ARON

ARON
Keluarga Wisono Mengirim orang terkuat nya



Setelah tertegun sesaat, Tedi akhirnya berkata pada Aron dengan serius : “Saudara Aron, saya mengerti keinginanmu untuk menjalankan bisnis besar, tapi bahan obat yang kamu katakan tadi harganya juga sangat tinggi walau di Kota Namae, meskipun Keluarga Utomo sangat kaya tapi tidak perlu sampai melakukan hal seperti ini, kalau kamu tidak mengerti, kamu bisa ditipu orang dan menjadi bangkrut!”


“Kak Tedi, terima kasih atas peringatannya, saya punya perhitungan sendiri!”


Aron berterimakasih kepada Tedi!


Melihat Aron sepertinya sudah membulatkan tekadnya, Tedi tidak lagi membujuknya dan berkata : “Saudara Aron, kamu baru sampai di Kota Namae, istirahat dulu, besok datanglah ke toko pusat Teras Obat untuk mencariku, saya akan menemanimu berkeliling agar kamu mengenal situasi disini, kalau saya menemanimu setidaknya kamu tidak akan dibohongi oleh orang.”


“Untuk apa kamu menemaninya? Lantas kamu tidak sibuk? Bocah sombong seperti dirinya tidak akan bisa melakukan apapun, baru buka mulut saja sudah mengatakan mau ginseng ratusan tahun, apa dia tahu cara membedakan ginseng ratusan tahun?”


Yumi semakin jengkel pada Aron!


“Sudahlah, bagaimana pun mereka datang dari jauh, sudah seharusnya kita menemani mereka!”


Tedi berkata sambil tersenyum.


“Kamu saja yang temani, saya sibuk, saya harus bekerja!” Yumi mengernyitkan keningnya dan berkata pada Nuri : “Nuri, kamu harus lebih memikirkan dirimu sendiri, jangan sampai orang lain menyuruhmu bayar, kamu pun langsung membayar!”


“Saya tahu kakak sepupu!” Nuri menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai makan, beberapa orang itu bersiap untuk berpamitan, lalu Aron dan Nuri pergi untuk mencari tempat menginap.


Yumi ingin Nuri tinggal di rumahnya, tapi setelah mempertimbangkan keberadaan Aron, Nuri menolak!


Baru keluar dari pintu restoran, Jekson sudah menyambutnya dengan mobilnya yang sudah selesai diperbaiki!


“Ini adalah temanku, Jekson Herlambang!”


Melihat Jekson berjalan menghampiri, Aron memperkenalkannya pada Tedi.


“Halo, nama saya Tedi!” Tedi berjabat tangan dengan Jekson!


“Saudara Aron, saya dengar di Kota Sanur ada Ketua Mafia yang bernama Jekson Herlambang, orang-orang memanggilnya Tuan Jekson, pengaruhnya di Kota Sanur cukup besar dan memiliki ratusan bawahan, saudara ini juga memiliki nama yang sama dengan Tuan Jekson!”


“Ada banyak orang yang memiliki nama yang sama, mana mungkin Tuan Jekson menjadi supir dari seorang pria yang dinafkahi oleh wanita? Apa yang kamu pikirkan!”


Yumi tampak meremehkan!


​Nuri yang mendengarnya ingin membuka mulut dan menjelaskan kepada kakak sepupunya sendiri, kalau Jekson yang ada di hadapannya adalah Tuan Jekson yang sedang mereka bicarakan!


Hanya saja belum sempat berbicara, Aron menghentikannya dengan tatapan mata, dan tersenyum sambil berkata : “Hanya nama yang sama, nama yang sama….”


Aron tidak ingin terlalu banyak orang yang mengetahui keberadaan mereka, kalau identitas Jekson sampai terbongkar maka banyak mata di Kota Namae yang akan tertuju pada mereka!


Setelah berpisah di restoran, Aron dan yang lainnya mencari sebuah penginapan, dan langsung memesan 3 kamar, masing-masing 1 kamar, awalnya Aron berniat memesan 2 kamar saja untuk menghemat biaya, tapi Nuri tidak setuju!


Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, bahkan dikejar dan hendak dibunuh oleh orang, mereka semua akhirnya terlelap.


Namun pada saat ini Keluarga Wisono dari Kota Taka, Arka berjalan dengan gelisah!


​Ini sudah lebih dari setengah hari dan dia belum mendapatkan kabar apapun, dia sudah mencoba menelepon dan menghubungi orang-orangnya, tapi mereka tidak bisa dihubungi!


Raut wajah Arka semakin muram, dan rasa tidak tenang yang ada di dalam hatinya semakin kuat, dia tahu sesuatu pasti terjadi pada bawahannya, kalau tidak mereka tidak mungkin tidak bisa dihubungi!


“Paman Joni!”


Arka berteriak!


“Tuan!” seorang lelaki tua yang kurus dan bungkuk berjalan masuk!


Lelaki tua ini adalah pengurus rumahnya Keluarga Wisono, Paman Joni sudah menjadi pengurus rumah Keluarga Wisono sejak generasinya ayah Arka, sekarang usianya sudah tua, dan tidak menjadi pengurus rumah lagi, hanya saja Keluarga Wisono sudah menganggap Paman Joni seperti keluarga sendiri dan membiarkan dia menetap di kediaman Keluarga Wisono!