
“Tidak boleh, ini adalah aturannya!” Salah seorang pria kekar itu menggelengkan kepalanya!
“Kalau tidak boleh, saya akan tanyakan kepada bos kalian….”
Aron berkata dan hendak berjalan menuju ruangan manajer yang ada diatas!
Empat pria kekar itu tercengang, mereka tidak menyangka Aron ternyata tidak takut pada mereka, dan wajah mereka mulai muram!
“Cari mati…”
Sambil berkata, empat pria kekar itu bergerak bersamaan dan terlihat jelas akan menyerang Aron dengan pisau!
Aron bahkan tidak melihat keempat orang itu, dia menggerakkan tangannya dengan ringan dan membuat pergelangan tangan keempat orang itu seperti dihancurkan oleh sesuatu, dan pisau yang ada ditangan mereka langsung terjatuh di tanah!
Seketika, empat pria kekar itu menjadi kebingungan, melihat Aron yang berjalan memasuki restoran dan menuju keatas, mereka seketika terkejut!
Tidak satupun dari mereka yang menyadari kalau tadi Aron menyentuh mereka, hanya saja pisau yang ada ditangan mereka terjatuh kelantai begitu saja, dan membuat pergelangan tangan mereka tiba-tiba kemerahan dan terlihat bekas darah!
Dan saat bayangan Aron menghilang, mereka baru menyadarinya dan segera mengejar Aron!
Pada saat itu didalam ruangan manajer, Hercules sedang menatap keluar jendela, tangannya memegang sebuah cerutu dan kedua alisnya terlihat menyatu!
Awalnya di kota Sanur, kekuatan dalam lingkungan mafia hanya terbagi menjadi dua bagian, Geng Sanur, dan mereka, Geng Serigala Api, meski ada beberapa geng kecil lainnya, tapi mereka sama sekali tidak berarti dan tidak dianggap!
Hanya saja, beberapa waktu lalu, pemimpin Geng Serigala Api, Roney terluka, dan seluruh permasalahan dalam Geng Serigala Api diambil alih oleh Hercules, dia juga tidak berani bertindak gegabah, tanpa Roney yang menjabat, kalau Jekson tiba-tiba menyerang mereka, Geng Serigala Api tidak akan bisa menahannya!
Sebenarnya Hercules juga melihat sendiri saat Aron memukul Roney, kekuatan Aron sangat membuat Hercules terkejut, dia tidak tahu kalau Jekson punya orang sekuat itu!
Namun Roney sudah mencari gurunya, Timotius, pada saat itu, asalkan Timotius datang membantu mereka, maka kekuatan Geng Serigala Api dan Geng Sanur akan menjadi seimbang!
Bam…..
Saat Hercules menatap keluar jendela dan memikirkan tentang masa depan Geng Serigala Api, tiba-tiba ada suara keras yang terdengar, pintu ruangannya ditendang hingga terbuka oleh seseorang!
Hercules seketika murka, dan dia berteriak sebelum menolehkan kepalanya : “Sialan, siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu?”
Dan saat Hercules baru selesai berbicara, dan
menolehkan kepalanya, dia langsung tercengang, kedua matanya menunjukkan ekspresi yang ngeri!
Karena Aron yang memukuli Roney, sedang berdiri dihadapannya!
Aron tidak mengenal Hercules, karena di perjamuan yang diadakan oleh Kurniawan, orang yang dibawa oleh Roney terlalu banyak, tapi tidak ada yang berani bertindak, hanya Roney yang berani melawan Aron dan dihabisi oleh Aron!
“Kamu adalah manajer dari Restoran Lima?” Aron bertanya pada Hercules yang wajahnya penuh keterkejutan.
Hercules yang melihat Aron tidak mengenalinya segera mengangguk : “Benar, saya adalah manajernya, apa Anda punya urusan?”
“Tadi bawahanmu mengatakan kalau ada orang yang menjual nyawaku, saya datang kemari untuk bertanya siapa yang menjual nyawaku?”
Aron menarik sebuah kursi dan duduk diatasnya “Menjual nyawamu?” Hercules mengernyitkan keningnya, namun kedua matanya mulai menunjukkan rasa ketakutan, dan sekujur tubuhnya tidak berhenti gemetar!
Dia teringat Junio yang ingin membunuh seseorang, entah kebetulan macam apa, ternyata orang yang ingin dibunuh oleh Juno, adalah iblis yang ada di hadapannya?
Dan pada saat Hercules kebingungan hendak menjawab apa, keempat pria kekar itu berlari mati-matian menuju ruangan!
“Kak Junio, orang ini kekuatannya lumayan juga, kamu berempat tidak bisa menghadapinya, dan dia bergegas menuju kemari….”
Salah seorang pria kekar itu berkata pada Hercules!
Saat itu juga Hercules hampir terkulai dilantai, kalau begitu, orang yang Junio minta untuk bunuh adalah Aron yang ada dihadapannya!
Hercules menyesal, kalau dia tahu orang itu adalah Aron, jangankan 1 miliar, diberikan uang sebanyak apapun dia tidak akan berani! Roney yang begitu hebat saja langsung dihabisi Aron dengan satu tendangannya!
“Pak Aron, saya benar-benar tidak tahu orang itu adalah Anda, kalau saya tahu, diberi seratus nyali pun saya tidak akan berani!”
Hercules yang dihadapkan dengan situasi ini hanya bisa meminta maaf langsung kepada Aron, ini yang diartikan kalau orang harus menundukkan kepalanya dibawah atap!
“Kamu mengenalku?” Aron mengernyitkan keningnya!
Hercules tersenyum canggung : “Saya pernah melihat Pak Aron saat perjamuan Tuan Kurniawan, pemimpin kelompok kami adalah orang yang dipukuli oleh Pak Aron….”
“Lalu, kalau kamu tahu saya yang memukuli Roney, kenapa tidak mencariku untuk balas dendam? Malah begitu sungkan terhadapku?” Aron merasa bingung, Geng Sanur dan Geng Serigala Api memang tidak pernah akur sejak awal, sekarang Aron bahkan memukuli Roney, menurut logika, kalau anggota Geng Serigala Api melihatnya, pasti akan menganggapnya sebagai musuh!
“Pak Aron bergurau ya, dengan kemampuan Pak Aron, saya mana berani mencari Pak Aron untuk membalas dendam kecuali saya sudah bosan hidup….”
Hercules menjawab dengan jujur.
Aron tersenyum, dia tidak menyangka Hercules akan sejujur ini, seorang pria sanggup membungkuk dan merendah juga termasuk tindakan yang heroik!
“Sekarang sudah bisa memberitahuku? Siapa yang menjual nyawaku?”
Tanya Aron.
“Junio, dia memberiku uang 1 miliar dan memintaku melakukan hal ini….” Hercules tidak berani merahasiakannya, dia tidak akan membuat dirinya kehilangan nyawanya hanya karena beberapa aturan!
Aron mendengus, dia sudah menebak sejak awal kalau ini pasti ulah Junio!
Aron berbalik dan keluar dari ruangan, dan disaat itulah Hercules menyadari kalau dia berkeringat hebat sampai sekujur tubuhnya basah!
“Kak Hercules, jadi dia orang yang melukai pemimpin kita? Muda sekali, sama sekali tidak terlihat….”
Setelah Aron pergi, salah seorang pria kekar itu bertanya dengan kaget.
Hercules menjawab dengan wajah serius : “Beritahu yang lainnya, sebelum Pemimpin kita kembali, siapapun tidak boleh menyinggung manusia kejam itu….”
“Baik!” Mereka mengangguk dan segera memberitahukan kabar itu kepada rekan lainnya!
Dan pada saat itu, di dalam ruangan VIP, Junio sudah minum dengan sangat bahagia dengan yang lainnya, saat melihat Aron dibawa pergi, Junio dan Billy merasa sangat bahagia!
Yang satu adalah Direktur, dan satunya lagi adalah manajer departemen, bagaimana yang lain bisa merasa tidak senang kalau mereka berdua senang!
Mereka makan dan minum dengan puas, Junio melambai-lambaikan tangannya : “Hari ini sampai disini saja, besok masih harus bekerja kan, saya harap departemen pemasaran akan menjadi lebih baik…”
Karena sangat bahagia, Junio minum cukup banyak, wajahnya sudah semerah tomat!
Karena Junio sudah mengisyaratkan untuk bubar, tidak ada orang yang berani tinggal lagi, mereka segera bangkit berdiri dan hendak pulang!
“Kak Aron belum kembali, apa kita tidak menunggunya?”
Saat semua orang bersiap pulang, Yenni tiba-tiba bertanya dengan cemas.
“Yenni, apa kamu tidak dengar ucapan Pak Junio? Dia menyuruh kita pulang dan beristirahat, dan bekerja dengan baik besok, apa kamu tidak mau menuruti ucapan Pak Junio?”
Billy berteriak pada Yenni!
Yenni menjadi panik, dia tidak berani membantah Junio, tapi dia juga sangat mencemaskan keselamatan Aron!
“Yenni, tidak usah pedulikan Aron lagi, bisa saja bajingan itu sudah kabur sejak tadi, kita pulang saja dulu….”
Mona membujuk Yenni!
Yenni yang melihat situasi itu juga hanya bisa bersiap pulang dan menunggu kabar selanjutnya!
Junio yang ada disamping menyeringai dan tersenyum sinis dalam hatinya : “Aron tidak akan kembali lagi selamanya.”
Tapi pada saat mereka hendak pulang, pintu ruangan VIP tiba-tiba terbuka, Aron berjalan masuk!
“Aron?”
Melihat Aron berjalan masuk, mereka semua tercengang, mereka mengira Aron yang dibawa pergi sudah dipukuli sampai tidak bisa bergerak lagi!
Dan yang paling terkejut adalah Junio, jelas-jelas dia sudah berpesan agar mereka membantunya menghabisi Aron, tapi kenapa Aron muncul lagi?
“Kak Aron….”
Yenni yang melihat Aron kembali langsung menghampiri dengan bersemangat!
“Kamu….kamu kenapa bisa kembali?”
Junio bertanya dengan ketidak percayaan.
Aron mencibir : “Masalah sudah diselesaikan, tentu saja saya harus kembali, lantas Pak Junio berharap saya tidak kembali lagi..!