ARON

ARON
Di telpon pemilik restoran



“Benhard, Aron itu jauh lebih hebat dibandingkan dengan Tibetan Mastiff-mu, dia sudah belajar bela diri, hebat sekali, bahkan kaki Jacky saja dipatahkan olehnya!”


Yuna mulai berkata sambil menghina.


Mendengar Aron mematahkan kaki Jacky, beberapa teman menatap Aron dengan tidak percaya!


“Bisa mematahkan kaki Jacky berarti memang lebih hebat dibandingkan dengan Tibetan Mastiff-ku, kalau begitu saya harus menambah gajinya!”


Benhard menatap Aron sambil mencibir!


“Percaya tidak kakimu juga akan kupatahkan?”


Aron berkata dengan nada serius pada Benhard.


“Bajingan, apa katamu? Kalau hebat, katakan sekali lagi!”


Benhard yang mendengarnya langsung berdiri dan meraih sebuah botol anggur dan menatap Aron dengan marah.


“Kak Benhard, jangan marah, jangan marah, Kak Aron sedang bercanda padamu!”


Wilfred yang melihat Benhard marah bergegas menahannya dan menjelaskan padanya!


“Ben, ini adalah Jalan Laksamana, disini adalah wilayah kekuasaan Tuan Jekson, begitu juga dengan Restoran Daffa, kalau kamu membuat masalah disini, bisa-bisa membuat Tuan Jekson tersinggung!”


Seorang teman memperingatkan Benhard!


“Kenapa harus takut? Kakak sepupuku adalah manajer di Restoran Daffa, saya bisa melakukan apapun yang saya suka disini!”


Benhard berkata tanpa takut.


Mendengar ucapan Benhard, teman-temannya langsung menatapnya dengan iri.


“Ben, hebat sekali bisa mempunyai kakak sepupu yang luar biasa!”


“Kalau begitu, kakak sepupunya Ben adalah orangnya Tuan Jekson, itu sangat hebat!”


“Kalau begitu hatiku juga tenang, ada Ben disini, kita juga tidak perlu takut lagi!”


Semua orang mulai menyanjung Benhard, dan Benhard terlihat angkuh : “Lain kali kalau kalian menghadapi masalah di Jalan Laksamana telepon saja saya, semua bisa diselesaikan!”


“Pernikahanku dan Sofie rencananya juga akan diselenggarakan disini, pada waktunya kalian semua harus hadir!”


“Pasti, pasti, kami pasti akan datang……”


Kelihatannya, kali ini dia tidak perlu mengeluarkan banyak uang, dan mungkin saja bisa digratiskan!


Memikirkan itu saja sudah membuat Yuna sangat senang!


Dan pada saat itu, Jekson menelpon Aron, dia ​terus menunggu Aron tapi Aron tidak kunjung datang, jadi dia menelpon untuk menanyai situasi Aron.


“Tuan Aron, apa kamu sudah sampai?”


Jekson bertanya dengan suara kecil.


“Tunggu!”


Aron hanya menjawab dengan satu kata lalu menutup panggilannya!


“Kak Aron, siapa yang menelponmu, apa kamu punya urusan yang harus diselesaikan, kalau begitu kamu duluan saja!”


Wilfred sedang mencari jalan keluar untuk Aron, Aron sudah menyinggung Benhard kalau dia terus berada disini, masalah akan menjadi semakin runyam!


“Tidak apa-apa, Jekson yang menelpon!”


Aron lalu menyimpan kembali ponselnya.


“Jekson?” Wilfred tercengang, dan merasa nama ini sangat familiar, namun dia tidak bisa mengingatnya, namun sekejap kemudian Wilfred teringat dan bertanya : “Maksudmu, Jekson, pemilik dari Restoran Daffa ini?”


“Mungkin saja!” Aron mengangguk.


Aron tidak terlalu yakin karena dia memang tidak tahu bisnis apa saja yang Jekson miliki, dia hanya tahu kalau Jekson mengurus Geng Sanur


Hanya saja setelah dipikirkan, kalau tidak memiliki beberapa bisnis, Geng sebesar itu juga tidak akan berkembang, jadi tidak heran kalau Jekson memiliki sebuah restoran atas namanya!


“Pfftt…..”


“Hahahaha…….bajingan sepertimu lucu juga ya, kamu bilang Tuan Jekson yang menelponmu, dan kamu menyuruh Tuan Jekson untuk menunggu? Berlagak itu juga ada batasnya, realistis sedikit!”


Benhard yang baru meminum air langsung menyemburkannya!


Teman-teman lain juga ikut tertawa, Sofie juga menyipitkan mata tajamnya : “Saya rasa kamu yang sok suci ini bahkan tidak pernah bertemu dengan Tuan Jekson, malah berani mengatakan dia menelponmu?”


Diantara semua orang ini, hanya Yuna yang tahu kalau Aron pernah bertemu dengan Jekson, saat acara pernikahan Santi!


Namun apa hubungan Aron dan Jekson, dia benar-benar tidak tahu.