ARON

ARON
Di Ancam



“Berziarah dan menjadi gila setelah pulang? Paling hanya kesurupan, bukan masalah besar…”


Aron berkata dengan tenang!


“Kalau Tuan Aron bisa menyembuhkannya, maka saya akan memberitahu temanku agar dia membawa istrinya untuk menemui Tuan Aron…”


Kurniawan mengeluarkan ponselnya dengan bahagia dan menelpon temannya!


Aron mengulurkan tangannya dan menghentikan Indrawan : “Tuan Kurniawan, jangan tergesa-gesa, hal semacam ini akan lebih jelas terlihat pada saat malam hari, Tuan Kurniawan beritahu saja alamatnya kepadaku, saya yang akan kesana sepulang kerja….”


“Kalau begitu, benar-benar merepotkan Tuan Aron ya…” Tuan Kurniawan berterima kasih pada Aron!


“Hanya seperti menjentikkan jari, saya meminta Tuan Kurniawan mencari Kuas Spiritual, itu jauh lebih merepotkan…”


Aron tersenyum!


“Karena saling membantu, tidak perlu saling sungkan-sungkan juga, ayo dimakan, nanti lauknya dingin…”


Jhonatan bersuara, karena dia tidak yakin berapa lama mereka akan saling mengucapkan terima kasih!


Setelah makan, Nuri mengantarkan Aron kembali ke perusahaan!


“Aron, malam ini saya akan menjemputmu, lalu kita kesana bersama-sama, saya belum pernah melihat orang yang kerasukan!”


Nuri berkata dengan semangat pada Aron!


“Kamu tidak takut?” Aron melihat Nuri yang bersemangat bertanya sambil bercanda padanya.


“Untuk apa takut, kan ada kamu, saya tahu tabib seperti kalian ini sangat hebat, kalian bisa mengusir setan dan menarik jiwa, ada anak-anak yang selalu menangis saat malam hari karena dikejutkan, dan beberapa tabib hanya perlu membaca beberapa mantra, tidak perlu disuntik ataupun minum obat….”


Nuri berkata dengan acuh tak acuh.


Aron tersenyum dan tidak mengatakan apapun lagi, dia tahu kalau Nuri benar-benar melihatnya, dia akan ketakutan setengah mati!


Aron turun dari mobil, dan Nuri langsung melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan, sedangkan Yenni masih berdiri didepan jendela dan melihat dari atas, dia menunggu Aron pulang karena dia ingin melihat siapa wanita itu sebenarnya!


Hanya saja kali ini juga sama, dia tidak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas, dia hanya melihat Aron yang turun dari mobil dengan wajah penuh senyuman!


Dan saat Aron sampai di ruangan departemen pemasaran, dia melihat ekspresi Yenni sedikit aneh, lalu bertanya : “Yenni, kamu kenapa?”


“Tidak apa-apa!” Yenni tidak menatap Aron dan berusaha kuat merekahkan sebuah senyuman sambil berjalan pergi!


Aron juga tidak terlalu memperdulikannya, dan segera kembali ke tempat duduknya untuk bekerja Pada sore hari, Perusahaan Utomo mengirimkan sebuah dokumen, dokumen itu langsung diletakkan diatas meja Junio!


Setelah membaca isi dokumen, raut wajah Junio seketika menjadi jelek dan mengerikan!


Isi dokumen itu adalah tentang perubahan struktur perusahaan, Aron ditunjuk sebagai Direktur PT Damai Kimia dan itu efektif per hari Senin mendatang!


Dalam sekejap, Aron sudah menjadi atasan langsungnya Junio!


“Kenapa, kenapa……”


Junio membaca isi dokumen itu dan mulai berteriak histeris, lalu merobek-robek dokumen itu!


“Pak Junio,ada apa…………”


Sekretarisnya yang mendengar suara teriakan bergegas masuk kedalam ruangan!


“Enyah, enyah dari hadapanku….”


Junio berteriak pada sekretarisnya dan membuat sekretaris itu lari ketakutan Pada saat itu Junio sudah seperti orang gila, matanya sedikit memerah.


“Aron, semua itu karena kamu, semuanya karena kamu, saya akan membunuhmu…..”


Junio menggertakkan giginya, dia adalah seorang siswa berprestasi yang sudah lama bekerja untuk Keluarga Utomo, sekarang dia malah dikalahkan oleh seorang yang kurang pendidikan!


Junio tidak puas, dia merasa dia sudah kehilangan kewarasannya sejak awal!


Setelah cukup lama, Junio perlahan-lahan menenangkan dirinya, dia melihat dokumen yang sudah dia robek-robek dan perlahan membuka lacinya!


Pada saat itu, didalam laci Junio, terlihat sebuah pistol yang tersimpan didalam!


Junio menatap pistol itu seolah sedang membuat keputusan yang sulit!


“Billy, suruh Aron datang ke ruanganku sekarang….”


Junio mengangkat telepon kantornya dan menghubungi Billy!


Billy yang pada saat itu masih mengamuk didalam kantornya, kaget saat menerima telepon dari Junio!


“Billy, untuk apa Pak Junio mencari Aron?”


Tanya Mona.


“Mana saya tahu!” Billy mengernyitkan keningnya, dan perasaannya terasa tidak enak!


“Apa mungkin Pak Junio akan memberikan seluruh komisinya kepada Aron? Saya sudah tahu sejak awal kalau Aron dan Pak Junio pasti memiliki hubungan, kalau tidak hal sebaik ini kenapa harus diserahkan kepada Aron!”


Mona berkata dengan wajah kesal, dan menyatakan ketidakpuasannya!


“Sudahlah, jangan mengomel lagi, saya sudah sangat penat saat ini!”


Billy memelototi Mona lalu berjalan keluar dari ruangannya, dan menghampiri Aron yang sedang duduk di tempatnya : “Aron, Pak Junio menyuruhmu ke ruangannya, sepertinya mengenai masalah kontrak, apa kamu tahu apa yang harus kamu katakan setelah kesana? Kamu juga seharusnya sadar kan kamu tidak akan bisa menandatangani kontrak itu dengan mudah kalau bukan berkat saya dan Mona yang terus bolak-balik?”


Aron melirik Billy lalu menyeringai dan mendengus, dia tidak mengatakan apapun, dan langsung pergi!


Melihat sikap Aron, Billy menjadi kesal : “Kamu kira kamu siapa, kalau bukan karena Mona yang merekomendasikanmu apa kamu bisa bertahan selama ini disini? Berani melawanku? Saya pasti akan membuatmu menyesal cepat atau lambat…..”


…………


Ruangan Junio, saat Aron sampai didepan ruangannya, sekretaris ingin melapor terlebih dulu, namun Aron langsung membuka pintu dan melangkah masuk, sekretaris tidak sempat menghentikan nya “Pak Junio, dia….dia menerobos masuk!”


Sekretaris yang kaget bergegas menjelaskan pada Junio!


Junio menatap Aron dan melambaikan tangannya pada sekretaris : “Keluar kamu, tanpa isyaratku, siapapun tidak boleh masuk!”


Sekretaris yang melihat situasi itu segera menggeleng dan berjalan keluar sambil menutup pintu!


“Duduklah…”


Juniorl menunjuk kursi yang ada dihadapannya!


Aron juga tidak sungkan-sungkan dan langsung duduk dihadapan Junio!


Keduanya saling memandang seperti ini selama satu menit penuh, tetapi tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun!


“Ada urusan apa kamu mencariku, cepat katakan, saya sibuk!”


Melihat Junio tidak mengatakan apapun, Aron akhirnya buka mulut.


“Aron, saya sudah pernah melacak informasimu, kamu hanyalah seorang yang sangat biasa, dan Hanya tamat SMA, atas dasar apa Nuri menyukaimu? Atas dasar apa kamu diangkat menjadi Direktur perusahaan? Atas dasar apa?”


Junio menatap Aron, dia belum memahami kenapa Nuri tidak menyukainya yang merupakan seorang siswa berprestasi, dan malah menyukai Aron?


Kalau Aron merupakan putra dari keluarga kaya dan terkemuka, atau konglomerat generasi kedua, mungkin Junio akan merasa sedikit lebih baik, tapi Aron hanyalah orang biasa, meski begitu, Nuri malah menyukai Aron dan tidak menyukai dirinya, sampai sekarang Junio masih belum mengerti!


“Tidak ada, apa menyukai seseorang perlu banyak alasan? Nuri menyukaiku karena memang menyukaiku, kamu bisa apa?”


Aron menyeringai, dan menatapnya dengan tatapan mengejek!


Ekspresi serta nada bicara Aron seketika membuat Junio terprovokasi Junio yang sejak tadi berusaha keras menenangkan dirinya, meledak dalam sekejap!


“Aron, saya mau kamu segera pindah dari Kota Sanur, tinggalkan Nuri dan jangan kembali lagi, kalau tidak, saya akan membuatmu menyesal….


Junio gemetaran, kedua matanya terbuka lebar, dan berteriak dengan kuat pada Aron!


“Menyesal?” Aron mencibir : “Saya tidak pernah menyesal sama sekali, dan lagipula, kamu juga tidak mempunyai hak untuk memerintahku, apalagi mengancamku….”


“Kalau begitu saya akan memperlihatkannya kepadamu, apakah saya punya hak untuk memerintahmu…”


Sambil berkata, Junio meraih pistol yang ada didalam laci dan mengarahkannya pada Aron!


Ini pertama kalinya Junio mengarahkan pistol kepada seseorang, kedua tangannya gemetar hebat!