ARON

ARON
Menyesali Kesombongan



“Saya sudah bilang kamu tidak layak, tapi kamu tidak percaya…..”


Aron berkata dengan enteng!


Seketika itu semua orang terkejut, bahkan mulut Jerry terbuka lebar hingga sebutir telur pun akan muat karena keterkejutannya!


Awalnya dia mengira Aron mengatakannya untuk membual, tapi saat melihat tangan Elton yang patah, dia akhirnya menyadari kalau kata-kata penghinaan Aron itu bukanlah bualan, tapi benar-benar nyata!


“Bocah, kamu berani melukai muridku, walau kamu sanggup membunuh Doddy lalu kenapa, karena muridku tidak pantas, maka biarkan saya gurunya ini yang maju!”


Wanto melihat muridnya terluka parah seketika mengamuk!


Aron hanya melirik Wanto dengan sinis : “Kamu juga tidak pantas!”


“Apa? Kamu terlalu gila…..”


Tatapan Wanto seketika dipenuhi keinginan membunuh!


Victor yang melihatnya bergegas melangkah maju untuk memapah Elton, lalu memohon pada Aron : “Tuan Aron, saya memohon Tuan Aron memandang muka saya, dan jangan marah…..”


“Kalau bukan karena memandang wajahmu, dia tidak akan hanya mengalami patah tangan seperti itu!”


Tatapan mata Aron dipenuhi ketidakpedulian.


Victor berulang kali mengucapkan terima kasih, dan memapah Elton kembali ke sisi Wanto lalu berkata pada Wanto : “Guru, kamu jangan marah, Tuan Aron dia……”


“Minggir kamu!” Wanto mana mau mendengarkan kata-kata Victor, dia meneriaki dan mengusir Victor dan menatap Aron dengan dingin : “Kamu melukai satu tangan muridku, dan saya akan membuat kedua tanganmu lumpuh!”


“Kalau kamu punya kemampuan, kamu boleh mencobanya!”


​Aron memandang Wanto dengan acuh tak acuh, dan saat Wanto menatap Aron, dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bergidik!


Tatapan acuh tak acuh itu seolah menganggap orang yang ada di depannya seperti seekor semut, seolah sangat jijik!


“Baik, baik, baik……..”


Wanto kesal hingga mengulangi kata baik sebanyak tiga kali, lalu auranya tiba-tiba meledak.


Dan tepat saat aura Wanto meledak, tiba-tiba ada hembusan angin seperti angin sepoi-sepoi yang langsung menekan kembali aura Wanto!


“Kalau mau bertindak, langsung saja, tidak usah mengacaukan kamar yang akan saya gunakan untuk tidur!”


Aron memandang Wanto dengan tatapan santai, dan tidak menganggap Wanto dengan serius sama sekali!


​Ada sedikit keterkejutan di mata Wanto, tetapi masalahnya telah sampai pada titik ini, di depan muridnya dia tidak punya pilihan selain bertindak!


“Huh…….”


Wanto berteriak keras, lalu melayangkan tinjunya ke arah Aron!


Aron mengangkat tangannya dengan santai lalu langsung mencengkram tinju Wanto, dan Wanto seketika terhenti!


“Ini, bagaimana mungkin?”


Mata Wanto dipenuhi dengan kengerian, dan dia menatap Aron dengan tidak percaya!


Tinjunya itu paling tidak memiliki kekuatan ribuan pon, tetapi Aron menahannya dengan mudah, dan Wanto merasa tinjunya seolah akan pecah.


Dia ingin melepaskan diri, tapi dia tidak bisa bergerak sama sekali, seolah dirinya terpaku!


Aron meringankan tangannya dengan santai, dan membuat Wanto terdorong mundur beberapa langkah, kalau bukan Victor dan Jerry yang bergegas untuk menahannya, Wanto pasti akan terduduk di lantai!


“Saya sudah bilang, kamu tidak pantas bertarung denganku, hari ini saya memandang wajah Victor, karena kamu adalah Gurunya, maka saya akan mengampunimu kali ini, kalau kamu berani menantangku lagi, saya pasti akan menghabisimu!”


Aron berkata dengan santai dan acuh tak acuh.


Saat ini raut wajah Wanto sudah memucat, dia akhirnya mengerti tatapan Aron yang acuh tak acuh itu bukan kepura-puraan, tetapi bagi Aron dia benar-benar seperti seekor semut!


Raut wajah Wanto berubah, dia menghela nafasnya dengan tidak berdaya : “Saya tidak tahu diri dan menyinggung Tuan Aron…..”


Wanto bahkan merubah cara menyapanya, dan setelah membungkuk dalam-dalam pada Aron, dia berbalik dan berjalan keluar!