
Aron tersenyum ringan : “Terserah saja, yang saya inginkan tidak ada di sini!”
“Apa maksudmu? Kuberitahu padamu, ini adalah restoran paling besar di Kota Tuba, apanya yang tidak ada, walau kamu ingin minum Maotai dan Wuliangye disini juga ada!”
Yudas berkata dengan wajah dingin : “Coba kamu katakan, apa yang kamu mau?”
“Saya tidak suka minum arak, saya biasanya hanya minum Romanee Conti….” Kata Aron.
“Roh apa? Apa itu?”
Wajah Yudas tercengang!
Nuri melihat sikap Yudas dan tidak bisa menahan tawanya, Aron juga hanya bisa tertawa dan tidak mengatakan apapun!
Yudas mengernyitkan keningnya, dan berkata pada pelayan di sampingnya : “Apa yang dia bicarakan? Apa restoran kita memilikinya?”
Pelayan itu menggelengkan kepalanya : “Restoran kita tidak punya anggur merah itu!”
“Ternyata anggur merah ya, apa bagusnya minuman itu, rasanya seperti air cucian!” Yudas berkata dengan meremehkan, tapi kemudian berkata pada pelayan itu : “Kalau restoran kita tidak ada, beli di luar, beli beberapa botol kemari…..”
Sambil berkata Yudas mengeluarkan segepok uang dan melemparkannya di atas meja, ada beberapa juta disana!
Pelayan itu melihat uangnya, dan tidak berani mengambilnya, tidak berani menyentuhnya!
“Sialan, saya menyuruhmu pergi membeli anggur, apa kamu tidak dengar?”
Melihat pelayan itu tidak bergerak, Yudas menjadi marah!
“Kak Yudas, uang….uang ini tidak cukup!”
Pelayan itu berkata dengan pelan.
“Hanya sebotol anggur merah, uang ini masih tidak cukup? Ini kutambahkan beberapa juta lagi!”
Yudas mengeluarkan segepok uang dan membantingnya di atas meja!
Tapi Pelayan itu masih tetap tidak mengambilnya dan tidak bergerak, ini membuat Yudas semakin marah dan menendang pelayan itu.
“Saya rasa kamu melihatku tidak mengerti jadi ingin memeras uangku ya?”
Yudas tiba-tiba berdiri.
“Kamu tidak perlu memaksanya, di Kota Tuba tidak ada anggur ini, dan uang ini memang tidak cukup, sebotol Romanee Conti harganya mencapai tiga ratus juta!”
Aron berkata pada Yudas.
“Berapa? Tiga ratus juta?” Yudas tercengang dan melihat Aron dengan marah : “Aron, untuk apa kamu berlagak didepanku? Kamu minum anggur yang harganya tiga ratus juta sebotol? Berlagak? Siapa yang tidak tahu kamu baru keluar kematian, kamu kira dengan menyewa sebuah Mercedes Benz, dan mencari seorang gadis bayaran bisa berlagak kaya? Kalau bukan karena kamu adalah kakak sepupunya Shella, saya bisa mengusirmu kapan saja dari Kota Tuba.”
Mendengar dirinya disebut sebagai gadis bayaran, raut wajah Nuri seketika menjadi dingin.
“Yudas, jangan marah!” Bibi kedua Aron bergegas berdiri lalu berkata pada Aron : “Aron, kamu baru kembali, kalau kehidupanmu belum berjalan baik juga tidak akan ada orang yang menertawaimu, kedepannya tinggal cari pekerjaan yang benar, kita semua keluarga untuk apa kamu berpura-pura, masih mengatakan minum anggur yang berharga tiga ratus juta, kenapa tidak sekalian mengatakan satu miliar? Mana ada anggur semahal itu di dunia!”
“Aron, tutup mulutmu, jangan bicara apa pun!”
Melihat Bibi kedua Aron marah, Sheli bergegas berkata pada Aron.
“Kakak pertama, uruslah Aron dengan benar, lihatlah untuk apa dia berpura-pura di depan kita semua, saya sudah melihatnya sejak kecil, saya tahu semua tentang dia, kali ini dia sudah pulang, saya rasa tidak usah biarkan dia kembali lagi, biarkan saja dia berkembang disini, kita juga masih menunggu pembongkaran, nanti pada saatnya Yudas akan mencarikan pekerjaan yang baik untuknya, setelah mengumpulkan uang, bisa menikah dan melahirkan anak, melewati hidup dengan baik!”
Bibi kedua Aron berkata pada Sheli.
“Masalah ini bisa dibicarakan nanti, pesan dulu!”
Sheli tidak ingin membicarakan topik ini, jadi dia mengambil menu dan berkata.
Segera, setelah memesan hidangan semeja, dan beberapa botol arak, Yudas terus berpura-pura menunggu orang lain untuk bersulang padanya.
“Yudas, tadi siapa Manajer Wendy yang ada di ruangan VIP nomor 1 itu?”
Bibi kedua Aron bertanya pada Yudas.