
Aron mengernyitkan keningnya : “Saya benar-benar penghuni disini, ini kunci rumahku!”
Aron berkata sambil mengeluarkan sebuah kunci!
Kunci itu diberikan oleh Jhonatan pada Aron, dikuncinya terukir logo Perumahan Bumi Sejuk yang berwarna emas, sangat indah, dilirik saja sudah tahu kalau itu adalah kunci rumah Perumahan Bumi Sejuk.
Petugas keamanan ini mengambil kunci lalu kembali menilai Aron : “Katakan, dari mana kamu dapat kunci ini, ini adalah kunci rumah yang bertipe vila, itu adalah unit termahal, dan Tuan Jhonatan Utomo sudah membelinya, kenapa kunci ini ada di tanganmu?”
Aron juga tercengang, dia tidak menyangka Jhonatan memberikannya sebuah vila, vila termahal yang ada di Perumahan Bumi Sejuk, hadiah ini terlalu besar!
“Ini adalah pemberian Tuan Jhonatan.”
Aron berkata dengan jujur.
“Omong kosong, saya rasa kamu pasti mencurinya, atau memungutnya, mana mungkin ini dihadiahkan kepadamu!”
Penjaga keamanan berteriak keras, lalu melambaikan tangannya, dan empat lima penjaga lainnya bergegas menghampiri.
“Kalian, perhatikan mereka, saya akan menelpon!”
Petugas keamanan itu berpesan lalu pergi sambil membawa kunci rumah itu!
Wahyu yang melihat kejadian itu segera menarik Sheli turun dari taksi, bahkan supir taksi pun terkejut dia segera menurunkan barang-barang Aron dan pergi dari sana!
“Aron, ada apa? Apa yang terjadi?”
Sheli tidak bisa melihat, jadi dia bertanya dengan penasaran.
“Ibu, tidak apa-apa, sebentar lagi kita akan masuk, hanya perlu mengkonfirmasi dulu, pengawasan disini sangat ketat.”
Aron menenangkan Sheli!
“Tentu saja, ini kan perumahan paling elit diKota Sanur, ibu saja sudah mencium aroma bunga dari sini!”
Sheli terlihat bersemangat!
Wahyu menatap Aron dengan marah, sekarang mereka dihalangi dan dikelilingi oleh para petugas keamanan, jelas-jelas ada masalah yang terjadi, dia sama sekali tidak percaya ada teman yang meminjamkan rumahnya kepada Aron.
Disaat itu, sebuah Mercedez hitam melaju dan berhenti dihadapan Aron.
“Astaga, bukankah itu Aron? Kalian sekeluarga kenapa bisa kemari? Membawa begitu banyak barang, apakah kalian mau pindah kemari?”
Pintu mobil terbuka, Gusra turun dari mobilnya dengan wajah berlagak!
Disusul oleh Santi, dan juga Yuna!
Mereka bertiga menertawakan Aron sekeluarga, mereka juga datang ke Perumahan Bumi Sejuk untuk berkeliling, karena Santi ingin memamerkan rumah pengantin yang dibelikan oleh Ronal di Perumahan Bumi Sejuk, maka dia membawa serta Yuna dan Gusra!
Tidak disangka malah bertemu dengan pemandangan seperti ini, membuat mereka bertiga ikut menyaksikan keributan!
Aron melirik sekilas ketiga orang itu dan mengabaikan mereka!
“Ada apa ini?”
Santi bertanya pada salah seorang petugas keamanan.
Petugas itu melihat Santi berpenampilan cantik, mengendarai Mercedes Benz, dia tidak berani menyinggungnya lalu berbisik : “Nona, beberapa orang ini mengatakan kalau mereka adalah penghuni disini, dan mengeluarkan sebuah kunci vila, jadi ketua kami mencurigai kalau kunci itu adalah kunci curian, atau dipungut olehnya, dan sedang melakukan konfirmasi.”
Mendengar penjelasan petugas keamanan itu membuat Santi dan dua temannya tertawa terbahak-bahak!
“Hahaha, Aron, kamu ini benar-benar, memungut kunci vila dan mengaku-ngaku penghuni disini, kalau kamu idiot jangan kira semua orang sama idiot nya denganmu.
Gusra tertawa keras, tatapan matanya penuh penghinaan.
Apa kamu tahu berapa harga vila disini? Apa kamu sanggup membelinya? Kalau mengandalkan ayahmu yang tukang sapu itu, bekerja seratus tahun pun tidak akan bisa membeli vila disini!”
Yuna juga tidak bisa menahan mulutnya.
Santi berkata sambil menunjuk Aron.
Beberapa petugas yang mendengarkan itu langsung panik, dan mengeluarkan tongkat mereka, kalau Aron benar-benar pencuri miskin, dan diketahui oleh para penghuni perumahan, pasti akan menimbulkan ketidak tenangan, dan saat itu mereka para petugas keamanan lah yang akan terkena imbasnya.
“Aron, masih tidak mau membawa ibu buta mu dan ayah penyapu jalananmu itu pergi dari sini? Harus menunggu diusir baru mau pergi?”
Gusra menatap Aron dengan tatapan sinis.
“Apa katamu?”
Aron mendengar Gusra yang menghujat ayah dan ibunya mengepalkan tinjunya dengan erat.
“Kenapa, kamu mau memukulku?” Gusra terlihat tidak takut, malah tertawa, dan berjalan kehadapan Aron: “Saya tahu kamu mempelajari beberapa jurus, tapi apakah kamu tahu tempat apa ini? Berani memukuliku? Percaya tidak kalau saya bisa menjebloskan mu kedalam penjara".
Gusra berkata dengan arogan, dan mendorong Aron dengan keras!
“Aron, ayo kita pergi saja, ayo…….”
Sheli menarik lengan Aron, dan berkata dengan nada memohon.
Dia takut Aron akan bertindak gegabah, Aron baru saja Kembali hari ini, dan dia memiliki banyak musuh, kalau dia sampai terlibat perkelahian dan dijebloskan kedalam penjara, maka Sheli memilih mati saja!
Sedangkan Wahyu juga sudah terlihat marah, dia memelototi Aron dan berkata : “Masih tidak mau mengemasi barang-barang ini dan pulang, memalukan….”
Wahyu mulai mengambil barang-barangnya dan berniat berjalan pulang, dia sudah cukup merasakan malu!
“Hahaha, cepat enyah dari sini, kalau saya melihatmu lagi, saya akan membalaskan dendam ku, tamparan itu pasti akan ku balaskan!”
Gusra menatap Aron dengan galak dan memakinya. “Sudah, ayo kembali ke mobil, menghabiskan waktu dengan orang-orang ini hanya membuat status kita luntur!”
Santi meneriaki Gusra, dan mereka kembali kedalam mobil, dan menuju ke dalam Perumahan Bumi Sejuk!
“Ibu, tunggu dulu, vila itu benar-benar dipinjamkan temanku padaku!”
Aron membujuk ibunya, agar dia tidak gelisah!
“Tunggu apalagi? Ini sudah cukup memalukan, kamu mau menunggu diusir?”
Wahyu berteriak pada Aron.
Aron membuka mulut bersiap membantah, dia bahkan berniat bertengkar dengan ayahnya, tapi setelah melihat uban di kepala ayahnya, dia terdiam.
Dan disaat itu, petugas keamanan yang membawa kunci untuk dikonfirmasi bergegas menghampiri Aron, dan saat melihat Aron, dia segera berkata dengan wajah menyanjung : “Tuan Aron, saya benar-benar minta maaf, kami salah, benar-benar pantas mati, ayo ayo kami antar kedalam. Setelah berkata pemimpin petugas keamanan itu berteriak pada bawahannya : “Cepat simpan kembali tongkat kalian, dan segera nyalakan mobil dan antar Tuan Aron sekeluarga kedalam!”
“Siap!” beberapa petugas keamanan itu mengangguk kebingungan, lalu menghidupkan mobil dan mengangkat barang-barang kedalam mobil, dan mengantar Aron sekeluarga masuk!
Didalam mobil, raut wajah Wahyu berubah, dia ingin bertanya pada Aron tapi tidak tahu cara memulainya!
“Aron, tidak disangka kamu tidak berbohong, sebenarnya teman macam apa yang meminjamkan vila nya yang semahal ini padamu!”
Sheli yang duduk di mobil merasakan aroma bunga dari Perumahan Bumi Sejuk dan merasa sangat bersemangat!
“Bu, kalau ada kesempatan saya akan mengenalkan temanku ini padamu!”
Aron tahu Sheli penasaran, jadi dia berencana mencari kesempatan untuk memperkenalkan Nuri pada kedua orang tuanya.
Santi menghentikan mobilnya di vila yang ada ditengah gunung, mereka bertiga turun dari mobil!
“Santi, kamu benar-benar beruntung, vila ini mewah sekali, pemandangannya juga sangat cantik, kalau saya punya rumah seperti ini, umurku dikurangi sepuluh tahun pun tidak masalah!”
Yuna menatap vila yang ada didepannya, matanya bersinar-sinar.
“Ini bukan apa-apa, vila yang ada di Perumahan Bumi Sejuk ini semakin tinggi areanya, semakin mahal juga harganya, vila paling mahal ada di atas gunung itu, bahkan tidak tahu siapa yang membelinya!”
Santi berkata sambil memandang vila yang ada di atas gunung!.