ARON

ARON
Terkena Teknik Pembangkit Jiwa



“Walikota Aston, Aron tidak hanya bisa sedikit, dia ini sangat hebat, penyakitku juga disembuhkan olehnya!’


Jhonatan berkata pada Willy dengan bangga.


Bagaimanapun Aron akan menjadi putranya di masa depan, ini juga hal yang membanggakan keluarga Utomo!


“Benarkah? Masih muda, tidak disangka ya!”


Willy juga tidak terlalu menganggap serius perkataan Jhonatan, ingin belajar ilmu kedokteran itu tidak bisa dilakukan dalam semalam, melihat Aron yang baru berusia dua puluh tahunan, wajar saja kalau dia mengerti sedikit tentang ilmu kedokteran, tapi kalau mengatakan dia seorang ahli, Willy tidak percaya, tapi dia juga tidak memperdebatkannya!


“Jhonatan, siang ini makanlah disini, saya akan menyiapkan makanan untuk kalian!”


Tiara berkata pada Juan.


“Nyonya Tiara, tidak perlu repot-repot….”


Jhonatan bergegas berkata dengan ssungkan


“Jhonatan, merepotkan apanya, ayo duduk dan temani saya main catur lalu nanti sore temani saya minum!”


Willy melambaikan tangannya pada Jhonatan!


Jhonatan yang melihat itu juga tidak menolak lagi, dia duduk dan menemani Willy bermain catur


Aron menonton dari samping, dia sedang mempertimbangkan apakah dia harus memberitahu Willy tentang Teknik Membangkitkan Jiwa yang digunakan padanya!


Setelah berpikir sejenak, Aron membuat keputusan untuk memberitahu Willy, kalau tidak Willy akan dimanfaatkan oleh para investor dari Futuwa itu!


“Walikota Aston, ada satu hal yang ingin kuberitahukan kepadamu!”


Aron buka suara!


​“Anak muda, ada masalah apa, katakan saja!”


Willy menjawab tanpa menoleh padanya.


“Saat saya memeriksa tubuhmu tadi, saya menyadari ada seseorang yang melakukan teknik Membangkitkan Jiwa dalam tubuhmu, ada orang yang ingin memanfaatkanmu, dan kemungkinan orang itu adalah para investor dari Futuwa tadi!”


Setelah Aron selesai berbicara, Willy mengangkat kepalanya dan menatap Aron, dia meletakkan bidak catur yang ada di tangannya dan berkata dengan serius : “Anak muda, sudah jaman ap aini, kamu masih mengatakan Teknik Membangkitkan Jiwa atau apapun itu, untuk apa berpura-pura, bukankah ini terlalu tidak berpengetahuan?


Willy sebagai orang nomor satu di Kota Sanut, dan memimpin masyarakat, dia tentu tidak akan percaya pada perkataan Aron, tentang hantu dan dewa, semua itu hanya tipuan!


Jhonatan yang mendengar perkataan Aron seketika menjadi serius, dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri sehebat apa kemampuan Aron saat berada di Yayasan Sahara,kalau tidak melihatnya sendiri, tidak akan ada orang yang percaya!


“Aron apakah yang kamu katakan benar? Kamu yakin?”


Jhonatan bertanya pada Aron.


Aron menganggukkan kepalanya Jhonatan yang melihat Aron mengangguk juga segera berkata pada Willy : “Walikota Aston, Aron mengerti tentang mantra-mantra, dia juga bisa melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh orang biasa seperti kita, sebaiknya kamu……”


“Diam!” Willy mengernyitkan keningnya : “Jhonatan, percuma kamu sudah berusia tua seperti ini, kenapa kamu percaya saja pada anak muda yang berbicara sembarangan seperti ini? Teknik Membangkitkan Jiwa apanya, dimana jiwaku sekarang?”


“Walikota Aston, dengarkan dulu penjelasanku, benar……”


“Jhonatan, kalau kamu masih membahas hal ini, jangan salahkan saya langsung mengusirmu, ini jelas hanya omong kosong!”


Ekspresi Willy menjadi dingin, dia jelas jijik dengan apa yang dikatakan Aron, lagipula, dalam posisinya, bagaimana mungkin dia bisa percaya pada dewa dan hantu!


Jhonatan tidak berani berkata-kata lagi, Aron juga menggelengkan kepalanya dan tidak bersuara lagi!


Tidak lama kemudian, Tiara sudah selesai memasak, dan memanggil mereka untuk makan, hanya saja suasana di meja makan sangat canggung, raut wajah Willy menjadi sangat jelek!


Setelah makan, Jhonatan dan Aron juga tidak berlama-lama dan segera pamit!


Dalam perjalanan pulang, Jhonatan merasa khawatir dan bertanya : “Aron, apakah Walikota Aston benar-benar mengalami Teknik Membangkitkan Jiwa?


“Benar!” Aron mengangguk!


“Kalau begitu coba pikirkan cara untuk menyelamatkannya, pejabat seperti Walikota Aston sangat jarang ditemui, meskipun dia agak kolot, tapi orangnya tidak mementingkan diri sendiri!”


Jhonatan menatap Aron dengan tatapan memelas!