ARON

ARON
Kedatangan Sepupu benhard



Wilfred seketika tertegun : “Kak….Kak Aron, ini….ini mana boleh, saya juga tidak bisa mengurusnya!”


“Kalau tidak bisa, belajar saja, siapa yang begitu lahir langsung bisa?” Aron meletakkan perjanjian itu di tangan Wilfred : “Kelak, tegakkan punggungmu, orang lain akan memanggilmu Direktur Wilfred


Wilfred memegang dua surat perjanjian itu dengan tangan gemetar, wajahnya memerah, dia sangat terharu!


Saat itu dia membayangkan bagaimana perasaan saat dipanggil Direktur Wilfred oleh orang lain!


Teman-teman lain yang melihatnya hanya bisa cemburu, mata mereka memerah, kedua perusahaan real-estate itu bernilai ratusan miliar, dan dalam sekejap mata, Wilfred sudah menjadi direktur dari perusahaan yang bernilai ratusan miliar itu!


Ada teman-teman yang mulai menyesal, menyesal karena tidak bersikap seperti Wilfred yang segan terhadap Aron, kalau mereka juga melakukan hal yang sama, bisa saja mereka juga mendapat sedikit keuntungan darinya!


Dan pada saat itu, pintu ruangan VIP ditendang oleh seseorang, seorang pria yang mengenakan kemeja putih dan jas hitam berjalan masuk, diikuti dengan beberapa satpam di belakangnya!


“Kakak sepupu, ini adalah orang yang memukuliku, tolong balaskan dendamku!”


Benhard berkata lalu menunjuk Aron!


Kakak sepupunya Benhard menatap Aron dengan dingin lalu berkata pada Benhard : “Hanya dia?”


Benhard melirik beberapa teman-temannya dan mereka semua langsung membuat jarak dengan Aron.


Wilfred juga sedang berperang dalam hatinya, dia ketakutan hingga kedua kakinya pun bergetar, namun pada akhirnya dia tetap tidak bergerak!


“Lalu bocah dibelakangnya juga, memukuliku, sialan…….”


Benhard melihat Wilfred yang masih tetap duduk disebelah Aron seketika merasa jengkel!


“Dasar bajingan tidak berguna, hanya dua monyet seperti ini saja bisa memukulimu?”


Kakak sepupu Benhard memukul kepalanya dan berkata dengan marah!


Benhard berkata dengan menyedihkan : “Kak, dia bisa sedikit bela diri, saya tidak bisa melawannya!”


“Oho! Ternyata dari jalanan.” Kakak sepupu Benhard yang mendengarnya langsung menyeringai : “Saudara, berasal dari jalanan mana?”


Kakak sepupu Benhard mengira Aron pernah belajar bela diri artinya dia pernah menjadi preman!


​Benhard bergegas menjelaskan kepada kakak sepupunya!


“Wah! Ternyata ada hal seperti ini juga?” Kakak sepupunya Benhard tercengang, lalu tertawa terbahak-bahak : “Bocah ini ternyata sial sekali, namun berani memukuli adik sepupuku, tidak segampang itu”


Selesai berkata kakak sepupu Benhard meraih botol anggur dan menghantamkannya pada kepala Aron!


“Ahh………….”


Beberapa wanita yang melihat itu berteriak ketakutan.


Wilfred kaget hingga memucat, dia melihat Aron yang hampir dihantam dan menggertakkan giginya lalu berdiri dan mengangkat kursi.


Namun tidak menunggunya, Aron yang tetap duduk melayangkan sebuah tinju!


Yang terakhir sampai duluan, perut kakak sepupu Benhard ditinju dan membuatnya terhempas!


​Merasakan rasa sakit yang luar biasa membuat kakak sepupunya Benhard meringkuk dan raut wajahnya sangat mengerikan!


“Kak, kamu tidak apa-apa?”


Benhard bergegas memapah kakak sepupunya dan menanyakan keadaannya.


“Serang, bunuh dia………”


Kakak sepupu Benhard berteriak, beberapa satpam yang melihatnya langsung mengeluarkan tongkat dan langsung menyerang!


“Kak Aron, cepat lari, saya akan menahan mereka……”


Wilfred mengangkat kursi dan langsung maju kedepan!


Tetapi saat Wilfred dan beberapa satpam itu hendak bergerak, tiba-tiba ada sesosok yang lewat secepat kilat, dan seketika, semua satpam itu tergeletak di tanah, mereka semua berteriak kesakitan!


Karena mereka adalah bawahannya Jekson, bisa dibilang mereka juga bawahannya sendiri, oleh karena itu Aron tidak membunuh mereka, kalau tidak nyawa mereka pasti sudah melayang!