ARON

ARON
Adik Lina Tersandung Masalah



“Nona Lina, kalau bicara harus ada buktinya, matamu yang mana yang melihat saya memukuli adikmu, lagi pula adikmu mengambil batuku dan tidak mau mengembalikannya, ini termasuk merampok barang milik orang lain, sebagai anggota Detasemen Perlindungan Hukum apa kamu tidak mau mengurusnya?”


Bos Farrel sama sekali tidak takut dengan Lina dan bertanya sambil mencibir.


“Kak, jangan dengarkan omong kosongnya, saya sudah membeli batu ini, saya sudah menghabiskan uang…”


Evan bergegas menjelaskan pada Lina!


“Tutup mulutmu!” Lina berteriak marah pada Evan, “Saya akan memberimu pelajaran saat di rumah!”


Evan yang melihat Lina sudah benar-benar marah, langsung memeluk batunya dengan erat, menundukkan kepalanya dan tidak berani bicara lagi!


“Bos Farrel, saya sudah mendengar apa yang kalian bicarakan tadi, dulu adikku selalu membayar uang muka terlebih dahulu kepada kalian, baru boleh membuka batu, sekarang yang keluar adalah barang bagus, dan kamu berkata tidak bisa seperti itu, bukankah ini jelas-jelas sedang menjebak adikku?”


Lina juga tidak bodoh, dia bisa melihat kalau ini adalah jebakan yang dipasang oleh pemilik toko perjudian giok untuk Evan.


“Nona Lina, kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu bicarakan, kami semua adalah pengusaha yang jujur, lagipula ada begitu banyak orang dan masyarakat desa di sini, aturan dalam perjudian batu giok ini adalah ada uang ada barang, dulu saya membiarkan dia membuka batu karena merasa dia sangat kasihan, hari ini, saya tidak merasa begitu lagi, lantas tidak boleh? Apa itu melanggar aturan?”


Bos Farrel menatap Lina dengan agresif, dan seketika membuat Lina terdiam sesaat!


“Berikan batu itu kepadanya…”


Pada saat ini, Aron dan Nuri juga keluar dari kerumunan!


​“Kakak ipar…” Saat melihat Aron, mata Evan langsung berbinar : “Kakak ipar, ini adalah batu Giok Zamrud, harganya paling tidak bernilai 1 miliar, bagaimana boleh mengembalikanya kepada mereka?”


Panggilan kakak ipar dari Evan membuat Lina dan Aron terkejut, bagaimana Evan boleh menyapa sembarangan di depan Nuri!


Nuri tercengang, dia melihat Aron lalu melihat Lina dengan wajah yang penuh keraguan!


“Evan, dasar bajingan, sudah ku katakan padamu berulang kali, saya tidak mempunyai hubungan dengan Aron, dia bukan kakak iparmu, kenapa kamu sembarangan memanggilnya, pacarnya Aron adalah Kak Nuri, dia adalah temanku…”


Evan tercengang, dan baru menyadari kalau Aron sedang bergandengan tangan dengan Nuri, ternyata Aron mamang bukan pacar kakaknya, dia sendiri yang salah paham!


Evan merasa sedikit kecewa dalam hatinya, tapi sampai pada saat ini, dia tidak boleh memanggil sembarangan lagi, jadi dia memutar matanya lalu bergegas menjelaskan : “Kenapa kalau saya memanggilnya kakak ipar? Dia pacar nya Kak Nuri, kenapa saya tidak boleh memanggilnya kakak ipar? Yang kukatakan benar kan, Kak Nuri?”


Evan bertemu Nuri untuk pertama kalinya, tapi seolah bertemu dengan kenalan lama, dan memanggilnya dengan sangat akrab!


Lina dibuat bingung oleh Evan adiknya ini, sedangkan mata Aron berkilat penuh kekaguman, meskipun Evan ini sangat penakut dan pengecut, tapi kemampuan bereaksinya benar-benar sangat cepat!


Nuri juga sangat bahagia dipanggil oleh Evan, dan bertanya kepada Lina : “Lina, apakah ini adikmu yang nakal yang biasanya kamu bicarakan di sekolah?”


Lina mengangguk dan memelototi Evan tanpa sadar!


“Kak Nuri, kamu harus membantuku, saya sudah membeli batu ini dengan uangku, dan mereka jelas-jelas sedang mencurangiku…”


Evan tahu kalau kekuatan Aron tidak biasa, dia bisa memiliki hubungan dengan Lyla dari geng Lyla saja sudah pasti bukan orang biasa.


Oleh karena itu dia meminta Nuri untuk membantunya, asalkan Nuri buka suara, Aron mana mungkin tidak menurutinya dengan patuh? Zaman sekarang ini, semua pria selalu menuruti perkataan wanitanya!


Nuri melirik Aron : “Aron, bantulah dia!”


“Evan, kembalikan batu itu pada mereka, karena itu aturannya, maka ikuti saja peraturannya…”


Aron berkata pada Evan.


“Kakak ipar, ini adalah Giok Zamrud, harganya mencapai miliaran…” Evan terlihat cemas, dan terus mengedipkan matanya ke arah Aron, dia mengira Aron tidak tahu apa itu Giok Zamrud!