ARON

ARON
Di jemput Nuri



“Ayah, anak itu……..”


“Tutup mulutmu.” Tidak menunggu Ronal selesai berbicara, Nandar menatapnya dengan tatapan penuh amarah, membuat Ronal takut dan tidak berani berkata apa-apa!


“Paman Nandar. Saya sangat kenal dengan Aron. Dia tidak memiliki latar belakang yang luar biasa. Saya sudah kenal dengannya sejak masuk perguruan tinggi. Ayahnya dulu adalah seorang pegawai sipil. Sekarang sudah dipecat dan menjadi tukang sapu jalanan. Kamu jangan terkecoh olehnya!”


Santi membereskan pakainnya dan berkata kepada Nandar.


“Apa yang kamu tahu!” Nandar memberi Santi tatapan dingin: “Dalam pandangan perempuan, Ronal tidak akan seperti ini jika bukan karena kamu. Dasar pembawa sial!”


Setelah Nandar selesai berbicara, dia langsung pergi. Sebenarnya Nandar menentang pernikahan Ronal dengan Santi. Lagipula kedua keluarga mereka sama sekali tidak sebanding. Tidak tahu dengan cara apa Santi bisa membuat Ronal terpana padanya, sehingga Nandar harus merestui pernikahan mereka!


Wajah Santi berubah merah dan pucat ketika Nandar memarahinya, tapi dia tidak berani untuk membantah sepatah kata pun. Ini adalah harga yang harus dibayar jika dia ingin menikah dengan keluarga kaya raya.


“Dasar Aron, saya pasti tidak akan membiarkannya begitu saja!”


Setelah Nandar pergi, Santi menggerta kan giginya!


Dia tidak berani untuk berbuat apa-apa terhadap Nandar dan Ronal. Jadinya dia hanya bisa melampiaskan semua amarahnya kepada Aron!


…………


Kediaman Prata, Kurniawan, Jekson dan Aron bertiga sedang menikmati waktu sambil meminum anggur merah. Mereka makan dengan sangat gembira!


Para pelayan di samping melihat Aron yang masih muda, bisa duduk bersama dua tokoh besar di kota Sanur sambil berbicara dan tertawa. Mereka semua cukup iri!


“Tuan Aron. Hari ini kita hanya makan biasa saja. Besok, saya akan mengadakan perjamuan besar di Hotel Sadewa dan mengundang orang-orang dari pemerintah kota Sanur dan para kalangan bisnis untuk hadir. Saya ingin memperkenalkan tuan Aron secara langsung…..”


Kurniawan berkata dengan wajah bangganya.


Arti dari kata-kata Indrawan sangat jelas. Yaitu membuka jalan untuk Aron. Setelah perjamuan kali ini, takutnya tidak ada lagi yang berani untuk mengganggu Aron di kota Sanur lagi.


Aron ingin menolaknya. Dia tidak mau terlalu heboh. Dia hanya ingin melatih dirinya dan menunggu kedatangan tanggal 15 bulan ketujuh dengan tentram!


Namun, sebelum Aron membuka mulutnya, Jekson mengatakan: “Kalau begitu, saya mewakili tuan Aron untuk berterima kasih kepada tuan Kurniawan. Dengan perkenalan kali ini, akan lebih mudah bagi tuan Aron untuk bertindak di kota Sanur!”


Aron melihat Jekson mewakilinya untuk menjawab hal itu, dia juga tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, hanya bisa mengangguk sedikit dan berkata: “Tuan Kurniawan kamu terlalu sungkan!”


Setelah tiga orang itu saling menyapa, Aron dan Jekson pun pergi!


“Tuan, bawahan mu baru saja mewakili dirimu untuk menerima undangan itu. Kuharap tuan tidak menyalahkan ku. Meskipun Istana Naga kita berkembang pesat, dan pengaruhnya juga telah berkembang. Tetapi selain di kota Sanur, kita sekarang sangat susah untuk berpindah. Dan juga banyak pasukan yang mengincar kota Sanur jadi kami hanya bisa memperkuat jaringan hubungan kami!”


Di dalam mobil, Jekson berbisik dan menjelaskan kepada Aron!


Aron tertegun: “Bukankah kamu adalah Ketua Mafia di kota Sanur? Apakah masih ada orang yang berani melawan dirimu?”


Aron tidak mengerti. Jekson di kota Sanur bagaikan langit. Selain politisi, siapa lagi yang berani mengganggu Jekson!


Jekson tertegun mendengarnya, wajahnya terlihat sangat canggung dan berkata: “Tuan, itu hanya sanjungan dari orang biasa. Di seluruh kota Sanur, selain anggota Geng Sanur dan geng Serigala Api dan Geng Kucing Kurap yang memiliki kekuatan yang besar. Di antara mereka, juga ada kelompok kekuatan kecil yang tak terhitung jumlahnya. Kami, Geng Sanur dan Geng Serigala Api adalah musuh bebuyutan.


Setiap tahun pasti melawan satu sama lain, dan saling melukai. Tapi, pemimpin Geng Serigala Api, Ronei, tidak tahu dimana dia belajar jurus Qi Gong. Saya takut saya bukan lagi lawannya sekarang!”


Melihat Jekson, Aron dapat melihat bahwa Jekson tidak memiliki kehidupan yang baik beberapa tahun terakhir ini. Di mata orang luar, yang mereka lihat hanya penampilannya saja. Orang-orang seperti mereka, nyawanya berada dalam bahaya setiap saat!“Jika ada orang yang cari masalah denganmu, kamu boleh langsung saja mencari ku!”


Aron berkata dingin.


Karena Geng Sanur adalah markas bawahannya. Tentu saja Aron tidak bisa mengabaikannya! Jekson sangat senang: “Adanya kata-kata dari tuan, saya tidak takut akan apapun lagi. Didepan tuan, hantu dan dewa juga memberi jalan, apalagi hanya seorang Ronei!”


Jekson melihat sendiri Aron menghancurkan sembilan naga hari ini. Dia juga sangat terkejut dan kagum!


Aron tersenyum. Dia tidak menyangka bahwa Jekson begitu pandai untuk mengangkat seseorang dengan kata-katanya!.


Setelah Aron pulang, orang tuanya tidak ada di rumah. Mereka seharusnya pergi keluar untuk jalan-jalan. Lingkungan seperti ini, akan lebih baik untuk banyak pergi keluar !


Tidak ada yang mengganggu. Aron mulai berlatih di kamarnya!


Dia harus mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk berlatih, karena dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi pada tanggal 15 bulan ketujuh nanti. Meskipun Liu Khang mengatakan dia akan memberinya kesempatan besar pada hari itu. Siapa tahu kesempatan itu juga akan disertai dengan bahaya?


Aron berlatih sepanjang malam tanpa makan malam sama sekali!


“Hu…..”


Ketika Aron membuka mata, asap berwarna hitam bertubi-tubi keluar dari mulutnya!


“Tidak disangka kekuatan dendam naga bisa begitu hebat……”


Aron dengan lembut menggepal kan tinjuan nya dan merasakan kekuatan dalam tubuhnya. Tidak disangka Aron bisa menerobosnya!


Sekarang, Aron telah mencapai tingkatan kelima dalam latihan Qi Gong. Ketika dia di dalam jurang selama tiga tahun dan berlatih di bawah bimbingan Liu Khang, dia baru saja menerobos tingkat 4 dalam latihan Qi Gong. Tapi kemarin, dia menyerap kekuatan sembilan naga dan langsung bisa menerobos ke tingkatan ke 5, yang membuat Aron sangat gembira!


Aron sepertinya menemukan cara untuk mempercepat pelatihannya. Selama dia bisa menyerap lebih banyak kekuatan kebencian dan melatihnya maka pelatihannya akan berkembang pesat!


Sangat disayangkan bahwa hal semacam ini tidak selalu bisa ditemukan. Di mana kita dapat menemukan begitu banyak energi kebencian!


Dengan lembut menghela napasnya. Aron beranjak dari tempat tidur, dan merapikan pakaiannya, “Apakah itu nyonya Utomo? Meskipun saya tidak melihatnya, tetapi saya bisa mendengar langkah ketika kamu berjalan!”


Saat itu, suara Sheli terdengar dari ruang tamu di luar!


“Bibi, kamu memang hebat!” Nuri tersenyum: “Jangan kamu asik panggil kakak, kakak. Kamu terlalu segan, panggil saja Nuri!”


“Baik baik baik, memang terlalu segan. Saya akan memanggilmu Nuri!” wajah Sheli penuh senyum, dan mengangguk: “Apakah kamu datang mencari Aron? Dia ada di dalam kamar dan belum keluar!”


“Aron, cepatlah bangun. Nuri datang mencari mu!”


Sheli berteriak ke arah kamar Aron!


“Bibi, tidak usah berteriak. Saya akan pergi memanggilnya!”


Nuri berkata, sambil berjalan menuju ke kamar Aron!


Sheli mendengar Nuri berjalan menuju ke kamar Aron, seluruh orangnya hampir melompat penuh ke gembiran. “Anak ini masih membohongiku bahwa mereka adalah teman biasa. Apakah seorang teman biasa, bisa langsung jalan menuju ke arah tempat tidur? Saya benar-benar ingin melihat seperti apa calon menantuku!”


Sheli bergumam pada dirinya sendiri!


“Istriku, saya memberitahumu. Rupa nona Nuri. Saya takut tidak ada orang yang secantik dirinya di kota Sanur!”


Wahyu berjalan ke arah Sheli, dan berbisik di telinganya.


“Benarkah?” Sheli terlihat terkejut. Dia tahu Wahyu sangat pemilih. Tahun itu ketika Aron dan Santi bersama, Wahyu bersih keras membantah. Sekarang, Wahyu bisa berkata seperti itu, kelihatannya rupa Nuri benar-benar sudah tidak bisa dipungkiri lagi.


“Putraku memang berkompeten. Baru saja keluar, bisa mendapatkan pacar cantik seperti itu. Masih bisa menyembunyikannya dari kami!”


Wajah Sheli penuh bangga!


“Tentu saja, tidak peduli anak dengan siapa. Ada saya didepan, anakku tidak kalah!” Wahyu sangat puas dengan Aron saat ini. Wajahnya yang sebelumnya suram sekarang menjadi senyum sepanjang hari!


“Ayolah, jangan ber bual lagi. Bawa saya keluar jalan-jalan dan biarkan mereka berdua memiliki waktu mereka!”


Sheli berkata sambil menarik Wahyu keluar dari vila!


Di satu sisi, Nuri mendorong pintu dan masuk ke dalam kamar Aron!


Ketika dia melihat Aron sedang beranjak turun dari kasurnya dan sedang merapikan bajunya, Nuri tertegun: “Bukankah kamu sudah bangun sekarang?”


“Kenapa? Kamu tidak ingin saya bangun? Ingin melihat rupa ku ketika tidak memakai pakaian?”Aron berkata sambil bercanda!


“Hah, siapa yang ingin melihatmu tanpa baju!” Nuri membalikkan matanya, tetapi hatinya sedikit merasakan getaran. Aron bisa bercanda dengannya, mencerminkan bahwa hubungan mereka sudah berkembang.


“Saya ada urusan denganmu, ikut saya!”Nuri menarik Aron pergi tanpa memberi alasan apapun!


Aron ingin bertanya kemana mereka akan pergi, tapi Aron langsung menarik Aron ke dalam mobil!


Namun, ketika dia melihat waktu, masih sangat awal untuk pergi ke acara perjamuan yang diundang oleh Kurniawan. Aron akhirnya pergi mengikuti Nuri.