekson segera menoleh ke arahnya dan melihat di depan Nuri dan yang lainnya juga ada tiga orang pria berwajah sangar yang menghalangi jalan mereka!


Tedi gemetaran tapi dia tetap berdiri di depan Nuri dan dua wanita lainnya, dia tidak berhenti melangkah mundur, dan pada akhirnya berdiri bersama dengan Jekson!


“Kamu Aron?”


Salah satu dari mereka menatap Tedi dan bertanya.


Orang ini adalah pamannya Erick, Delfin, dia belum pernah bertemu dengan Aron, oleh karena itu melihat Tedi yang masih muda dia bertanya pada Tedi.


“Saya…..bukan….”


“Ada urusan apa kalian mencari Tuan Aron?”


Jekson tidak menunggu Tedi berbicara dan langsung bertanya.


“Tentu saja untuk membunuhnya, sudah membuat kaki Erick cacat, apa dia masih boleh hidup?”


​Delfin berkata dengan dingin.


“Ternyata kalian utusan dari Keluarga Wisono!” Jekson yang mendengarnya seketika mengencangkan sarafnya dan menarik ikat pinggangnya, dia sudah siap untuk turun tangan.


“Kamu Jekson ya? Tidak usah berlagak pahlawan, disini tidak ada urusanmu, enyahlah!”


Delfin mengibaskan tangannya pada Jekson.


“Hm, arogan………


Setelah selesai berbicara Jekson langsung mengayunkan tali pinggangnya ke arah Delfin, pada saat seperti ini akan lebih tepat jika dia menyerang duluan.


Tali pinggang dari besi itu berayun ke arah Delfin tapi dia tidak mengelak sama sekali, dia mengulurkan tangan dan meraih tali pinggang Jekson, lalu tiba-tiba menariknya dengan keras!


Jekson kaget, dan merasa ada kekuatan besar yang menarik dirinya sendiri ke arah Delfin!


​Delfin melayangkan tinjunya dan langsung menghantam perut Jekson.


Ugh……….


Jekson memuntahkan seteguk darah segar dan beberapa tulang rusuknya patah dalam sekejap!