ARON

ARON
Hanya Bercanda



“Nuri, saya hanya datang untuk menjenguk Paman Jhonatan, saya mendengar kabar kalau dia sakit, jadi saya khusus membawakannya ginseng berusia ribuan tahun, saya sudah menghabiskan banyak tenaga untuk mendapatkannya!”


Brad berkata dan hendak meraih tangan Nuri!


Nuri terkejut dan segera menghindar, sedangkan Brad kelihatannya tidak mau menyerah!


“Berani pegang sana sini, ini masih siang bolong, orang tua mu tidak pernah mengajarimu ya?”


Aron yang melihat adegan itu merasakan api kemarahannya meluap.


“Aron!” Nuri langsung terlihat bahagia saat melihat Aron, dan bergegas menghampiri Aron!


Brad yang melihat Nuri yang kesenangan saat melihat Aron, memancarkan tatapan permusuhan di matanya, dia menatap Aron dengan tajam : “Siapa kamu? Apa kamu tahu siapa saya?”


“Tidak peduli, siapapun yang menyentuh istriku akan kupukuli…..”


Selesai berkata, Aron hendak melayangkan tendangannya pada Brad!


Namun Nuri bergegas menahannya : “Jangan bertindak dulu, dia juga tidak menyentuhku kok!”


Namun perkataan Aron membuat hati Nuri merasa hangat, dia merasa dia semakin menyukai Aron!


“Istrimu?” Brad membelalak, wajahnya penuh ketidak percayaan!


“Kalau bukan istriku, lantas istrimu, apa kamu mau melihat surat nikah?”


Aron menatap Brad dengan penuh penghinaan dan mendengus.


Nuri yang mendengarnya kebingungan, sejak kapan dia dan Aron punya surat nikah, dia sendiri saja tidak tahu, namun setelah dia pikirkan lagi, dia tahu kalau Aron hanya sengaja membuat Brad kesal.


“Baik, keluarkan dan perlihatkan padaku.”


Brad mengulurkan tangannya.


Aron yang mendengarnya tercengang sesaat, dia tidak menyangka anak ini benar-benar ingin melihatnya!


“Tidak kubawa, lagipula, untuk apa saya menunjukkan surat nikahku padamu!”


Nuri melihat Aron yang seperti itu juga diam-diam tertawa!


“Hei, apa kamu tahu akibatnya mempermainkanku? Percaya tidak……


Brad belum sempat menyelesaikan perkataannya, dan Jhonatan keluar dengan satu poci teh di tangan, dan saat melihat Aron juga datang dia terkejut : “Aron, kamu juga datang ya, ayo cepat kemari dan cicipi teh Biluochun yang saya seduh sendiri, Brad, kamu juga kemari!”


​Jhonatan tahu kalau belakangan ini Aron dan Nuri sudah menjadi semakin dekat, panggilan mereka juga perlahan-lahan berubah, awalnya yang hanya memanggil Tuan, sekarang sudah langsung memanggil nama Aron saja!


“Teh Biluochun yang diseduh ayahku sangat enak, ayo kita minum!”


Nuri menggandeng lengan Aron menuju gazebo dihadapan Brad!


Brad yang melihat adegan itu langsung memasang wajah muram, namun dia tetap ikut!


Beberapa orang itu duduk di gazebo, Jhonatan menuangkan beberapa cangkir teh lalu tersenyum dan berkata pada Brad : “Brad, orang ini adalah Aron, dia yang menyembuhkan penyakitku, kalau tidak saya pasti sudah mati!”


“Paman Jhonatan, apakah orang ini suaminya Nuri? Mereka berdua sudah memiliki surat nikah!”


Brad bertanya pada Jhonatan.


“Suami? Surat nikah?”


​Jhonatan tercengang, dia tidak tahu mengenai masalah ini, Nuri pun tidak pernah memberitahunya!


Melihat ekspresi Jhonatan, Brad mencibir, sesuai dengan tebakannya tadi, Aron hanya membohonginya dan sengaja membuatnya kesal, dia dan Nuri tidak menikah dan tidak memiliki surat nikah!


“Ayah, Aron hanya bercanda tadi!” Nuri segera menjelaskan pada Jhonatan!


Meskipun Jhonatan sangat menyukai Aron, tapi kalau Nuri berani mendaftarkan pernikahannya diam-diam, Jhonatan juga tidak akan merestui, karena Juan adalah orang yang sangat kolot.


“Oh!” ekspresi Jhonatan kembali seperti semula!


Brad yang melihatnya menatap Aron dan mencibir, tatapannya pada Aron penuh penghinaan!