
Desmond berkata sambil menelpon, jelas-jelas dia juga memanggil seseorang!
Segera, beberapa mobil van kembali berhenti, dan segerombolan preman turun dengan membawa tongkat!
Desmond yang melihat anggotanya sudah tiba, bertanya dengan bangga : “Hei, mana orang yang kamu panggil? Apa dia ketakutan dan tidak berani datang?”
“Sudah sampai…” Aron berkata dengan tenang!
Tidak jauh dari situ, terlihat sebuah mobil yang melaju kencang kearah mereka.
Desmond melihat hanya sebuah mobil yang melaju kearah mereka, tertawa terbahak-bahak : “Kamu sedang bercanda ya? Hanya sebuah mobil, bisa muat berapa banyak orang? Walaupun kamu bisa bertarung, kamu juga bisa lelah kan, saya bisa terus memanggil orang dan membuatmu mati kelelahan…”
“Saya berharap senyumanmu akan tetap terukir setelah melihat orang yang kupanggil…”
Aron tersenyum sinis!
Seketika, mobil itu berhenti dihadapan mereka, dan seorang pria kekar turun dari mobil itu!
Dan saat mereka melihat jelas siapa orang yang turun dari mobil, senyuman diwajah Desmond sirna!
Yang lainnya juga hanya bisa menarik nafas!
Orang yang datang hanya satu orang, dan dia adalah Jekson!
Dia bergegas menghampiri Aron, lalu menyapa dengan penuh hormat : “Tuan Aron….”
Melihat Jekson yang begitu sungkan kepada Aron, Desmond tercengang, tubuhnya bergetar hebat!
“Habisi dia…”
Aron berkata sambil melirik Desmond!
Jekson menganggukkan kepalanya, lalu berbalik menuju kearah Desmond yang gemetaran.
Jekson menyapu sekelilingnya dengan tatapannya, para bawahan yang dipanggil oleh Desmond langsung memucat dan ketakutan, mereka langsung membuang senjata yang ada ditangan mereka!
“Tidak mau pergi, mau tinggal disini untuk mati?”
Teriakan Jekson sontak membuat para bawahan yang dipanggil Desmond kabur terbirit-birit!
Mereka tidak akan berani menyinggung Jekson, dia adalah Ketua Mafia di Kota Sanur!
Desmond yang sudah gemetaran, meneriakkan nama Jekson!
Jekson menghampiri dan langsung melayangkan sebuah tamparan pada wajah Desmond!
Desmond bahkan tidak berani bergerak, sedangkan istrinya merasa tidak senang lalu berteriak pada Jekson : “Siapa kamu? Kenapa memukuli suamiku? Wanita itu berteriak pada Jekson, dan membuat Desmond ketakutan hingga hampir pingsan!
Pial….
Desmond menampari wajah istrinya sendiri : “Wanita ******, siapa yang menyuruhmu berbicara, apa kamu punya hak untuk berbicara?”
Desmond mengutuk istrinya sendiri dalam hati, kalau bukan karena dia yang menyinggung Aron lalu menelponnya, dia tidak akan menghadapi Jekson saat ini.
Apalagi setelah melihat Jekson yang begitu segan terhadap Aron, bisa dipastikan kalau Aron bukan orang biasa!
Namun dia masih belum mengerti, kenapa seorang yang memiliki status, malah mengendarai sebuah accord tua?
Setelah ditampari oleh suaminya sendiri, hidung dan wajahnya membengkak, dia sudah hampir cacat!
Hanya saja, Desmond tahu kalau dia tidak kejam pada istrinya, takutnya mereka berdua sudah mati sekarang!! “Tuan Jekson, wanita ini tidak tahu sopan santun dan lancang, semoga Tuan Jekson tidak tersinggung…”
Desmond berusaha meminta maaf pada Jekson!
Tapi Jekson sama sekali tidak memperdulikannya, dia menarik kerah baju Desmond dan menghantamkan sebuah tinju ke perut bagian bawahnya, dan membuat Desmond tersungkur kesakitan!
Aron menghampiri Desmond, dan menatapnya!
“Bukankah tadi kamu menyuruhku untuk berlutut dan minta maaf? Kenapa sekarang malah kamu yang berlutut?”
Aron bertanya dengan nada mengejek!
Desmond tidak berani mengangkat kepalanya dan terus memohon : “Mohon ampunnya Tuan Aron, saya bukan manusia, saya tidak punya mata….”
Desmond berusaha kerasa untuk memohon belas kasihan!
“Awalnya saya tidak berniat membunuhmu,tapi sayangnya kamu mengancam keluargaku….”
Setelah berkata, Aron tidak memperdulikan Desmond lagi, dia masuk ke mobilnya dan menabrak Maserati itu hingga terhempas,dan menuju kedalam perumahan!